Connect with us

Nunukan

Bantu 1050 Titik Bantuan Hibah Pemasangan Air Minum Untuk Warga Nunukan

Bupati Nunukan Provinsi Kalimantan Utara Hj Asmin Laura Hafid Menyerahkan Secara simbolis bantuan hibah pemasangan Air Bersih kewarga sebanyak 1.050 titik sambungan.

NUNUKAN – Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid menyerahkan bantuan pemasangan sambungan kerumah (SR) air minum perkotaan sebanyak 1050 unit secara simbolis kepada masyarakat Nunukan berpenghasilan rendah yang ditandai dengan pemutaran kran air, yang dilaksanakan di halaman kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Nunukan, Senin (20/07).

Hal tersebut merupakan program hibah tahun anggaran 2020 dengan sambungan mencapai 1050 unit rumah tangga yang terbagi di antaranya seperti di Sebatik Utara dan Sebatik Timur sebanyak 541 sambungan, Nunukan dan Nunukan Selatan sebanyak 509 sambungan, ini merupakan wujud dari komitmen pemerintah daerah dalam rangka pemenuhan kebutuhan dasar pada akses air bersih. Melalui PDAM ‘Tirta Dharma’ untuk meluaskan jaringan, sehingga dapat terus menekan angka jumlah masyarakat yang belum terlayani air bersih.

Ia menuturkan progam ini sebagai stimulan dan kepedulian dari pemerintah daerah, dalam hal ini PDAM Nunukan pada pelaksanaan bantuan sambungan ke rumah air bersih yang semula pemasangan sambungan rumah reguler sebesar 2.519.000 menjadi 600.000 per sambungan kilometer.

“Saya berharap semoga pemasangan ini dapat dilakukan tepat waktu, dan para pelanggan bisa menikmati serta memanfaatkannya,”ujar Laura, Senin pagi (20/7).

Dalam pelaksanaan aktivitasnya masih ditemukan kekurangan kekurangan namun itu semua terus diperbaiki sehingga mutu layanan PDAM juga terus meningkat. Menjadi harapan saya kiranya masyarakat juga dapat memberikan masukan dalam pelaksanaan penyediaan air bersih ini.

“Saya rasa PDAM Nunukan akan menerima dengan tangan terbuka segala masukan masyarakat guna memperbaiki yang lebih baik dalam pelayanan pemenuhan air bersih ini,”jelasnya.

Bupati Laura juga menyampaikan selamat kepada masyarakat penerima bantuan sambungan rumah hibah air minum di tahun ini.

“Saya ucapkan selamat kepada bapak ibu rumah tangga penerima bantuan sambungan rumah hibah air minum tahun 2020 ini,”katanya *

Sumber : Humas/MDF.
Editor    : Sahri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Nunukan

Tanggap Darurat COVID-19 Di Cabut, Ini Kata Bupati Nunukan

Hj Asmin Laura Hafid Bupati Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara.

NUNUKAN – Setelah adanya tanggap darurat COVID-19 resmi dicabut presiden. Karena fungsinya kini diemban oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 yang berada di bawah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Pembagian sembako tahap II dari Pemerintah Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara akan dikomunikasikan kembali ke BPKP

Hal tersebut berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2020 tentang Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Bupati Nunukan, Hj Asmin Laura Hafid mengatakan alasan lainnya, disebutkan tim gugus tugas juga telah dibubarkan oleh Pemerintah pusat sehingga tidak memiliki landasan hukum untuk membagi anggaran COVID-19.

Selain itu, Kabupaten Nunukan telah dinyatakan masuk status zona hijau COVID-19 sehingga bantuan yang berkaitan dengan bantuan sembako tidak diadakan lagi pasca dicabutnya tanggap darurat COVID-19. Namun terkait pembagian BLT tahap II akan dikomunikasikan kembali ke Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Saat ini status tanggap darurat itu sudah dicabut dan presiden secara resmi sudah membubarkan tim gugus tugas COVID-19,”ujar Laura

Namun, Pemerintah daerah Nunukan tetap akan mengusahakan bantuan dalam bentuk lainnya seperti bantuan langsung tunai (BLT). Bahkan, kata Laura sapaan Bupati Nunukan, Pemkab Nunukan masih berusaha mendapatkan beras untuk bantuan kepada warga. *

Reporter : MDF/Humas.
Editor.     : Sahri.

Continue Reading

Kaltara

Ribuan Alat Rapid Test Bantuan Deddy Sitorus Untuk Kaltara

Poto bersama tenaga ahli Deddy Sitorus Anggota Komisi VI DPR RI dengan staf RSUD Nunukan Kaltara usai penyerahan alat Rapid Test.

NUNUKAN – Tim Rumah Sakit Umum Daerah (RS-UD) Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, mendapat bantuan 200 alat Rapid Test dari Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Ir Deddy Yevri Hanteru Sitorus MA melalui staf ahli, Saddam Husain, didampingi Ketua DPC PDI-P Lewi.

