FOTO : JURNAL KALTARA / ISTIMEWA

-    Melainkan Berkat Perjuangan Seluruh Masyarakat Kaltara Dan Para Tokohnya

TANJUNG SELOR – Edisi melawan lupa, malam itu awal tahun 2011 silam,  distasiun TVRI Kalimantan Timur dijalan KH Wahid Hasyim Sempaja Selatan Samarinda Kota Samarinda Kalimantan Timur, menjadi saksi sejarah bagaimana perjuangan berat untuk menetapkan Tanjung Selor sebagai Ibukota Provinsi. Artinya Provinsi Kalimantan Utara itu tidak ujug-ujug ada tanpa adanya sebuah perjuangan yang gigih dari para tokoh-tokohnya.
    “Saya Ketua DPRD Kabupaten Bulungan Mengucapkan Selamat Atas Rencana Pembentukan Provinsi Kalimantan Utara Dan Tanjung Selor sebagai ibukota, “ kata H Hasbullah Mantan Ketua DPRD Kabupaten Bulungan, mengawali acara talk show di TVRI Kalimantan Timur malam itu.
    Ucapan yang sama juga disampaikan oleh H Hamka Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bulungan kala itu.
    Melalui ucapan sebagai selingan tersebut, tidak secara langsung ketika itu mampu menggiring opini semua peserta untuk mendukung Tanjung Selor sebagai calon ibukota Provinsi Kalimantan Utara.
    Selain dihadiri oleh Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bulungan, Ketua DPRD Tarakan Effendy Djuprianto juga tampak juga diantara para peserta talk show, Bupati Bulungan H Budiman Arifin, Bupati Kabupaten Malinau, Yansen TP, Abidin Tajang mewakili Bupati Nunukan. Acara tersebut juga dipandu langsung oleh Charles Siahaan pimpinan umum Majalah Bongkar Magazine.
    Ketika giliran Bupati Malinau Yansen TP diminta tanggapannya, ia mengatakan sangat sependapat bila Tanjung Selor ditetapkan sebagai ibukota Provinsi Kalimantan Utara, kelak bila disetujui oleh pemerintah pusat.
    Pertimbangannya kata Yansen, selain sebagai kabupaten yang sukses memekarkan kabupaten dan kota yang sepakat berhimpun untuk membentuk Provinsi Kaltara, kota Tanjung Selor juga persis berada ditengah-tengah diantara kabupaten dan kota tersebut.
    Demikian pula ketika giliran Ketua DPRD Tarakan, Effendy Djuprianto diminta tanggapannya oleh Charles Siahaan, ia juga sangat sependapat bila Tanjung Selor kelak menyandang status sebagai ibukota Provinsi Kalimantan Utara apabila sudah disetujui oleh pemerintah pusat sebagai Daerah Otonomi Bari (DOB) di Indonesia.
    Sementara itu Abidin Tajang, mewakili Bupati Nunukan, Hafied Achmad mengatakan, selain sependapat bila Tanjung Selor ditetapkan sebagai ibukota, persoalan perkantoran anggaran wajib untuk dari Kabupaten Kota untuk mendukung pemerintahan diawal-awal berdirinya Provinsi tersebut juga harus dipikirkan bersama.
     Ketika Charles Siahaan sebagai pemandu acara meminta  tanggapan Nyonya Hetifah Syaifuddin Anggota DPR RI sebagai wakil Kalimantan Timur di Senayan mengaku sangat mendukung dan siap berjuang untuk mewujudkan Kaltara sebagai Provinsi baru.
    “Saya akan berusaha membantu untuk meloby teman-teman anggota DPR RI. Agar rencana Kalimantan Utara sebagai calon DOB baru di Indonesia bisa masuk dalam program legislasi nasional (Prolegnas), “ janji Nyonya Hetifah.
    Terakhir jatah Bupati Bulungan, H Budiman Arifin memaparkan, bahwa dirinya sangat berterima kasih sekali dengan dukungan untuk menetapkan Tanjung Selor sebagai ibukota.
    “Terima kasih kepada rekan-rekan sekalian yang sudah mempercayakan Kabupaten Bulungan sebagai calon ibukota Provinsi Kalimantan Utara, " kata Budiman. 
    Hasil penelusuran dan liputan sebelum terbentuknya Provinsi Kalimantan Utara sekarang bukanlah hal yang mudah dan ringan, melainkan penuh tantangan. Bahkan banyak diantaranya ketika itu menentang dan berusaha agar Provinsi Kalimantan Utara tidak terwujud.
    Alasannya beragam, mulai dari menciutnya anggaran  hingga   hilangnya tunjangan perbaikan penghasilan (TPP) karena beratnya membiayai Kaltara sebagai sebuah Provinsi baru.
    “Bagus saja kita bersatu sama Kalimantan Timur, berat lah kalau kita jadi Provinsi sendiri, jangan harap ada TPP dan Perjalanan Dinas seperti sekarang, “ demikianlah kerap terdengar suara sumbang.
    Namun kenyataannya apa yang menjadi prediksi tersebut sangat berbanding lurus dengan keadaan setelah Kalimantan Utara terbentuk.
    Sayangnya saat ini beberapa tokoh yang sempat berjuang mati-matian mewujudkan terbentuknya Provinsi Kalimantan Utara, keberadaan mereka nyaris menghilang. Dimana para tokoh tersebut seperti H Yusuf SK mantan Walikota Tarakan, Marhen Billa mantan Bupati Malinau, Hafied Achmad mantan Bupati Nunukan, H Anang Dachlan Djauhari mantan Bupati Bulungan, Budiman Arifin juga mantan Bupati Bulungan nyaris tak terdengar.
    Kendati demikian sebagai masyarakat Kaltara kita pantas menyampaikan   ucapan terima kasih kepada mereka. Karena tanpa dukungan para tokoh tersebut mustahil kita bisa menikmati apa yang dihasilkan oleh Provinsi Kalimantan Utara sekarang. * One.