Connect with us

Berita Pemprov Kaltara

Hore, Oktober Ini Gaji GTT Dan PTT Kaltara Naik Lagi

Published

on

Firmananur, PLT Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Utara.

TANJUNG SELOR – Kabar gembira untuk Gurut Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang berada pada satuan lingkup Pemprov (Pemerintah Provinsi) Kalimantan Utara, pasal nya gaji mereka per Oktober 2020 akan dinaik kan.

GTT dan PTT yang naik gaji tersebut, dalam hal ini yang mengabdi di SMA/SMK dan Sekolah Luar Biasa (SLB).

Menurut Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Utara, Firmananur, bahwa perubahan gaji tersebut sudah dilakukan awal bulan Oktober 2020 ini, dalam anggaran perubahan.

Adapun perubahan gaji itu, yakni untuk GTT berpendidikan S1 naik sebesar Rp 500 ribu, atau dari sebelumnya bergaji Rp 2,5 juta per bulan kini menjadi Rp 3 juta per bulan. Sementara untuk PTT berpendidikan S1, gajinya bertambah sebesar Rp 900 ribu. Atau dari sebelumnya bergaji Rp 2,1 juta per bulan menjadi Rp 3 juta per bulan.

Lalu, untuk PTT berpendidikan D-3 naik sebesar Rp 666 ribu. Atau dari sebelumnya bergaji Rp 2,1 juta kini menjadi Rp 2.776.000 per bulan. Sedangkan untuk bertitel D-2, kini bergaji Rp 2.616.000 per bulan.

Bagi PTT berpendidikan SMA, SMK, MAN dan sederajat, naiknya sebesar Rp 400 ribu atau dari Rp 2.050.000 menjadi Rp 2.450.000 per bulan. Dan, bagi PTT berpendidikan SD, SMP dan sederajat gajinya naik Rp 416 ribu, atau dari Rp 1.850.000 menjadi Rp 2.266.000 per bulan.

“Kenaikan gaji ini merupakan kebijakan Gubernur Kaltara H Irianto Lambrie yang tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Kaltara Nomor 188.44/K.622/2019 tentang Standar Satuan Harga Belanja Pegawai Dan Belanja Barang Jasa Pemprov Kaltara Tahun Anggaran 2020, yang ditetapkan pada tanggal 2 September tahun 2019,” tutur Firman.

Lebih lanjut, penggajian bagi GTT dan PTT yang mengajar atau bekerja pada sekolah yang berada di lingkup Pemprov Kaltara melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang masuk dalam Bantuan Operasional Sekolah (BOP).

“Kalau teknis penggajiannya itu langsung dari sekolah, karena dari Disdikbud hanya menyalurkan ke sekolah, nanti dari sekolah yang menyalurkannya kepada GTT dan PTT,” bebernya.

Tak itu saja, Pemprov Kaltara juga telah menyalurkan insentif bagi GTT dan Guru Tetap Yayasan (GTY)-yang berada dalam kewenangan Pemprov Kaltara-untuk tahap kedua gelombang pertama.

“Insentif guru tahap kedua gelombang pertama sudah dicairkan. Yang cair itu, insentif bulan Juli hingga September 2020,” ulasnya. Selanjutnya, atau gelombang kedua sekaligus yang terakhir akan dicairkan pada Oktober hingga Desember.

Untuk insentif guru ini, Pemprov Kaltara menganggarkan sebesar Rp 5.856.000.000. “Dari jumlah yang dianggarkan itu, untuk GTT dianggarkan melalui dana kegiatan sebesar Rp 2,9 miliar dan untuk GTY melalui dana hibah sebesar Rp 2,8 miliar,” ucapnya.

Diinformasikan juga, penyaluran insentif guru tahap pertama pada Januari hingga Juni sudah tersalurkan kepada 444 GTT, dan 480 GTY.

