FOTO : JURNAL KALTARA / ISTIMEWA

Oleh : Sahriansyah MD.
 
Fokus Kota Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, saat ini tidak saja harus secepatnya ditetapkan menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB). Melainkan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur dasar juga sangat-sangat mendesak untuk diperhatikan oleh pemerintah.

Contohnya, beberapa ruas jalan raya dalam kota yang mulai rusak dan berlubang. Misal salah satunya jalan Manggis saat ini mulai dalam kondisi rusak.

Belum lagi ruas jalan simpang yang ada dalam kota lainnya juga mengalami hal yang sama.

Sistem drainase kotanya juga belum maksimal. Sedikit hujan saja beberapa ruas jalan tersebut sudah tergenang. Memerlukan waktu lama untuk kembali kering seperti semula, lantaran belum ada aliran pembuangan air menuju sungai besar yang maksimal.

Sarana transportasi kotanya juga masih perlu disuport, dimana kota ini masih butuh angkutan rakyat yang murah. Terutama rakyat yang hidup jauh diluar kota, seperti yang ada dikecamatan terjauh dan masih satu daratan dengan kota Tanjung Selor.

Seharusnya Pemerintah sudah memikirkan bagaimana, angkutan murah untuk warga Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah, warga Kecamatan Tanjung Palas Timur, Tanjung Palas Barat, Peso Hilir dan Kecamatan Peso, agar lebih mudah dan murah bila ingin ke Tanjung Selor atau sebaliknya.

Bila ini sudah bisa disiapkan, maka secara otomatis ekonomi kerakyatan turut bergerak pula secara dinamis.

Bila kita cermati disektor pertanian, kelihatan nya upaya yang dilakukan masih setengah hati, belum terlihat pembinaan yang maksimal dan merata dirasakan oleh para petani yang ada.

Perihal itu bisa dilihat dari peralatan yang digunakan oleh petani masih serba manual. Padahal diera yang serba cepat dan tepat seperti sekarang kebutuhan petani akan alat mesin pertanian sudah harus wajib ada, maka barulah para petani bisa meraih hasil panen sesuai harapan.

Tengok saja para petani sayur mayur yang ada di kecamatan Tanjung Palas, untuk membuat gulutan sebagai media tanam masih menggunakan pacul. Tentu gulutan yang dipersiapkan jumlahnya juga terbatas.

Berbeda kalau para petani ini mempunyai traktor mini atau cultivator mini. Tentu untuk mengolah lahan lebih mudah. 

Dengan demikian beberapa masalah tersebut harus secepatnya menjadi perhatian pemerintah. Supaya cita-cita Kaltara menuju kedaulatan pangan segera terwujud. ***