FOTO : JURNAL KALTARA / ISTIMEWA

Deddy Sitorus  : Alasannya Pandemi Corona Bisa Mengganggu Tahapan Pilkada

 
JAKARTA - Desakan agar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak diundur pelaksanaan nya pada tahun 2021 mendatang kian bergulir deras,  salah satu pertimbangan nya adalah akibat masih belum kunjung teratasi nya penyebaran Virus Corona (Covid - 19) di Indonesia.

Keinginan agar Pilkada serentak diundur juga kian deras berhembus dari senayan, salah satunya dari Ir Deddy Yevri Hanteru Sitorus (Dedy Sitorus) anggota Komisi VI DPR RI, dari Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Kalimantan Utara.

Dihubungi melalui pesan WhatsAPP, Deddy Sitorus mengatakan, diundurnya pelaksanan Pilkada pada tahun 2021 mendatang sangat rasional sekali. Karena kita semua tidak tau kapan Pandemi Corona Virus Disease 2019 ini akan berakhir.

"Rasional untuk diundur karena kita tidak tau apakah Pandemi sudah berakhir pada bulan Mei 2020 ini. Sehingga pastinya akan berpengaruh terhadap paksanaan tahapan-tahapan Pilkada. Jadi kalau dipastikan pelaksanaannya tahun depan, itu lebih terukur, " kata Deddy Sitorus.

Lebih etisnya lagi kata dia,  adalah agar para incumbent dapat fokus bekerja dalam penanganan Pilkada, tanpa terpengaruh persiapan Pilkada. 

"Kalau misalnya dilaksanakan tahun ini disamping tidak fokus, bisa saja Pandemi dan bansos juga rawan dipakai untuk keuntungan politis. Dengan demikian, tidak ada kesetaraan diantara calon kontestan Pilkada, " tegas Deddy. *
 
Reporter : Sahri.