Connect with us

Berita Bulungan

Datu Buyung : Tolong Awasi Ketat Angkutan Barang Dijalan Bulu Perindu

Published

on

Drs Datu Buyung Perkasa MPd Ketua Lembaga Adat Kesultanan Bulungan (LAKB) Provinsi Kalimantan Utara.

-Bila perlu tempatkan petugas pengawas 1 x 24 jam setiap hari

TANJUNG SELOR – Ketua Lembaga Adat Kesultanan Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, Drs Datu Buyung Perkasa M Pd, meminta petugas yang berwenang untuk mengawasi ketat jumlah tonase angkutan truk yang melintas di jalan Bulu Perindu menuju jalan Meranti Tanjung Selor.

Agar jalan tersebut awet dan tidak mengalami kerusakan, yang pada akhirnya akan merugikan banyak masyarakat yang melintas menggunakan akses jalan tersebut.

“Seyogyanya angkutan barang yang melintas menggunakan akses jalan Bulu Perindu menuju Meranti diawasi ketat. Kalau tonase angkutan mencurigakan hendaknya dikurangi, kasian pengguna lain kalau jalan nya cepat rusak berlubang dan bergelombang, ” kata Datu Buyung.

Apalagi keberadaan ruas jalan Bulu Perindu menuju Meranti ini merupakan satu-satu akses masuk ke kota Tanjung Selor. Tentu harus dalam. Kondisi baik, aman dan nyaman untuk dilintasi.

“Kalau bisa selama jembatan Jelarai belum bisa difungsikan, petugas pengawas angkutan barang harus stand by, bila perlu 1 x 24 jam ada disana, khusunya djpintu masuk menuju kota, ” tegasnya.

Ia juga mengingatkan para pengendara, baik pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat harus mematuhi anjuran atau rambu yang sudah ada yakni 20 Km/jam.

“Kasian kalau ada yang laju diatas rata-rata pasti saat musim panas menimbulkan debu yang merugikan kesehatan pengguna jalan lain nya, termasuk warga yang bermukim disepanjang jalan Bulu Perindu saat ini, ” ungkap Datu Buyung.

Kelak lanjutnya, bila ruas jalan ini akan ditingkatkan, baik dengan konstruksi aspal hotmiks atau konstruksi beton bertulang (Rigid), yang perlu diperhatikan adalah agregat awal, mengingat selain berada dirawa yang luas, air pasang surut disungai Kayan dan sungai Terusan sangat juga sangat berpengaruh terhadap dasar tanah yang ada.

“Saran saya pondasi jalan harus kokoh dulu, baru ditingkatkan menjadi jalan beraspal atau Rigid, ” tutup Datu Buyung Perkasa. *

Reporter : Sahri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bulungan

Malam Hari, Kondisi Jembatan Jelarai Bulungan Masih Gelap Gulita

Published

on

Jembatan Jelarai belum memiliki lampu Penerangan Sehingga Malam Hari masih gelap gulita saat dilintasi.

TANJUNG SELOR – Para pengendara kendaran bermotor roda dua maupun roda empat, bila melintasi jembatan Jelarai, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, terutama pada malam hari harus ekstra hati-hati, lantaran gelap gulita, karena belum ada satupun lampu penerangan yang terpasang disana.

Padahal selain untuk lintasan kendaraan bermotor, warga sekitar juga banyak yang berjalan kaki melintas dijembatan tersebut, walaupun pada malam hari.

Hasil pantauan media ini, Kamis, 13/5/2021 malam, saat melintas tak tampak adanya lampu yang menerangi jembatan itu. Padahal selama dibuka aktifitas kendaraan melintas disana nyaris padat selama 24 jam setiap harinya.

Melihat jembatan Jelarai yang gelap gulita pada malam hari itu, sangat berbanding lurus dengan 3 jembatan lain yang ada di Tanjung Selor, dimana selalu terang benderang pada malam hari nya.

