Connect with us

Berita DPRD Kaltara

Kerusakan Jalan Aki Balak Tarakan Prioritas Diperbaiki

Published

on

Norhayati Andris.

Termasuk ruas jalan Tanjung Selor menuju Tanah Kuning Bulungan

TARAKAN – Perbaikan kerusakan jalan Aki Balak (persis didepan Yonif 613 RJA) Kecamatan Tarakan Utara, Kota Tarakan menjadi perhatian, tim pemenangan ZiYap, calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara masa bakti tahun 2021 – 2024.

Tidak hanya ruas jalan tersebut, kerusakan jalan dari Tanah Kuning menuju Tanjung Selor juga menjadi agenda prioritas untuk diperbaiki.

“Kita tetap akan komitmen, dan kami dari partai pengusung dan partai pendukung bersama Gubernur, Wakil Gubernur terpilih memperhatikan setiap aspirasi masyarakat, termasuk memperbaiki kerusakan jalan di depan Mako Yonif 613 RJA Tarakan dan jalan dari Tanah Kuning menuju Tanjung Selor, ” kata Norhayati Andris, Tim pemenangan Paslon ZiYap kepada media ini, melalui telpon selular beberapa waktu lalu.

Ia juga menambahkan, soal kerusakan jalan Aki Balak sudah melihat langsung, bahkan sudah beberapa kali melintasi ruas jalan itu.

“Kerusakan nya lebih kurang 100 M saja, namun sudah lumayan parah, ” ujarnya.

Mencermati posisi ruas jalan Aki Balak yang rusak, sangat tidak cocok bila perbaikan nya menggunakan aspal hotmiks saja. Karena berada dibawah dua perbukitan otomatis setiap musim hujan aspal yang ada akan terendam air, akibatnya daya rekat akan menjadi berkurang, sedikit ada getaran dipastikan bagian yang terkena spontanitas akan mengalami kerusakan.

“Sepertinya pada bagian itu harus menggunakan konstruksi beton bertulang, agar jalan nya awet, ” kata Norhayati Andris.

Beberapa bagian yang jalan nya agak sempit juga butuh dilebarkan. Supaya keamanan dan kenyamanan kendaraan yang berpapasan dapat terjamin dengan baik.

“Mulai dari pendakian bukit yang ada didepan Mako Yonif 613 menuju simpang jalan Intraca beberapa bagian harus diperlebar, ” kata Norhayati.

Tidak hanya itu, beberapa titik ruas jalan tersebut juga butuh tiang lampu penerangan jalan. Karena pada malam hari sangat gelap gulita, rawan untuk para pelintas dari berbagai arah.

Lebih lanjut Norhayati Andris yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Bulungan ini mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersatu kembali, untuk membangun Kalimantan Utara kearah yang lebih sejahtera dan berkeadilan untuk semua.

“Mari kita lupakan perbedaan dan bersatu kembali membangun daerah yang kita cintai bersama ini, ” tutup Norhayati Andris. ***

Reporter : Sahri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DPRD Kaltara

Mencermati Sistem Distribusi SOA di Krayan Kaltara

Published

on

Yakob Palung SH Anggota DPRD Kaltara Dari Fraksi PDIP.

TANJUNG SELOR – DPRD Provinsi Kalimantan Utara minta pendistribusian dan standar harga barang subsidi di Krayan, Kabupaten Nunukan diharapkan, mengacu kepada standar harga baku yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

“Harga nya kalau bisa harus sama dengan harga barang dikota, alasan nya karena untuk ongkos angkut nya sudah ditanggung oleh pemerintah, ” ujar anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Yacob Palung, kepada media ini Jumat, 5/3/2021.

Contoh jangan sampai dikota harga gula Rp 17.000 sampai di Krayan harga nya sudah berubah mahal. Ini lah yang harus menjadi pemikiran semua pihak untuk menyamakan persepsi, agar kesejahteraan masyarakat di perbatasan Krayan dapat terjamin dengan baik.

“Dalam waktu dekat kita juga akan mengundang kepala Disperindagkop Provinsi Kalimantan Utara, untuk menjelaskan sistem pendistribusian dan penetapan harga jual barang subsidi di Kecamatan Krayan dan daerah perbatasan lain nya, ” ujar Yakob Palung.

Menyoal sistem koordinasi, Yakob Palung menambahkan, hendaknya distributor sebagai mitra pemerintah harus berkoordinasi dengan pihak kecamatan, maupun Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) setempat.

“Kenapa kita menginginkan barang subsidi harus melalui Bumdes, karena menghindari penjualan diatas harga standar yang sudah ditetapkan, ” imbuh Yakob.

Dalam hal ini harapan DPRD menyangkut pendistribusian barang subsidi, seyogyanya ada keterpaduan dan keseragaman pemikiran. Supaya bisa tepat sasaran dan tidak memberatkan masyarakat sebagai objek sasaran. *

Reporter : Sahri.

Continue Reading

DPRD Kaltara

Kurangnya Jumlah Tong Sampah di Tanjung Selor Ibukota Kaltara

Published

on

Alberthus SM Baya ST Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Utara.

