FOTO : JURNAL KALTARA / ISTIMEWA

- Saat Pelantikan Sahabat Irianto (SI) di Nunukan.

 TANJUNG SELOR - Viral nya dugaan keterlibatan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN), saat pelantikan Sahabat Irianto di Nunukan beberapa waktu lalu sudah ditindaklanjuti Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Perihal tindaklanjut itu, disampaikan oleh Komisioner Bawaslu Kaltara, Andi Siti Nohriyati, kepada media ini melalui sambungan telpon selularnya, beberapa waktu yang lalu.

"Sudah ditindaklanjuti reman-teman Bawaslu Nunukan, terima kasih atas laporan dari media, " kata Andi Siti Nohriyati.

Diketahui, sesuai pemberitaan media online Newstara com, 

 jelang Pilgub Kaltara, Deklarasi Relawan Sahabat Irianto Diduga Dihadiri ASN, Bolehkah? 

Sesuai reales media online Newstara com, kemarin, menjelang pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) periode 2020. Sejumlah kandidat kabarnya terus memantapkan diri, dalam menyusun strategi dan sistem yang baik, seperti petahana yakni Gubernur Kaltara aktif H Irianto Lambrie yang baru saja melantik relawannya ‘Sahabat Irianto’ di gedung Ali Akbar jalan Fatahillah Nunukan Tengah beberapa waktu lalu.

Namun, sejumlah kalangan menilai ada yang janggal dalam kegiatan tersebut karena posisi H Irianto Lambrie menghadiri kegiatan tersebut masih dipertanyakan apakah yang bersangkutan sebagai kandidat Pilgub Kaltara atau sebagai Gubernur Kaltara aktif. Bahkan, diduga dihadiri ASN yang masih aktif di lingkungan Sekretariat Provinsi Kaltara.

“Diduga salah satu pelanggaran yang sudah jelas ketat adalah menghadiri deklarasi dengan atau tanpa menggunakan atribut, artinya kalau pakai pakaian preman pun kalau ketahuan yang bersangkutan adalah ASN, maka bisa ditindak,” tutur Pengamat Medsos & Politik Kaltara, Fajar Mentari kepada Newstara.com pada Minggu sore, (09/02/2020) di Tarakan. * Sahri / Yoko.