FOTO : JURNAL KALTARA / ISTIMEWA

- Membumikan Pancasila, tidak ada ruang dan tidak ada batas antara masyarakar serta tidak mengkotak-kotakan masyarakatnya. 

TANJUNG SELOR - Tindak lanjut dari Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) beberapa waktu lalu partai banteng mocong putih ini kembali akan menggelar Rapat Kerja Cabang di masing-masing Kabupaten dan kota di Kaltara.

"Program dari Rapat Kerja. Nasional (Rakernas), Rakerda, maupun Rakercab harus tegak lurus, " terang Norhayati Andris, Sekretaris Rakerda PDIP Kaltara, kemarin.

Keterkaitan nya dengan tahapan-tahapan bakal calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah , ada beberapa orang yang sudah dipanggil oleh DPP PDIP untuk fit and proper test.

Dari tahapan yang selanjutnya untuk para bakal calon, yaitu interview dan membaca survey. Setelah itu lanjunya, para bakal calon akan dipanggil oleh DPP. 

"Baru nama-nama bakal calon diumumkan oleh ibu Ketua Umum, ibu Megawati Soekarno Putri secara serentak dan live dimedia visual, " ungkap Norhayati Andris.

Harapan lain dari DPD PDIP Kaltara dari 3 Calon Bupati dan Wakil Bupati maupun Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur bisa ikut diumumkan secara serentak nanti.

"Dalam hal ini kita  sendiri tidak tau siapa nama-nama yang akan diumumkan, " imbuh Norhayati.

Menyinggung gambaran figur bakal calon yang diinginkan PDIP,  Norhayati Andries mengatakan, antara lain bisa membumikan Pancasila, tidak ada ruang dan tidak ada batas antara dia dan masyarakat, tidak mengkotak-kotakan masyarakatnya. Sehingga masyarakat merasa Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah mereka adalah bapak mereka semua.

"Serta tidak mewakili salah satu etnis, suku dan agama, tetapi ia bisa menjadikan figurnya jadi orang tua untuk semua orang, " tukas Norhayati.

Serta berkiblat kepada Pancasila, mengingat Kaltara juga berada diwilayah perbatasan. Dapat menjaga kedaulatan NKRI menjadi salah satu pertimbangan untuk bakal calon bisa diusung oleh PDIP.

"Semua yang mendaftar pasti memiliki rekam jejak dan ibu Ketua Umum bisa menelaah itu, disamping masukan dari DPD dan hasil survei yang diturunkan oleh partai juga menjadi pertimbangan khusus, " tutup Norhayati Andries. * Sahri.