TANJUNG SELOR – Warga RT 8 Kelurahan Tanjung Selor Hulu, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, berharap ada bantuan tong tempat penampungan sampah disiapkan dilingkungan tempat tinggal mereka, khususnya tempat menampung sampah rumah tangga.

Perihal kebutuhan akan tong sampah itu terungkap dan disampaikan oleh warga saat berlangsung nya agenda Reses Alberthus SM Baya ST, dengan perwakilan warga RT 8 Kelurahan Tanjung Selor Hulu, kemarin malam.

Mengutip, Simon, salah satu warga, Alberthus SM Baya menyebutkan, untuk tong sampah yang dibutuhkan terdiri dari tiga tong terpisah, untuk khusus sampah kering, sampah basah dan sampah plastik.

“Selain tong warga juga meminta ada nya bak sampah tempat penampungan, ” ujarnya.

Lebih lanjut warga juga berharap, sampah rumah tangga bisa diangkut setiap hari, termasuk pada hari libur kerja yakni pada hari Sabtu dan Minggu, agar tidak sempat menumpuk dan berbau.

Mencermati di beberapa tempat di Tanjung Selor, khususnya di jalan-jalan protokol, sangat minim ditemukan adanya tong sampah khusus. Padahal keberadaan nya sangat dibutuhkan sekali.

Disamping memudahkan setiap rumah tangga, juga memudahkan petugas sampah untuk memindahkan ke truk khusus selanjutnya dibuang ketempat akhir pembuangan sampah tersebut.

“Warga sangat berharap tong-tong sampah ini segera hadir dilingkungan tempat tinggal mereka, ” tutup Alberthus SM Baya ST. *

Reporter : Sahri.

Continue Reading

DPRD Kaltara

Sungai Selor Dan Putusnya Urat Nadi Perekonomian Warga Pedalaman Kaltara

Published

on

Alberthus SM Baya ST Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Utara.

TANJUNG SELOR – Sungai Selor, di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantaj Utara sebagai salah satu urat nadi perekonomian masyarakat yang sangat legendaris kondisinya saat ini sangat memperihatinkan. Lantaran terjadi sedimentasi akibat lautan hamparan eceng gondok yang kian menebal disepanjang alur sungai itu.

Akibatnya masyarakat yang bermukim disepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS), merasa ada sesuatu barang berharga yang hilang serta berdampak terhadap ekonomi mereka, maklum saja disana lah tempat warga dari generasi kegenerasi selama ini beraktifitas dengan berbagai kepentingan nya.

Lantaran tak ada perhatian dari pemangku kepentingan (Pemerintah,red), warga spontanitas menyampaikan keluhannya terkait kondisi sungai saat berlangsungnya agenda Reses, Alberthus SM Baya ST, Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Utara di RT 8 Tanjung Selor Hulu Kecamatan Tanjung Selor, kemarin.

Hamparan Eceng Gondok yang menutupi permukaan alur sungai Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara.

Menanggapi keluhan warga, Albert sapaan akrabnya membenarkan. Bahwa sejak dulu semasa alur sungai Selor masih normal sebelum terjadi pendangkalan besar-besaran, merupakan aksesbilitas warga Kecamatan Tanjung Palas Barat, Peso Hilir dan Kecamatan Peso untuk mengangkut berbagai jenis barang kebutuhan dengan menggunakan long boat.

“Sembako yang dibelanjakan oleh pemilik warung ditiga kecamatan dipehuluan Sungai Kayan, bahkan menuju Kecamatan Pujungan di Kabupaten Malinau pada masa itu diangkut melalui Sungai Selor tersebut, ” tutur Albert.

Oleh sebab itu dengan kondisi sungai sekarang lanjut nya, sudah harus menjadi pertimbangan pemerintah guna mencari solusi bagaimana mengatasi pendangkalan ini. Itu lah yang menjadi harapan besar dari masyarakat untuk mengembalikan fungsi sungai seperti sediakala.

Karenanya dalam hal ini pihak DPRD akan terus menyerap aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat, selanjutnya mensinergikan dan menggiringnya dalam kerangka kerja pemerintah, baik Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara maupun kerangka kerja Pemkab Bulungan.

Mengingat untuk menormalkan kembali fungsi sungai Selor tentu membutuhkan biaya yang sangat besar, sehingga perlu keterpaduan bersama untuk mencari solusi bagaimana anggaran yang digunakan bisa tercukupi dengan baik pula.

“Karena menyangkut soal pengerukan sungai yang sedimentasi nya sudah cukup membuat alur nya semakin sempit tentu pula membutuhkan biaya yang tidak sedikit , ” ungkap Alberthus.

Disinu Instansi terkait juga harus menyamakan persepsi, melaksanakan kajian-kajian secara komprehensif, serta langkah-langkah tekhnis yang akan dilakukan untuk mengatasi persoalan.

Baik dari sisi perencanaan tahapan awal sampai dengan solusi dari penyelesaian akhir dari permasalahan. *

Reporter : Sahri.

Continue Reading

Trending

Copyright © 2020 JurnalKaltara.com, Web Design by Ciptamedia Kreasi