FOTO : JURNAL KALTARA / ISTIMEWA

-    Akses Masyarakat Terputus, Perekonomian Warga Mulai Lumpuh

NUNUKAN – Sejak kemarin, Jumat 31/3/2017 air sungai sembakung meluap, mulai merendam lima kecamatan yang dilewatinya, yakni kecamatan Lumbis Ogong, Lumbis, Sembakung Atulai dan Kecamatan Sembakung, Kabupaen Nunukan Provinsi Kalimantan Utara.

    Menurut keterangan yang berhasil dihimpun oleh wartawan media ini menyebutkan, untuk Desa Mansalong Kecamatan
Lumbis, sebagian perumahan milik masyarakat yang berada disekitar jembatan penyeberangan mulai terendam, bahkan ketinggian air mulai menggenangi jendela bahkan sudah ada yang mencapai plapon rumah.

    Menurut keterangan Ella salah satu warga Mansalong ketika dihubungi melalui pesan masangger menyebutkan, melihat kondisi naiknya air yang sangat cepat membuat sebagian warga masyarakat Mansalong mulai panik.

    “Sudah ada warga yang mengungsi mencari dataran tinggi, entah kami ini bisa apa tidak mencapai ruas jalan menuju Malinau. Lantaran genangan air sudah kian meninggi hampir menggenangi seluruh ruas jalan disepanjang perkampungan, “ kata Ella seraya mengatakan ingin mengungsi ke Malinau kerumah keluarga yang ada disana.

    Sementara itu, dari Desa Atap Kecamatan Sembakung, warga sudah mulai dalam kondisi waspada, pasalnya selain naiknya air kian cepat memang desa Atap juga persis berada didataran rendah, apabila terjadi banjir dampaknya sampai bisa menenggelamkan perumahan masyarakat disana.

    Celakanya, untuk menunggu air surut bisa sampai berminggu-minggu lamanya, tentu dengan terputusnya akses kesegala arah itu sangat menyulitkan masyarakat.

    “Kami dari pihak Kecamatan Sembakung terus berupaya mengimbau warga untuk berhati-hati dan terus memantau kondisi air, “ terang Faizal salah satu staf Kecamatan Sembakung melalui pesan WhatsAPP, Minggu, 1/4/2017.

    Untuk memastikan kondisi terakhir warga Kecamatan Lumbis media ini belum berhasil mengkonfirmasi kepada Camatnya;
 
        Sementara, Zulkiflii Camat  Sembakung  ketika dihubungi media ini melalui pesan WhatsAPP. * menyebutkan, bahwa kondisi air saat ini baru sebatas menggenangi jalan dan kolong-kolong rumah masyarakat.

        "Melihat kondisi dimungkinkan pada malam nanti luapannya akan bertambah, sekarang sudah mulai menggenangi kolong rumah, " kata Zulkifli melalui pesan WhatsAPP. * One.