FOTO : JURNAL KALTARA / ISTIMEWA

KALTARA - Provinsi Kalimantan Utara merupakan provinsi yang letak geografisnya sangat strategis, dimana hampir sebagian wilayahnya berbatasan langsung dengan Negara tetangga Malaysia, dan Filiphine. Wajar saja deteksi dini aparat maupun masyarakat yang ada diperbatasan tersebut sangat dibutuhkan sekali, bukan tidak mungkin juga daerah ini sangat rawan untuk dilintasi oleh para teroris dan jaringan ISIS yang lagi diresahkan warga di seluruh dunia. Terkait Jaringan ISIS yang dianggap aliran radikal itu, Sabtu 10/10/2014 sekitar pukul 13.15 Wita, Kapolda Kaltim Irjend Pol Drs Andayono melakukan kunjungan silaturahmi dengan unsure FKPD dan pengurus FKUB sekota Tarakan di Restoran Royal Crown guna membahas hal tersebut. Selain silaturahmi kunjungan orang nomor satu dijajaran Kepolisian Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara ini lebih kepada menyampaian himbauan. Agar seluruh stake holder didaerah lebih waspada terhadap jaringan ISIS dimaksud. Seperti yang disampaikan Andayono dalam sambutannya, bahwa kunjungan nya beserta rombongan semata-mata hanya untuk menjalin tali silaturahmi, baik terhadap Tokoh Agama, Tokoh adat maupun seluruh warga Kaltara. Sebagai sebuah daerah otonom baru (DOB), kondusifitas provinsi ini menjadi sangat penting sekali. Terutama pada persolanan kerukunan umat beragamanya, agar kedepan seiring kemajuan daerah semuanya tetap menjalin persaudaraan dengan baik. " Meski berbeda suku, agama, tapi kita ada dalam satu wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang menganut paham Bhineka Tunggal Ika," kata Andayono. Dalam kunjungannya Kapolda Kaltim juga berharap agar masyarakat bisa segera melaporkan jika "mencium" pergerakan ISIS di wilayah nya masing-masing. Kehadiran Kapolda sebagai Pejabat Polri tertinggi di Kaltim ini juga berharap agar bisa diterima oleh seluruh lapisan masyrakat Kaltara. Termasuk warganya bisa menggalang kerjasama dalam membantu tugas Polri, karena masyarakat itu sejatinya adalah mitra Polisi. *