FOTO : JURNAL KALTARA / ISTIMEWA

Oleh : Rahman Putrayani SS MM.

Berdasarkan hasil pengamatan potensi wisata alam sangat melekat di Kaltara. Banyak pihak yang mengatakan bahwa Kaltara memiliki banyak spot Air Terjun yang indah dan potensi wisata hutan 'Heart of Borneo'. Namun, selain potensi alam, Kaltara juga memiliki kearifan lokal yang masih kental yakni Kebudayaan Suku dan cerita Historis Kesultanan.

Selain itu, Tarakan sebagai kota 'singgah' merupakan pintu masuk/gerbang menuju wisata Maritim, baik Kaltara maupun akses ke kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Jika membahas dari sisi atraksi saja, Kaltara cukup memiliki variasi wisata yang dapat dikembangkan. Namun, atraksi saja tidak akan cukup. Dalam menilai potensi wisata Kaltara, penting memposisikan diri sebagai pihak konsumen (tourist). Hal yang dilakukan adalah mengamati apa yang menjadi kebutuhan, ekspektasi, dan keinginan terdalam turis pada saat melakukan wisata.

Atribut pariwisata dibagi dalam tiga bagian besar core value, dimana terdapat lima atribut yang digunakan untuk menganalisis potensi pariwisata di Kaltara (facilitating value).

Pertama, Ancillary Services atau fasilitas lain yang dibutuhkan turis seperti Bank, Telekomunikasi dan Rumah Sakit.Kedua, Available Packages atau paket wisata yang disediakan oleh agen perjalanan. Ketiga, Amenities atau akomodasi seperti Hotel, Hostel, dan fasilitas Perbelanjaan. 

Keempat, Accessibilities atau akses yang dibangun meliputi Jalan, Jembatan, Kendaraan Terminal, dan akses yang menghubungkan rute pariwisata. Terakhir, Attraction atau objek wisata yang dimiliki suatu daerah, meliputi keindahan alam, kebudayaan, festival, bangunan bersejarah dan acara/event.

Berdasarkan hasil kajian terhadap komponen diatas, di Kaltara ada tiga daerah kota dan kabupaten yang memiliki core value tertinggi yaitu Tarakan, Bulungan dan Malinau. Ketiga daerah ini masing-masing dapat diposisikan berbeda berdasarkan core value dan facilitating value.

Tarakan memiliki objek wisata kota dan sejarah lebih banyak akan diposisikan sebagai Historical City, sementara karena Bulungan memiliki potensi wisata Budaya maka diposisikan sebagai The Culture Center. Terakhir, Malinau memiliki keindahan alam melimpah maka dapat diposisikan sebagai The Nature Center. ***
 
Editor : Sahriansyah.