Penyerahan bantuan di RS-UD Nunukan, diterima langsung oleh direktur RS-UD dr Dulman, selasa, (28/07)

dr.Dulman dalam suasana yang sederhana menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas bantuan alat rapid test yang diberikan oleh Deddy Sitorus tersebut.

“Kita sangat berterima kasih atas bantuan ini, terimakasih kepada bapak Deddy Sitorus selaku Anggota DPR RI dapil Kaltara dan PDI Perjuangan Nunukan. Bantuan ini tentu memberikan semangat dan manfaat bagi kita semua dari pihak rumah sakit dapat mengambil langkah yang tepat bagaimana mencegah penyebaran COVID-19 di Nunukan,” kata Dulman

dr.Dulman berharap, sinergitas antara pemerintah daerah khususnya kabupaten Nunukan dapat terus berjalan selaras dengan DPR RI.

“Sinergitas dengan DPR RI. ini kita harap terus berlanjut dimasa- masa yang akan datang, “kata Dulman (28/07)

Sedangkan Saddam Husain yang mewakili Bang Deddy sapaan akrab Anggota DPR-RI menjelaskan bahwa bantuan alat Rapit Test tersebut tidak hanya dibagikan untuk Kabupaten Nunukan. namun juga nantinya ada untuk daerah lain di Kaltara.

“Terimakasih buat Deddy Sitorus, yang sangat peduli terhadap masyarakat Kalimantan Utara, Alat Rapid Test ini dibagikan ada ribuan jumlahnya, baik itu yang dibagikan di Kabupaten Malinau, Tanjung Selor (Bulungan), Kabupaten Tanah Tidung, Kota Tarakan dan Nunukan,” pungkasnya.

Reporter : MDF.
Editor      : Sahri.

Continue Reading

Hukum

Aparat Diminta Berantas Habis Peredaran Narkoba di Sebatik

Hamsing, anggota DPRD Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara.

NUNUKAN – Anggota DPRD Nunukan, Hamsing, dari Dapil II Sebatik mendesak aparat Kepolisian untuk memutus mata rantai peredaran Narkoba jenis sabu di Pulau Sebatik

Hamsing mengatakan, bahwa Polri dalam hal ini Satresnarkoba harus lakukan penyeliidikan secara komprehensif, menelusuri dan membasmi. Bukan sekedar “kulitnya” namun harus bisa sampai ke akarnya.

“Soal bagaimana caranya, mereka lebih tau karena sudah diberikan pengetahuan untuk melakukan hal itu,”ujar Hamsing Senin Sore (27/07).

Hamsing memberikan apresiasi kinerja kepada aparat keamanan dalam hal ini satgas pamtas 623 BWI RI-Malaysia yang berhasil menggagalkan peredaran sabu seberat 7,1 Kg di Pulau Sebatik.

“Ini menjadi catatan penting bagi semua pihak, terutama petugas untuk bisa memberantas peredaran narkoba di pulau perbatasan Sebatik,” katanya

Di sisi lainnya ia berpesan bahwa penangkapan kurir sabu-sabu ini harus di ungkap sampe ke akar-akarnya agar bisa di berantas peredaran narkoba, jangan cuma kurirnya yang di jadikan tumbal.

“Saya sangat prihatin dengan kondisi generasi muda kita kedepan jika peredaran narkoba ini tidak cepat di cegah atau di atasi, ” terang Hamsing.

Ia juga memohon kepada Kapolri mau pun Kepala BNN RI harus mendengar kondisi di perbatasan Kalimantan Utara (Kabupaten Nunukan).

“Jujur saya katakan, Kondisi kita di Sebatik sudah dalam kondisi darurat peredaran narkoba, dari dulu sampai sekarang Pulau Sebatik selalu di jadikan tempat jalur masuknya Narkotika jenis (Sabu-sabu), ” bebernya.

Tak lupa ia menambahkan peredaran narkoba atau jalur masuknya sabu di Pulau Sebatik ibarat menjual kacang goreng, atau jual beli kacang goreng dengan mudah bisa saja kecolongan, dan kita belum maksimal menumpas secara masif peredaran Narkobanya itu.

Kedepan lanjutnya, penting adanya sikap dan bentuk nyata keprihatinan bersama, baik dari Pemerintahan Kabupaten Nunukan, yaitu pemerintah dan DPRD, maupun aparat keamanan, baik itu TNI-Polri dan BNNK serta masyarakat atas maraknya peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba di wilayah ini.

Dalam rangka mengantisipasi dan melakukan pencegahan terhadap peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba secara dini tidak mungkin dengan hanya menyerahkan pada BNN dan Polri saja tapi harus melibatkan banyak pihak, terutama masyarakat. *

Reporter : MDF.
Editor      : Sahri.

Continue Reading

Trending

Copyright © 2020 JurnalKaltara.com, Web Design by Ciptamedia Kreasi