FOTO : JURNAL KALTARA / ISTIMEWA

Prediksi suatu saat Desa Labang, Kecamatan Lumbis Pansiangan Kabupaten Nunukan, suatu saat akan menjadi Zamrud Provinsi Kalimantan Utara dan Indonesia tidaklah berlebihan.

Mengingat posisi desa Labang tersebut persis digaris batas negara antara Indonesia dan Malaysia.

Desa  Labang akan jadi pusat perekonomian di bagian utara Provinsi Kalimantan Utara itu sudah diprediksi oleh bangsa Belanda saat menancapkan kukunya dibumi Pertiwi lebih kurang 400 hingga 500 tahun silam.

Pada masa penjajahan Belanda di Indonesia dan Inggris di Negeri Sabah, Malaysia kala itu telah memprediksi wilayah Labang Kecamatan Lumbis Pansiangan  menjadi wilayah penting bagi kedua negara.

Prediksi kedua negara penjajah ini, menilai letak Labang yang berada di tapal batas Indonesia-Malaysia sangat strategis dan penting. Wajar jika kedua negara ini memperkuat pengaruhnya di Labang.

Ketika Fischer, salah satu bangsa Belanda, melakukan ekspedisi di utara Borneo (Kalimantan Utara) lalu ditulis dan dilaporkan dalam Koran Preanger-Bode yang terbit di Bandung (Koran Hindia Belanda pada masa itu).

Bahwa Labang, sangat cocok untuk menjadi pusat pemerintahan dan pusat ekonomi sebagai pintu masuk perdagangan antar negara yang berbatasan dengan daerah sekitarnya.

Untuk memperlancar perdagangan antar negara, antara Sabah Malaysia dan Indonesia, sarat utama selain pembangunan pos PLBN, jalan tembus antar negara dari Labang menuju Malaysia dan Labang menuju kecamatan Lumbis juga harus disegerakan.

Agar arus barang antar negara bisa lancar pengiriman nya.

Bila ini terwujud, suatu saat Desa Labang tidak hanya menguntungkan kecamatan dan kabupaten tetangga disekitarnya, namun juga bisa menjadi penopang perdagangan antar negara di calon ibukota negara (IKN) kelak bila dipindahkan dari Jakarta ke Penajam Provinsi Kalimantan Timur. * Sahri.


.