Misalnya, jembatan Meranti, jembatan Sungai Terusan dan jembatan Kayan 1 yang menghubungkan Tanjung Palas dan Tanjung Selor. *

Reporter : Sahri.

Continue Reading

Bulungan

Program Dedi Sitorus Berbagi Idul Fitri, Berlanjut di Bulungan

Published

on

Program Dedi Sitorus Berbagi.

TANJUNG SELOR – Program Dedy Yevry Hanteru Sitorus (Dedy Sitorus), anggota DPR RI Dapil Kaltara dari Fraksi PDI Perjuangan, berbagi bingkisan lebaran Idul Fitri 1442 H dilima kabupaten kota, terus berlanjut, misal nya, Rabu, 12/5/2021, atau H – 1 dilaksanakan lagi di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.

Program berbagi Dedi Sitorus atau yang akrab disapa di Kalimantan Utara DS ini, dilaksanakan oleh anggota DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten Bulungan, dari Fraksi PDIP.

Disela acara pembagian bingkisan, Alberthus SM Baya ST, anggota DPRD dari Fraksi PDIP, mengatakan, ini adalah sumbangan berupa bingkisan dari DS dalam bentuk bantuan sosial kepada masyarakat khususnya para sopir angkot untuk menyambut lebaran Idul Fitri 1442 H.

“Dan ini lanjutnya, dilaksanakan di lima kabupaten kota di Kalimantan Utara, ” tegas Albert.

Sementara, Rosana Serang, anggota DPRD Kabupaten Bulungan dari PDIP menyebut, dengan program berbagi dari Dedi Sitorus untuk warga yang membutuhkan.

“Pak Dedi Sitorus juga berpesan, agar kita semua tetap mematuhi protokol kesehatan ditengah masih mewabahnya pandemi Covid – 19, ” ujar Rosana Serang.

Sedangkan Purani Jaui, DPRD Kabupaten Bulungan, dari PDIP juga memaparkan, semoga sembako yang diberikan bisa bermanfaat bagi yang menerimanya.

“Ini merupakan salah satu sumbangsih bang Dedi Sitorus kepada kita semua, ” tutup Purani Jaui. *

Reporter : Sahri.

Continue Reading

Bulungan

Indahnya Eceng Gondok Sungai Selor Bulungan di Malam Hari

Published

on

Hamparan eceng gondok terlihat dari jembatan Meranti Bulungaj dimalam hari.

TANJUNG SELOR – Bila melintas di jembatan Meranti, Tanjung Selor Kabupaten Bulungan, pada malam hari, tidak saja kita disuguhkan oleh puluhan lampu penerangan yang sangat terang benderang, namun juga bisa melihat keindahan hamparan eceng gondok yang nyaris menutupi permukaan sungai Selor yang ada disekitar jembatan tersebut.

Sejauh mata memandang, yang terlihat hanya hamparan eceng gondok yang menghijau. Sangat pas untuk melatih otot mata agar selalu sehat sepanjang masa.

Mencermati sejarah sungai Selor, saat masih bisa dilintasi oleh berbagai ukuran jenis perahu long boat, menurut para tetua sangat dibutuhkan warga dengan berbagai kepentingan nya.

Mulai dari bongkar muat barang, hingga tempat berenang ria saat air pasang tiba.

Tapi saat ini sejak terjadi pendangkalan sungai itu, perlahan tapi pasti tumbuhan air jenis eceng gondok terus tumbuh tai terkendali. Akibatnya seluruh permukaan sungai sudah nyaris tertutup dan rak bisa lagi dilintasi.

Demikian pula di Sungai Buaya, yang memang satu alur dengan sungai Selor tersebut. Tidak saja terjadi pendangkalan, namun hamparan eceng gondok juga mulai m nutupi permukaan sungainya. *

Reporter : Sahri.

Continue Reading

Trending

Copyright © 2020 JurnalKaltara.com, Web Design by Ciptamedia Kreasi