FOTO : JURNAL KALTARA / ISTIMEWA

MALINAU - Desa Setulang adalah salah satu desa diwilayah Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara.  Siapa nyana dulunya desa ini biasa-biasa saja, namun kini menjadi salah satu tujuan orang untuk berwisata.

Melejitnya nama Desa Setulang ditingkat nasional hingga kemancanegara ini berkat warga nya intens memelihara adat leluhur mereka. Memelihara warisan budaya yang terus diwariskan kepada generasi hingga kegenerasi berikutnya.

Seperti Tari, musik, keterampilan menganyam rotan dan pandan diturunkan dari generasi ke generasi. Termasuk di sini soal budaya sebagai orang yang hidup dan berkawan dengan sungai.

Perjuangan masyarakat desa Setulag menjadikan daerah mereka menjadi tanah harapan yang dalam proses untuk layak menjadi permukiman yang ditempuh lewat susah payah.  Namun pelan tapi pasti harapan itu pelan-pelan terwujud.

Dimana di Desa Setulang hari ini, akses ke fasilitas kesehatan, pendidikan dan layanan umum sudah tersedia dan lebih mudah diperoleh. Jalan ke kota Malinau bisa ditempuh dalam tempo satu jam. Listrik pun sudah masuk, tinggal sinyal telepon seluler yang masih belum maksimal.

Didesa Setulang tersebut sungai tidaklah jauh. Meski di hampir setiap rumah ada kamar mandi, setiap pagi dan sore warga masih saja mendatangi sungai.

Desa Setulang juga merupakan salah satu objek wisata di Kalimantan Utara, yang terletak di Kabupaten Malinau. Di desa ini juga terdapat hutan adat 'Tana Olen' yang cukup luas yaitu sekitar lebih dari 5.000 hektar yang dihiasi dengan pohon-pohon raksasa berusia ratusan tahun.

Disini, sudah tersedia 15 rumah yang dijadikan guest house bagi para wisatawan yang ingin bermalam, dengan kapasitas mencapai 50 orang.

Untuk diketahui, Desa Setulang pada tahun 2003 telah dianugerahi Penghargaan Kalpataru karena usaha masyarakatnya dalam menjaga lingkungan dengan kategori "Penyelamat Lingkungan". Selain itu, Setulang juga pernah masuk ajang bergengsi di Jepang yakni Water Contest.

Ayo jelajah alam Kaltara "the heart of borneo". * man.

Editor : Sahriansyah.