FOTO : JURNAL KALTARA / ISTIMEWA

 -  Dan Usulan Rencana Perluasan Bandara Tanjung Harapan, Food Estate Delta Kayan 50.000 H dan Pembangunan Jalan Perbatasan RI di Perbatasan sepanjang 1.038 KM

TANJUNG SELOR – Pagi itu Senin 15/12/2014, acara telekonfrensi dengan Mentri Perencanaan Pembangunan Negara/ Kepala Bappenas, Andrinof Chaniago, tak disia-siakan oleh mantan Bupati Bulungan H Budiman Arifin, untuk mengusulkan berbagai kepentingan pembangunan di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

Dimana, acara telekonfrensi yang digagas oleh Gubernur Kaltim, Awang farouk Ishak, bersama Kemenkominfo, itu menjadi ajang Budiman Arifin untuk curhat kepada Pemerintah Pusat. Dengan menyampaikan 6 usulan strategis, diantaranya menyangkut perluasan Bandara Tanjung Harapan. Diketahui sekarang ini  aktion pembangunannya sudah dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementrian Perhubungan Republik Indonesia.
 
“Saat ini kondisi Bandara Tanjung Harapan hanya mampu didarati oleh pesawat kecil, dan kedepan sangat memerlukan perluasan sehingga bisa didarati oleh pesawat berbadan besar, “kata Budiman.

Dikesempatan lain, Budiman juga membahas persoalan pembangunan kota Tanjung Selor, sebagai pusat pemerintahan ibukota Provinsi Kalimantan Utara. Supaya kedepan juga tidak kalah dengan keindahan kota-kota lainnya di Indonesia.
    
Tak ketinggalan ia juga menyampaikan rencana Pembangunan Jembatan Bulungan Tarakan, atau yang trend disebut sekarang di Kalimantan Utara dengan sebutan Jembatan Bulan. Ketika itu Budiman berusaha meyakinkan Mentri Andrinof Chaniago agar rencana tersebut bisa menjadi prioritas oleh Pemerintah Pusat, supaya cita-cita untuk menghubungkan daratan Kalimantan Utara bisa segera terwujud.

Soal jalan diperbatasan negara juga disampaikan, kedepan bagaimana jalan sepanjang 1.038 KM tersebut bisa segera dibangun. Dengan harapan nantinya bisa memacu perekonomian masyarakat yang hidup diperbatasan negara antara Indonesia dan Malaysia itu.

Cita-cita untuk menjadikan Bulungan Kalimantan Utara sebagai lumbung pangan jauh sebelumnya sudah diupayakan, melalui pengembangan program food estate seluas 50.000 H disepanjang delta Kayan hingga kemuara Bulungan tersebut bisa disuport oleh Jakarta. Karena menurut pemikiran Budiman Arifin dengan kesuksesan program itu tidak hanya mampu mencukupi kebutuhan warga Kaltara saja, kedepannya juga dapat menjadi lumbung pangan nasional.

Berbicara soal pertambangan dan pekebunan, dimasa mulai dimasa Bulungan dipimpin oleh H Anang Dachlan Djauhari, dilanjutkan oleh Budiman Arifin, Nunukan dimasa H Hafied dan Malinau dimasa Marthen Billa, tambang batu bara dan perkebunan sawit skala besar sudah mulai digalakkan, dimana kesuksesannya sudah bisa kita saksikan sekarang.    Demikian pula disektor migas, dimasa Bulungan dipimpin oleh Budiman Arifin berhasil meloby pemerintah pusat untuk mencari ladang-ladang minyak yang baru, diantaranya disekitar muara Bulungan hingga ke Selangketo dan Desa Sajau Kecamatan Tanjung Palas Timur. Untuk mencari sumber migas tersebut pemerintah ketika itu menggandeng beberapa perusahaan dari negara China. * One / dari berbagai sumber.