FOTO : JURNAL KALTARA / ISTIMEWA

-    Nitizen Group Medsos Facebook di Kalimantan Utara Heboh

TANJUNG SELOR – Beberapa hari terakhir group medsos di Kalimantan Utara sebagai tempat curhatnya para facebooker dihebohkan dengan upload sebuah foto akun yang menamakan dirinya Wahyuni Adi Ningsih.
Tidak tangung-tanggung ia membeberkan “kelakuan salah satu oknum PNS/ASN di Sekretariat Dprd Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara berinisial RH, yang menurutnya telah melakukan tindakan layaknya suami isteri, tapi setelah itu oknum berinisial RH tersebut dituding tidak membayar yang sesuai dengan perjanjian mereka.
Dijelaskannya bahwa foto yang diunggahnya diambil dari salah satu kamar hotel yang cukup ternama di Jalan Hayam Wuruk Jakarta, sewaktu RH melakukan perjalanan dinas kesana beberapa waktu lau.
Dihubungi melalui sambungan inbok masangger diakunnya beberapa waktu lalu, Wahyuni Adi Ningsih menjawab, bahwa dirinya menjadi korban janji palsu oknum PNS?ASN berinisial RH itu.
“Jujur saya wanita simpanan, tapi RH gak mau bayar, kenapa mas?, “ ujarnya dengan nada sedikit bertanya.
Setiap oknum RH melakukan perjalanan dinas sebutnya, dialah wanita yang kerap menemaninya di hotel. Dimana oknum RH pernah berjanji menanggung hidup Wahyuni Adi Ningsih tersebut. Tapi tak ada yang ditepati.
“ini bukan pencemaran nama baik, ini bukti nyata, mana mungkin foto bareng pakai baju tidur dan didalam hotel mas, mas pikir aja sendiri kalau mas laki-laki, “ ujarnya.
Begitu ditanyakan siapa nama asli dan alamat wanita yang dipoto, Wahyuni Adi Ningsih enggan menjelaskan secara rinci, “ maaf untuk saat ini belum bisa diberi tau, “ imbuhnya seraya mengaku bahwa dia bukan PNS/ASN.
Terkait hal itu, Sekretaris DPRD Kabupaten Tana Tidung, H Ismail, melalui sambungan telpon selularnya ketika dikonfirmasi, Kamis malam, 7/4/2016 sangat mengaku tidak ingin berpolemik, apalagi sifatnya isu didunia maya.
“Sepanjang belum ada laporan resmi dari korban apanya yang mau kita tindaklanjuti, lain halnya kalau ada laporan resmi yang masuk kemeja saya pasti sqya akan memperosesnya, “ kata Ismail.
Lebih lanjut ia juga mengimbau semua pihak untuk tidak secepatnya ‘menelan’ isu yang tidak jelas kebenarannya atau bersipat hoax itu. “Jangan dululah kita percaya sebelum semuanya ada kejelasan pasti, “ pungkasnya.* Sahri.