“Untuk teknis penyalurannya, insentif yang bersumber dari dana hibah untuk GTY, Disdikbud Kaltara yang mengumpulkan berkas dan untuk pencairannya dari BPKAD karena bentuk hibah. Kalau GTT, langsung disalurkan melalui Disdikbud Kaltara, “ tuntasnya. * Nina AF.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pemprov Kaltara

46 Ekor Sapi Bantuan Pemprov Kaltara Ke Kelompok Peternak

Published

on

Pjs Gubernur Kaltara Dr Teguh Setyabudi M Pd secara simbolis menyerahkan bantuan ternak sapi kepada kelompok peternak desa Pejalin Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan.

TANJUNG PALAS – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, kembali memberikan bantuan ternak Sapi kepada masyarakat untuk dikembangkan, kali ini bantuan itu diberikan kepada warga Desa Pejalin, Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan.

Selain Peternak di Desa Pejalin, bantuan serupa juga diberikan kepada peternak yang ada di Kabupaten Nunukan.

Untuk Desa Pejalin diberikan sebanyak 15 ekorx terdiri dari 14 ekor sapi betina dan 1 ekor sapi jantan. Sedangkan untuk Nunukan sebanyak 31 ekor, dengan total keseluruhan sapi untuk dia kabupaten tersebut sebanyak 46 ekor.

Saat penyerahan sapi, Pjs Gubernur Kaltara Dr Teguh Setyabudi M Pd berpesan kepada para petani yang telah menerima bantuan agar benar – benar memelihara secara serius dan dikembangbiakkan hingga menghasilkan ternak sapi yang banyak.

“Hal penting yang perlu diperhatikan dalam beternak adalah, ketersediaan pakan berkualitas, memperhatikan kandang, kesehatan dan juga sistem perkawinannya. Baik itu secara alami atau melalui inseminasi buatan,” pesan Pjs Gubernur.

Melalui bantuan ternak ini, Teguh berharap, dapat menunjang perkembangan peternakan dan berhasil meningkatkan kesejahteraan petani. “Tujuan lain untuk meningkatkan ketersediaan daging, sehingga menjadikan Kaltara sebagai daerah swasembada daging,” imbuhnya 23/10/2020 lalu.

Turut hadir dalam penyerahan bantuan ternak di desa Pejalin tersebut, Sekretaris Provinsi H Suriansyah, Bupati Bulungan H Sudjati, para pejabat terkait, serta sejumlah petani dan masyarakat di desa itu. * Nina AF.

Continue Reading

Pemprov Kaltara

Kepasar Induk, Pjs Gubernur Kaltara Ingatkan Soal Protokol Kesehatan

Published

on

Pjs Gubernur Kaltara Dr H Teguh Setyabudi M Pd Mengunjungi Dan Membagikan Masker kepada pengunjung pasar Induk Tanjung Selor Kabupaten Bulungan.

TANJUNG SELOR – Perhatian Pjs Gubernur Kaltara Dr Teguh Setyabudi M Pd, terhadap percepatan penanganan atau memutus mata rantai penyebaran Pandemi Covid – 19 diwilayah kerjanya cukup tinggi sekali.

Misalnya saja, Sabtu, 24/10/2020, ia terjun langsung ke pasar Induk Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, untuk mensosialisasikan pentingnya bagi setiap orang untuk mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Kunjungan Pjs Gubernur kepasar induk itu, didampingi oleh Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara Andi Santiaji dan tim untuk membagikan masker kepada pedagang pasar dan pengunjung.

“Ini saya akukan sebagai bagian dari sosialiasi penggunaan masker, dan kecintaan saya kepada masyarakat Kaltara, ” kata Teguh.

Dalam kunjungan itu ia juga menyusuri setiap bagian dari Pasar Induk dan menyapa kepada pedagang dan pengunjung.

Mereka yang tidak memakai masker, tidak segan ditegur. Itu juga dilakukan kepada yang tidak memakai masker dengan benar atau hanya dicantolkan di dagu.

