FOTO : JURNAL KALTARA / ISTIMEWA

TANJUNG SELOR -- Masyarakat Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, khususnya warga yang bermukim dikota Tanjung Selor terus mempertanyakan penanganan kasus dugaan pelanggaran daya atau yang trend disebut oleh masyarakat konsumen dengan sebutan pencurian aliran listrik, yang diduga dilakukan oleh manajemen pada salah satu Hotel berbintang di Tanjung Selor (Crown Hotel, Red) hingga saat ini dinilai tidak jelas penanganannya oleh PT PLN (Perusahaan Listrik Negara) Area Berau dan Kaltara. Yang mana pada awalnya kasus dugaan pelanggaran daya aliran listrik tersebut terungkap saat PT PLN Area Berau dan Kaltara melakukan pemeriksaan secara mendadak terhadap KWH Hotel Crown yang ditengarai sangat mencurigakan karena terdapat salah satu kabel dalam kilometer tidak berfungsi. Manajer PT PLN Area Berau dan Kaltara Chaedar saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon selularnya, Jumat (26/09) mengatakan, bahwa kasus yang saat ini ditangani pihaknya masih dalam tahap evaluasi oleh tim. Sehingga belum dapat dipastikan bentuk pelanggaran dan sanksi apa yang akan diterapkan oleh pihak PT PLN kepada manajemen hotel tersebut. Dikatakan Chaedar, apabila pelanggan PT. PLN tersebut nantinya terbukti melakukan pelanggaran maka pihaknya akan memberikan sanksi secara hokum Perdata seperti denda sesuai tingkat pelanggarannya, tentunya berdasarkan hasil evaluasi oleh tim yang menanganinya terkait pelanggaran yang dilakukan. "Kalau memang nantinya terbukti akan kami tindak dan memberikan sanksi perdata, dan soal sangsi Pidana akan diserahkan kepada penyidik, "ungkap Cahedar. Ketika didesak kapan hasil evaluasi itu selesai dilaksanakan, Manajer yang baru dilantik tiga bulan lalu itu tidak dapat menjelaskan dan memastikan kapan proses evaluasi itu selesai dilaksanakan oleh tim. Namun yang pasti jelas Chaedar masih dalam proses evaluasi dan manajemen PT PLN terus mempelajari jenis sangsi yang akan diterapkan Lebih lanjut Ia juga menambahkan, terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan hotel Crown pihaknya menduga ada indikasi kuat terjadinya pelanggaran pemakaian aliran listrik, hanya saja pihaknya (PLN, Red) belum dapat memastikan berat ringannya bentuk sanksi yang diberikan. "Yang pasti ada sanksinya, namun berat atau ringan itu tergantung bentuk pelanggarannya karena sedang kita evaluasi," imbuh Chaedar berulang-ulang menyebutkan Menurutnya, pihak PLN Berau juga telah melaporkan kasus dugaan pelanggaran tersebut kepada Pimpinan Wilayah PT PLN di Balikpapan sebagai laporan. "Semua hasil evaluasi yang dilakukan oleh tim nantinya juga akan dilaporkan pada kantor wilayah tersebut, " kata Chedar lagi. Sayangnya Manager PT PLN Area Berau Chaedar yang saat dihubungi via phonselnya mengaku sedang rapat sehingga tidak dapat memberikan penjelasan lebih lanjut, namun ia membantah kalau penanganan kasus tersebut lamban. "Masih sedang kita proses, mohon maaf pak saya sedang rapat". Ujarnya, dan langsung menutup sambungan teleponnya. *