Connect with us

Berita Kaltara

Kasus Penistaan Agama di Kaltara Sudah Bergulir ke PN

Published

on

Alwan Saputra S Pi MM mantan Sekretaris NU 2015 - 2020.

Alwan Saputra : Mari kita jaga toleransi dan saling menghargai antar umat beragama

TANJUNG SELOR – Kasus dugaan penistaan agama yang terjadi pada tahun 2019 bertepatan dengan peringatan Maulid Nabiullah Muhammad SAW, yang telah dilaporkan oleh Sekretaris Nahdatul Ulama (NU) masa bakti 2010 – 2015 ke Polda Kaltara, kini sudah bergulir kemeja hijau di Pengadilan Negeri Tanjung Selor.

“Pertanyaan nya kenapa kami melaporkan ke penegak hukum, tujuan nya agar suasana akibat postingan tersebut dimedia sosial supaya tenang dan adem, ” kata mantan Sekretaris NU, Alwan Saputra S Pi MM, kepada media ini, Kamis 17/6/2021 melalui telpon selular.

Menurutnya, kenapa pihaknya langsung melapor kepenyidik, pertimbangan nya pertama untuk meredam situasi yang bisa saja memicu “kemarahan” warga.

Kedua lanjut Alwan Saputra, dasar pelaporan karena postingan tersebut, sudah berkomentar yang intinya menghina ajaran Islam, menghina Rasulullah dan menghina katab suci Al Quran.

Karena itu, beberapa ormas Islam mengingatkan agar postingan tersebut dihapus, sebagai langkah persuasif, namun tak juga diiindahkan.

Akhirnya Alwan Saputra, melaporkan hal itu ke Kepolda, langsung kepada mantan Kapolda Kaltara Irjen Pol Drs Indrajith. Oleh Kapolda langsung diarahkan ke Direskrim pada bagian Siber crim.

“Tak berselang lama waktu itu saya dihubungi kembali oleh pihak Kepolisian bahwa yang bersangkutan sudah dilakukan penahahan, ” ujar Alwan.

Beberapa waktu kemudian, Alwan mengaku kembali dihubungi bahwa oknum terlapor ingin meminta maaf. “Keinginan itu saya teruskan ke Majelis Ulama Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, untuk permohonan maaf itu langsung ke MUI saja ” imbuh Alwan lagi.

Ia juga menilai ada langkah yang baik soal penegakan hukum pada kasus tersebut. Mudahan saja kasus ini menjadi kasus terakhir yang terjadi di Kaltara.

“Saya mengimbau belajar dari kejadian ini marilah saling menghargai antar pemeluk agama, tak usah mengusik, menyinggung atau menyindir perihal agama lain , tokoh-tokoh agama lain, kitab suci agama lain, ” tandas Alwan Saputra.

Bagaimana prinsif Islam “Lakum Dinukum Waliadin” untuk mu agama mu untuk ku agama ku. Biarlah kita hidup berdampingan secara damai.

“Untuk diketahui sekali lagi kasus ini sudah bergulir keranah hukum, tak usah diperlebar lagi, intinya kita serahkan semuanya kepada proses hukum yang se adil-adilnya, ” tutup Alwan Saputra.

Diketahui sebelumnya, terlapor berinisial PML (61 thn) selaku terlapor telah meminta maaf kepada seluruh umat muslim, baik pernyataan maaf melalui media masa maupun dalam bentuk video.

Bahkan PML kala itu sudah menemui pelapor langsung. Termasuk menyampaikan permohonan maaf secara tertulis kepada pihak-pihak terkait. *

Reporter : Sahri.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kaltara

Ketua FWKB Minta Anggota Lengkapi Badan Hukum Perusahaan Pers

Published

on

Drs Datu Buyung Perkasa M Pd Ketua Forum Wartawan Kaltara Bersatu (FWKB).

TANJUNG SELOR – Ketua Forum Wartawan Kaltara Bersatu (FWKB), Provinsi Kalimantan Utara, Drs Datu Buyung Perkasa M Pd, meminta kepada seluruh anggotanya untuk mematuhi surat edaran Dewan Pers Republik Indonesia, terkait legalitas dan kepemilikan badan hukum media, baik yang tergabung dimedia siber maupun media cetak.

“Saya minta semua anggota mematuhi Surat Edaran Dewan Pers
No. 01/SE-DP/I/2014
Tentang
Pelaksanaan UU Pers dan Standar Perusahaan Pers, ” kata Drs Datu Buyung Perkasa M Pd, kepada media ini, Selasa 27/7/2021.

Menurut nya, sesuai edaran pada poin satu dan dua dari Dewan Pers sangat jelas.

“Setiap perusahaan pers harus berbentuk badan hukum Indonesia” (Pasal 9 Ayat (2) UU No. 40/1999). Sesuai Standar Perusahaan Pers, badan hukum Indonesia yang dimaksud di atas berbentuk Perseroan Terbatas (PT) atau badan-badan hukum lainnya yang dibentuk berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Badan hukum lainnya yaitu yayasan atau koperasi.

Sesuai Pasal 1 angka 2 UU Pers, badan hukum untuk penyelenggaraan usaha pers adalah badan hukum yang “secara khusus menyelenggarakan, menyiarkan, atau menyalurkan informasi.” Dengan demikian, bentuk badan hukum untuk usaha pers tidak dapat dicampur dengan usaha lain selain di bidang pers.