“Tetap pakai masker dan pakai dengan benar. Ini saya katakan bukan demi kepentingan sendiri tapi bagi banyak orang, demi kesehatan bersama,” ucapnya.

Di akhir kunjungannya, Teguh meminta kepada Kalak BPBD Kaltara untuk selalu melakukan kegiatan bagi masker.

“Tetap terus-menerus disosialisasikan pemakaian masker dan juga pembagian masker. Jangan bosan-bosan. Buat tim juga untuk menjaga kesehatan biar menjadi contoh kepada masyarakat,” tutupnya.

Selanjutnya, Kalak BPBD Kaltara dan Kadis Sosial beserta tim melanjutkan sosialisasi dan pembagian masker di pelabuhan speedboat Tanjung Selor. *humas/Nina AF.

Continue Reading

Pemprov Kaltara

Antisipasi Kluster Liburan, Warga Kaltara Sebaiknya Dirumah Saja

Published

on

Pjs Gubernur Kaltara, Dr Teguh Setyabudi M Pd (kanan).

TANJUNG SELOR – Pjs Gubernur Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Dr Teguh Setyabudi M Pd, meminta masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, agar terhindar dari paparan Virus Corona yang sampai saat ini belum ditemukan vaksin nya.

“Ini suasana libur panjang , tentu banyak yang ingin mengisi liburan nya bersama keluarga, ” ucap Teguh Setyabudi.

Kendati demikian, lanjutnya, semua wajib untuk mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

Sesuai hasil rakor agar seluruh Pemda, termasuk di Kaltara harus mengantisipasi klaster baru penyebaran Covid – 19 saat libur panjang akhir Oktober 2020.

Salah satunya, dengan melakukan pengaturan lalu lintas untuk mengantisipasi arus mudik selama libur panjang.

“Ada beberapa titik kerawanan yang patut menjadi perhatian, memiliki pusat yang dapat, moda transportasi dan tempat rekreasi,” ujarnya.

Teguh juga meminta seluruh pimpinan daerah dan masyarakat di Kaltara untuk memperhatikan beberapa hal. Pertama, melaksanakan protokol kesehatan dengan menjauhi kerumunan, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun.

Lalu, kepada kepala daerah agar memastikan kesiapan pelayanan kesehatan selama libur panjang.

“Perlunya melibatkan TNI / Polri mengedukasi masyarakat di tempat-tempat wisata, pusat perbelanjaan dan moda transportasi umum,” ungkapnya.

Arahan lainnya, adalah memperbanyak pos pengawasan “patuh protokol kesehatan” di lokasi rawan penyebaran covid-19 (moda transportasi, pusat serta tempat rekreasi atau hiburan); menjaga kewaspadaan dan tidak lengah selama liburan sebagai antisipasi peningkatan kasus setelah libur panjang, Polri perlu meningkatkan patroli lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan jalur arus mudik atau balik dan memberikan rasa aman selama libur panjang.

“Masyarakat juga perlu mengantisipasi ancaman La Nina, hindari daerah bencana bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Dan, Kesiap-siagaan BPBD dan perangkatnya termasuk antisipasi jika terjadi bencana seperti pendirian dapur umum,” tutur Teguh.
Dari pelaksanaan rakor sendiri, dalam pengantarnya, Mendagri menyatakan bahwa pekan depan ada cuti bersama dan libur. Libur itu pada 29 Oktober 2020 (Maulid Nabi Muhammad SAW), dan ada dua hari cuti bersama pada pekan itu yakni pada 28 dan 30 Oktober. Ini sesuai SKB 3 Menteri.

“Mengingat waktu liburan yang cukup panjang, maka perlu dilakukan antisipasi terhadap kerawanan di bidang lalu lintas udara, darat dan udara. Termasuk antisipasi kerawanan pada kegiatan kepariwisataan, keagamaan dan lainnya.

