FOTO : JURNAL KALTARA / ISTIMEWA

TANJUNG SELOR - Kosmas Kajan, Sekretaris Komisi 1 DPRD Provinsi Kalimantan Utara, mengaku kaget dengan kondisi banyaknya nelayan yang nyaris luput dari perhatian pemerintah untuk dilakukan pembinaan. Khususnya para nelayan yang bermukim jauh dari pesisir pantai.

Misalnya, nelayan didalam Sungai Kayan Kabupaten Bulungan, Sungai Sesayap Kabupaten Tana Tidung, nelayan di Sungai Sembakung dan Sungai Sebuku Kabupaten Nunukan dan Sungai Sesayap Kabupaten Malinau.

Seharusnya nelayan tersebut mendapat perlakuan yang sama, terutama dalam hal menerima bantuan maupun pembinaan.

"Kenapa saya menyinggung masalah nelayan, karena saya cukup kaget juga melihat kondisinya yang puluhan tahun dari nenek moyang mereka sampai hari ini dimana mereka terus hidup di tanah ini selama ratusan tahun serta mata pencaharian pokok sebagai nelayan, namun nyaris luput dari perhatian, " tegas Kosmas.

Padahal lanjutnya, pemerintah sekarang getol membantu, baik dalam bentuk rumah tinggal maupun alat tangkap dan armadanya.

Namun masih banyak para nelayan yang terus merasa kesulitan, sehingga muncul pertanyaan nelayan mana yang berhak mendapatkan bantuan?. 

Artinya, apakah bantuan yang layak diberikan bantuan memiliki kategori khusus, atau ada nelayan yang wajib diperhatikan ada yang tidak.

Sementara dilapangan sangat banyak nelayan yang susah payah dan masih menggunakan peralatan tradisional, dan cara tangkap serta peralatan seadanya.

Padahal diketahui, pemerintah banyak sekali menggelontorkan anggaran untuk nelayan, khususnya di Kalimantan Utara.

"Anehnya banyak nelayan yang tidak menerima bantuan, lalu kemana bantuan nya apakah diperuntukkan kepada nelayan tertentu saja, " tutur Kosmas Kajan.

Memang diakui selama ini baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah sangat konsen memberikan bantuan. Hanya saja untuk memberikan bantuan tersebut perlu pemerataan dalam memberikan bantuan tersebut.

Apalagi Peraturan Daerah terkait perlindungan nelayan sebagai payung hukum sudah ada, jadi jelas semua yang dikategorikan sebagai nelayan harus mendapat kesempatan yang sama dalam hal pembinaan. * Rie.