FOTO : JURNAL KALTARA / ISTIMEWA

Oleh Rahman Putra Yani SS

Kalimantan Utara memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai daerah yang mampu melakukan swasembada pangan. Dengan wilayah daratannya yang mencapai 75.467,70 kilometer persegi, maka Kaltara memiliki luas wilayah sangat potensial untuk dikembangkan kedepannya. 

Jika ditinjau dari ketinggian tempat, umumnya Kaltara adalah dataran rendah (berada dibawah 100 mdpl). Karakter dataran rendah ini sangat cocok/potensial untuk dikembangkan menjadi kawasan Food and Rice Estate, yaitu kawasan pertanian yang pada akhirnya akan menjamin swasembada pangan di Kaltara. 

Selain untuk swasembada pangan, masih ada area yang didominasi oleh hutan - hutan yang tentunya berperan besar bagi keseimbangan ekosistem. Kawasan ini merupakan bagian dari Heart of Borneo, yaitu hutan kayan mentarang yang berada di kabupaten Malinau.  

Kemudian, dengan posisinya yang berada diantara tiga negara yaitu, Malaysia, Philipina dan Brunei Darussalam, Kaltara sangat cocok untuk dikembangkan sebagai pusat perdagangan Maritim. Selain itu, kawasan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II yang merupakan salah satu urat nadi perdagangan Indonesian yang melewati Kaltara menuju Philipina-laut, Sulawesi-selat, Makassar-selat, Lombok-Australia. Hal ini tentu bisa menjadikan Kaltara sebagai pintu masuk ke Indonesia melalui ALKI II. 

Sektor energi dan sumber daya mineral juga merupakan sektor yang sangat potensial untuk dikembangkan di Kaltara. Sektor ini merupakan lahan investasi yang menjanjikan bagi para investor, baik lokal, regional maupun internasional. 

Berdasarkan kontur demografi yang dimiliki Kaltara maka dapat dirumuskan lima misi :
1. Menciptakan masyarakat berswasembada pangan. 
2. Mengelola perdagangan maritim. 
3. Mengundang investasi bidang energi dan sumber daya mineral. 
4. Menjaga kedaulatan Indonesia sebagai garda terdepan. 
5. Mendirikan pusat penelitian hutan dunia. 

Kaltara sebagai provinsi baru memiliki tiga suku asli yang meliputi Suku Bulungan, Suku Tidung dan Suku Dayak. 

Suku Bulungan dilambangkan dengan warna kuning (kejayaan - pemerintahan yang transparan),  Suku Tidung dilambangkan dengan warna biru (maritim - investasi yang terpercaya) dan Suku Dayak dilambangkan warna hitam (tanah dan sumber daya - ketangguhan).  

Branding Kaltara yang dibuat ini harus dapat dikomunikasikan ke seluruh kegiatan promosi Kalimantan Utara, utamanya dibidang Pariwisata, Perdagangan dan Investasi.
 
Editor : Sahriansyah.