Sementara itu, dalam arahannya Menko Bidang Polhukam Machfud MD menyatakan, libur panjang dan cuti bersama akhir Oktober ini sangat rentan atau potensi kesalahan protokol kesehatan. Seperti kerumunan kerumunan massa di tempat, reunian, Anugerah Maulid Nabi Muhammad SAW, dan lainnya.

“Ini harus diantisipasi agar tidak terjadi penularan Covid-19,” ungkapnya.

Machfud juga menyebutkan, berkaitan dengan kompetisi, negara sangat menghormati dan mendudukkannya dengan layak. Oleh sebab itu, penetapan libur untuk upacara peringatan. Pun demikian, pernyataan negara agama, juga bukan negara sekuler.

“Indonesia adalah negara yang beragama,” ungkapnya.
Soal Anugerah Maulid Nabi sendiri, Machfud berharap tahun ini dapat diambil hikmahnya, tanpa melanggar protokol kesehatan.

“Harusnya ada perubahan yang lebih baik dari sebelumnya atas peringatan Maulid Nabi ini. Salah satunya dengan tidak melanggar protokol kesehatan,” ulasnya.

Untuk itu, Machfud meminta agar para pimpinan daerah dan Forkopimda dapat berkoordinasi untuk meningkatkan antisipasi potensi protokol kesehatan selama libur panjang dan cuti bersama Oktober ini di daerah masing-masing.

Masukkan lainnya, datang dari Waka BIN Letjen TNI (Purn.) Teddy Lhaksmana Widya Kusuma. Saran itu di antaranya, perusahaan harus mendata karyawannya yang akan melakukan perjalanan keluar daerah, utama yang berada di zona merah. Dan, perlu melakukan karantina mandiri ada gejala.
BIN juga berharap para pelaku industri pariwisata untuk memperkirakan, memantau dalam kampanye wisata yang aman dan sehat.

“Pemerintah daerah mengawasi melakukan pengawasan protokol kesehatan di seluruh kerumunan atau wisata, penegakan hukum yang tegas atas protokol kesehatan,” katanya.
Giliran selanjutnya, adalah Kepala BNPB Doni Monardo.

Doni menyebutkan, pentingnya antisipasi peningkatan penyebaran Covid-19 pada libur panjang karena pengalaman yang terjadi pada libur panjang sebelumnya.

“Hingga September lalu, memang menunjukkan kasus aktif Covid-19 menurun hingga 6,7 ​​persen. Angka kesembuhan juga meningkat 7,23 persen, dan angka kematian turun 0,45 persen tapi masih belum bisa mencapai angka kematian global,” tuturnya.

Pencapaian itu, tak lepas dari kegigihan kinerja pimpinan daerah, tenaga kesehatan juga pihak terkait lainnya.

Atas prestasi ini, Doni memohon dengan sangat agar seluruh pihak tetap mendukung dan mendukung penanganan penanganan Covid-19 di Indonesia. Tentu saja, masyarakat mengurus untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, dan tidak mengabaikan 3M, “ucapnya.

Doni juga mengaruhi agar masyarakat mewaspadai cuaca ekstrim dan dampak La Nina 2020, utama wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan lainnya.

“Melihat kondisi itu, kami mengabaikan masyarakat untuk memilih opsi liburan di rumah saja. Lakukan aktivitas fisik untuk meningkatkan imun tubuh, menanam pohon dan lainnya di rumah,” ulasnya.

Di bidang perhubungan sendiri, Kemenhub memprediksi puncak kemacetan atau arus libur panjang akan terjadi pada 27 Oktober dan 28 Oktober.

Sementara angkutan yang diprediksi paling banyak digunakan, adalah angkutan udara dan kereta api. Khusus angkutan kereta api, dasar 70 persen penumpang.

Dishub bersama TNI dan Polri juga diharapkan melakukan pemeriksaan acak terhadap bus penumpang. Utamanya, penerapan protokol kesehatan. * Humas/Nina AF.

Continue Reading

Trending

Copyright © 2020 JurnalKaltara.com, Web Design by Ciptamedia Kreasi