Connect with us

Berita Ragam Kaltara

Kaltara, Cinta Anak Negeri Yang Tak Pernah Usai

Published

on

Diskusi ringan, Kaltara Cinta Yang Tak Pernah Usai

Kaltara cinta yang takkan pernah usai, itulah awal pembuka kata untuk diskusi ringan yang dilakukan oleh sebagian kelompok intelektual muda Kalimantan Utara, diwarung atau kafe Dialektika, 30 Maret 2021 malam lalu di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.

Disana ada Dr Ismit Mado ST MT, Dosen Fakuktas Tekhnik Universitas Borneo Tarakan (UBT), Aslan M ec Dev, Dosen Fekon Unikaltar Tanjung Selor, Aktifis Media Sosial, Machmud Cemud, dan beberapa tokoh muda lain nya yang terus berjuang untuk tanah kelahiran nya, yaitu Provinsi Kalimantan Utara tercinta.

Menurut Dr Ismit Mado ST MT, hal yang mengesankan ketika ke Tanjung Selor saat generasi mudanya antusias diajak diskusi tentang Kaltara dengan segala pernak-perniknya, serta segudang masalah pembangunan kedepan dalam arti luas.

Misal nya malam itu, ada Aslan Ahmed owner cafe dialektika profil dosen muda Unikaltar yang lekat dengan mahasiswanya.

Ada juga aktifis Banjarmasin, ada Arief Ngampus tokoh muda dengan segala kebebasannya, ada Fauzi Ozie mantan aktifis STIE yANg mencurahkan hidup UNtuk Bulungan raya istilah masa lalu sebagai penyemangat pemuda berjuang untuk membentuk Provinsi Kalimantan Utara sekarang.

pertemuan tak sengaja dengan Joko Raga Candradimuka, tunai lah rasanya pertemuan itu, dan lengkap, ada
saudara Mahmud Cemud yabg berapi-api meluahkan ide briliannya.

Untaian kata yang luput dari dokumentasi Ie Voel ketua IPMATAR malang ketika wacana Kaltara didengungkan. Ketika kopi tinggal setetes bahkan lebih menghangatkan lg diskusinya ada Sahriansyah dari Jurnalkaltara
mungkin ada janji yang akan disematkan seperti kepingan-kepingan puzle kaltara. yntuk mereka pejuang kaltara dan lebih membawa generasinya mencintai kaltara dengan segala pengabdian diberbagai bidangnya.

“Ayo kita seduh kembali kopi bersama tuk kita nikmati pada diskusi selanjutnya,
jaya kaltara jaya generasinya, ” tutup Ismit Mado. *

Editor : Sahri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ragam Kaltara

Ahli Elektro Bilang, Ini Penyebab Kerusakan PLTS di Kaltara

Published

on

Dr Ismit Mado ST MT, Dosen Fakultas Tekhnik Elektro Universitas Borneo Tarakan.

TARAKAN – Banyaknya terjadi Kerusakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hampir disemua wilayah di Provinsi Kalimantan Utara, sejak beberapa tahun terakhir ini, dinilai lebih disebabkan oleh minimnya perawatan yang hanya bisa dilakukan oleh orang yang benar-benat ahli dan mengusai soal tekhnik elektro.

Akibatnya, beberapa PLTS di wilayah perbatasan Kabupaten Malinau, seperti didesa Long Ampung, dan di Kampung Siandaw Kabupaten Bulungan, mengalami kerusakan parah selama dua tahun terakhir, tanpa bisa lagi dinikmati oleh masyarakat.

Menurut Dr Ismit Mado ST MT, Dosen pada Fakultas Tekhnik Elektro Universitas Borneo Tarakan (UBT), kepada media ini melalui pesan WhatsAPP, Kamis 1/4/2021 menjelaskan, bahwa untuk PLTS itu wajib ada aspek perawatan, minimal sekali selama 6 bulan.

“Ada cek berkala, karena semua peralatan atau elemen pada PLTS bisa berpengaruh kepada faktor alam, misalnya hujan dan panas, bisa kurang optimal serapan energi mataharinya, ” kata Ismit Mado.

Ada juga yang namanya pengecekan rutin, seperti pengukuran tegangan arus, pengecekan jalur kabel dan instalasi, selanjutnya mengubah ke sistem K ke sistem DC agar lebih hemat dan efisien daya listrik, ” kata Ismit Mado.