Terkait hal itu, Datu Buyung juga mengingatkan kepada user media yang akan menjalin kerjasama pemberitaan kegiatan juga harus melakukan cek dan ricek, khusus nya menyangkut legalitas media tersebut.

“Saya sangat mendukung surat edaran Dewan Pers tersebut, agar kedepan sinergitas dan asas saling membutuhkan antara media dan pengguna media dapat terjalin dengan baik, ” tutup Datu Buyung Perkasa. *

Reporter : Sahri.

Continue Reading

Bulungan

703 Orang di Kecamatan Tanjung Selor Bulungan Terpapar Covid – 19

Published

on

Infografis.

TANJUNG SELOR – Setelah sehari sebelum nya terjadi penurunan dengan banyaknya pasien positif Covid – 19 yang sembuh, hari ini, Selasa, 27 Juli 2021 untuk kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan Kembali bertambah menjadi 703 orang, menduduki peringkat pertama

Sesuai data yang dikeluarkan oleh tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid – 19, diurutan kedua masih untuk Kecamatan Tanjung Palas Utara, sebanyak 145 orang, disusul oleh Kecamatan Tanjung Palas sebanyak 95 0rang.

Sedangkan kecamatan Tanjung Palas Timur, jumlah konfirmasi positif sebanyak 59 orang, dan kecamatan Bunyu 85 orang, kecamatan Peso 34 orang.

Sementara untuk kecamatan Peso Hilir berjumlah 6 orang, kecamatan Tanjung Palas Barat, berjumlah 343 orang, kecamatan Sekatak 12 orang, luar daerah 16 orang.

Untuk kecamatan Tanjung Palas Tengah, berjumlah 4 orang.

Orang yang terkonfirmasi secara keseluruhan bertambah 115 kasus, kasus aktif 39 kasus, sembuh bertambah 74 orang dan meninggal dunia bertambah 2 orang.

Jumlah sejak awal paparan pandemic Covid – 19 keseluruhan konfirmasi berjumlah 5.864 orang, kasus aktif 1.193 orang, sembuh 4.601 dan meninggal dunia sebanyak 75 orang. *

Sumber : P2P Bulungan.

Editor    : Sahri.

 

Continue Reading

Bulungan

Sektor Kesehatan Prioritas Bupati Syarwani

Published

on

Sidak Bupati Bulungan Provinsi Kalimantan Utara Syarwani S Pd M Si ke RSUD dr Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor.

TANJUNG SELOR – Nyaris tanpa lelah, itu lah sosok Bupati Bulungan Syarwani S Pd M Si, mengelola pembangunan dan penyiapan infrastruktur pendukung didaerahnya.

Terutama disaat Kabupaten Bulungan, melawan Covid – 19, nyaris hampir setiap hari ia melakukan inspeksi mendadak (sidak), baik diperkantoran yang sifatnya pelayanan maupun kesentra pelayanan kesehatan seperti Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah.

Hari ini saja, Senin 26/7/2021, Syarwani, melakukan sidak ke RSUD dr Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor, ditemukan alat untuk pemeriksaan swab berupa cartridge TCM yang masih terbatas jumlahnya, butuh pengajuan segera.

“RSUD kita masih butuh tambahan alat cuci darah, sehingga kerap terjadi antrian, serta ruangan nya butuh pelebaran ” kata Syarwani.

Menurutnya, peningkatan sektor kesehatan menjadi sangat prioritas, karena merupakan salah satu kebutuhan dasar.

“Saya minta kepada manajemen RSUD untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada warga, ” ujarnya.

Sidak ke PKM Tanjung Palas.

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, akan dipersiapkan untuk tempat pasien Covid – 19, apa bila terjadi lonjakan orang yang harus menjalani perawatan secara intensif.

Perihal itu, dipastikan saat Bupati Bulungan Syarwani S Pd M Si, melakukan kunjungan mendadak, ke Puskesmas tersebut, Selasa, 11/7/2021 lalu.

“Saya lihat Puskesmas Tanjung Palas sudah memadai, tinggal mengatur jumlah perawat yang bertugas menangani pasien kalau terjadi lonjakan, ” kata Syarwani.

Karena nya ia meminta kepada Kepala Puskesmas untuk mengambil langkah-langkah guna mempersiapkan tambahan tempat. Mengingat saat ini wabah virus Corona belum bisa diprediksi.

Oleh sebab itu, setiap saat harus siap menerima pasien yang terkonfirmasi positif serta butuh perawatan khusus.

“Kenapa kita harus mempersiapkan ruangan tambahan kalau terjadi lonjakan, karena Bulungan tak mau seperti kejadian yang terjadi didaerah lainnya, ” ujarnya.

Intinya mempersiapkan Puskesmas Tanjung Palas sebagai langkah antisipasi, kalau tempat perawatan yang ada saat ini sudah tak mampu lagi menampung pasien Covid – 19. *

Sumber : Diskominfo.
Editor    : Sahri.

Continue Reading

Trending

Copyright © 2020 JurnalKaltara.com, Web Design by Ciptamedia Kreasi