FOTO : JURNAL KALTARA / ISTIMEWA

-  Keputusan resmi tetap menjadi kewenangan DPP Partai, siapa bakal calon yang akan diusung dipilkada serentak, termasuk untuk Pilbup Bulungan
 
TANJUNG SELOR - Hasil survei bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang akan diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), sampai saat ini belum diumumkan. Tahapan nya disebut baru sebatas penjaringan dan penyampaian nama-nama bakal calon yang akan diusung oleh partai ke DPP PDIP di Jakarta.

"Hasil survei yang dilaksanakan  pada Bulan Desember 2019 lalu sudah disampaikan kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai PDIP di Jakarta, selanjutnya keputusan siapa nama bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Bulungan akan ditentukan oleh DPP, " terang Markus Juk, Ketua DPC PDIP Kabupaten Bulungan beberapa waktu lalu.

Ia juga menambahkan, bahwa kalau ada bakal calon yang mengklaim sudah mendapat rekomendasi partai, itu sepenuhnya tidak benar. 

"Hasil survei itu hanyalah merupakan tahapan awal untuk bakal calon apakah akan diusung atau tidak di Pilkada serentak nanti, " kata Markus Juk.

Masih ada beberapa tahapan lagi, diantara nya  Fit and profer test dan wawancara. Bukan dari hasil survei itu menjadi satu-satunya acuan untuk mendapatkan rekom tersebut.

Artinya, baik dari kader partai maupun bukan kader partai yang telah mencalonkan diri dari PDIP, apakah sebagai calon bupati atau wakil bupati diharapkan jangan mendengar isu maupun opini yang berkembang. Bahwa sudah ada bakal calon yang mendapat rekom dengan hasil survei yang tertinggi tersebut.

"Selaku ketua DPC yang menandatangani kontrak dengan PT Nusakom Pratama sebagai lembaga survei yang dipercaya oleh DPP untuk melakukan survei di Kabupaten Bulungan, dijelaskan bahwa sampai sekarang hasil survei hanya diketahui oleh DPP,   sementara DPC hanya sebatas mempasilitasi,  " imbuh Markus Juk.

Kendati demikian dalam hal ini DPC juga melakukan survei sendiri sebagai bahan perbandingan. Guna menguji validnya survei yang sudah  dilaksanakan pada bulan Desember lalu supaya hasilnya tidak timbul simpang siur.

Diketahui kata Markus Juk, untuk saat ini semua bakal calon masih menunggu pemanggilan dari DPP.

"Dari 34 Provinsi ada 17 Provinsi yang akan melaksanakan Pilkada dan 270 kabupaten kota, termasuk Kaltara, " imbuh Markus Juk.

Selanjutnya setelah pemanggilan oleh DPP baru akan diumumkan siapa saja bakal calon yang akan mendapat rekomendasi dari partai untuk maju bertarung di Pilkada serentak nanti. 

"Infonya untuk Bulungan dan Kabupaten lain nya di Kaltara, kemungkinan untuk fit and proper test akan dilaksanakan di Balikpapan, Kalimantan Timur, "  tutup Markus Juk. * Sahri.