Ia juga menyarankan kepada pemerintah se Kalimantan Utara, agar memiliki stok lampu pijar type DC karena balon lampu ini masih kurang dipasaran, type ini sangat baik sekali untuk lampu penerangan jalan umum (PJU).

Kendati demikian, lanjutnya, apakah PLTS nya menggunakan sistem batrai yang terintegrasi atau parcial saja, itu bisa direkomendasi dari hasil study kelayakan yang dilaksanakan.

“Yang lebih penting adalah ketentuan apakah dilaksanakan oleh pemerintah, ” imbuh nya.

Karena melalui pengelolan bisa menjadikan Pendapatan Asli Daerah (PAD), melalui tagihan rekening listrik untuk PJU nya.

“Artinya dari beberapa ahli elektro di UBT siap mengkaji sistem ini, biar pengelolaan PLTS di Kalimantan Utara bisa berkelanjutan dan efisien, ” tegas Ismit Mado lagi.

Beberapa ahli elektro di UBT bisa dimanfaat kan, mengingat selain alumni S3 elektro dalam negeri seperti Universitas Sepuluh November Surabaya, UBT juga memiliki Doktor Alumni Kirani Institur Of Tekhnology Jepang, Dr Linda Sartika ST MT, dan Dekan Fakultas Tekhnik Elektro UBT, Asta ST M Eng.

“Sangat disayangkan sekali, banyak PLTS di Kaltara yang dibangun dengan susah payah tapi tidak berfungsi baik, ” tutup Ismit Mado. *

Reporter : Sahri.

Continue Reading

Ragam Kaltara

BEM Nusantara Ajak Warga Kawal Pelantikan Gubernur Dan Wakil Gubernur Kaltara

Published

on

Pengurus BEM Nusantara Provinsi Kalimantan Utara.

TARAKAN – Koordinator Daerah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) NUSANTARA, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Muh Nur Arisan, mengajak seluruh elemen Pemuda dan Masyarakat untuk mengawal dan mendukung pelaksanaan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih, agar berjalan aman dan kondusif.

Dimana agenda pelantikan tersebut rencananya akan diagendakan pada bulan Februari ini.

“Semoga Prov. Kalimantan Utara semakin maju dan segera diangkat dari wabah covid-19. Aamiin, ” ujarnya, kemarin.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada, Zainal Arifin Paliwang sebagai Gubernur dan Yansen TP sebagai Wakil Gubernur Kaltara untuk masa bakti tahun 2021 – 2024.

Reporter : Sahri.

Continue Reading

Ragam Kaltara

“Sama Impapak” Wasiat Leluhur Bangsa Tidung Masih Terjaga Hingga Kini

Published

on

Ilustrasi tarian Bebalon bangsa Tidung Kaltara.

“Sama Impapak” bahasa Tidung yang artinya jangan Terbelah, khususnya dalam mengambil suatu keputusan bersama untuk mencapai suatu tujuan wasiat atau pesan dari leluhur bangsa Tidung yang masih relevan hingga sekarang.

Faktanya wasiat para leluhur itu juga masih dipegang teguh oleh generasi muda (Mileniall) bangsa Tidung hingga sekarang.

“Sama Impapak” ini juga masih berkorelasi dengan semboyan “Intimung Taka Tagas, Insuai Taka Tapu” yang artinya bersatu kita teguh bercerai kita runtuh, juga masih terjaga baik, khusus nya dalam memgaman kan keinginan bersama guna meraih hasil yang maksimal, contoh kecil dalam membangun sebuah tempat usaha seperti memasannv tiang belayan tugu dan tiang Kelong atau dalam bahasa Tidung disebut dengan sebutan Tamba.

Karena semboyan itulah selalu menjadi penyemangat bangsa Tidung dari masa kemasa.

Diketahui, bangsa Tidung juga sangat menjunjung adat istiadat nya, buktinya dengan terbangun nya beberapa rumah adat Tidung dibeberapa kabupaten dan kota di Kaltara menandakan bahwa bangsa Tidung sangat mencintai budaya yang diwariskan oleh para leluhur.

Termasuk kesenian khas mereka, dimana tarian Bebalon bangsa Tidung sangat terkenal, tidak hanya di Indonesia melainkan hingga kemanca negara.

“Ku Bangga Ku Tidung, Aku Kaltara, Aku Indonesia”…***

Penulis : Sahri.

Continue Reading

Trending

Copyright © 2020 JurnalKaltara.com, Web Design by Ciptamedia Kreasi