Connect with us

Tokoh Kaltara

Kosmas Kajan : Pasar Sokuguru Perekonomian Masyarakat Kecil

Kosmas Kajan SS sedang melihat-lihat sayuran dan buah yang dijual para pedagang dipasar tradisional.

TANJUNG SELOR – Disaat senggang Kosmas Kajan, selalu menyempatkan waktu mengunjungi masyarakat, baik masyarakat petani, nelayan maupun para pedagang kecil yang biasanya menjajakan jualan nya dipasar-pasar tradisonal.

Eits nanti dulu, pasar tradisional dimaksud bukan nya pasar mentereng yang dibangun oleh pemerintah, melainkan sebuah pasar yang dibangun dadakan oleh kelompok masyarakat alakadarnya.

“Anak Pasar” harus hobby ke Pasar, ” kata Kosmas Kajan menjawab pertanyaan media ini.

Menurutnya, Pasar tradisional selain merupakan pusat belanja kebutuhan sehari-hari, sebenarnya bisa juga jadi wisata yang cukup menyenangkan hati dan menyejukan pikiran, lantaran bisa bergaul langsung merasakan kerasnya kehidupan masyarakat arus bawah.

“kalau kita mau jujur Pasar Tradisional adalah “Nafas Perekonomian” Bangsa. Sebab di Pasar terjadilah proses interaksi jual beli antar pedagang dan konsumen, ” ujarnya.

Tanpa Pasar lanjutnya, maka Produsen & Konsumen akan “macet”. Terima Kasih Para Pedagang Pasar, ” ucap Kosmas Kajan menyalami para pedagang sebelum melanjutkan kegiatan lain nya.

Reporter : Sahri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kaltara

Sapi Qurban Dari Jokowi Dan Irianto Lambrie Untuk Kaltara

Ilustrasi Sapi Qurban.

TANJUNG SELOR – Masyarakat Muslim Tanjung Selor Kabupaten Bulungan, dalam menyambut hari raya Idul Adha 2020 atau hari Raya Qurban cukup berbahagia, dengan adanya bantuan sapi seberat 950 KG langsung dari Presiden Republik Indonesia Ir H Jokowidodo melalui Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie, beberapa waktu yang lalu.

Selain sapi bantuan dari Presiden, Irianto Lambrie juga menulis dilaman Facebook pribadinya mengatakan, Pemprov Kaltara juga menyiapkan Sapi sebanyak 53 ekor, total keseluruhan ada 54 ekor.

“Sapi dari pak Jokowi ini nanti kita serahkan langsung kepada pengurus Mesjid Istiqomah Tanjung Selor, ” kata Irianto.

Selain itu Gubernur Irianto Lambrie juga akan menyerahkan langsung sapi qurban seberat 850 kg kepada pengurus Mesjid Al – Kaff Kampung Arab Kelurahan Tanjung Selor Ulu, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.

Masing-masing 14 ekor sapi lain nya, juga akan dibagi-bagi kepada pengurus Mesjid dan Mushola yang ada disekitar kota Tanjung Selor tersebut. 5 ekor sapi qurban juga dibagikan ke Tanjung Palas, 2 ekor ke Tanjung Palas Utara, 1 ekor ke Sekatak, 2 ekor ke Tana Tidung atau KTT, 3 ekor ke Kabupaten Malinau.

Ke Kecamatan Lumbis dan Sei Menggaris Kabupaten Nunukan masing-masing 1 ekor, 4 ekor di Kota Nunukan, 2 ekor di Sebatik, 7 ekor di Tarakan 2 ekor ke kecamatan Bunyu Kabupaten Bulungan. *

Sumber : Facebook Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie.
Editor.   : Sahri.

Continue Reading

Tokoh Kaltara

H.Hanafiah : Kemajemukan Masyarakat Adalah Sebuah Keharusan

NUNUKAN – H.Hanafiah, menuturkan saat ini melihat rendahnya persatuan dan kesatuan membangun Nunukan membuat hatinya tergerak untuk bersikap saling menghargai diatas keanekaragaman dan membangun Nunukan, sosoknya merupakan putra salah satu suku asli kalimantan utara (Suku Tidung) yang sudah malang melintang di dunia birokrasi selama 37 Tahun lamanya.

Menurutnya Kalimantan Utara dikenal dengan provinsi yang kaya akan keanekaragaman suku dan sumber daya alam. khususnya di Kabupaten Nunukan yang terdiri dari berbagai suku yang ada, baik itu suku asli Tidung, Dayak, Bulungan kemudian suku perantau yakni suku Bugis, Jawa, Banjar, Daerah Timur, Lombok, Toraja, Buton dan lain-lainnya.

“Kabupaten Nunukan mencerminkan miniatur kebhinekaan pancasila, sesuai dengan semboyan negara Indonesia yaitu Bhinneka Tunggal Ika, yang artinya berbeda-beda tetap satu jua. Hal tersebut merupakan pondasi kita agar tetap menjaga toleransi dan persatuan kesatuan ditengah perbedaan yang ada,”terangnya

Selanjutnya ia mengatakan “Karena dengan hadirnya keberagaman masyarakat Nunukan dapat memberikan pengaruh dalam sendi kehidupan khususnya dalam membangun perekonomian yang pro rakyat. Tentu semua ada tantangan tersendiri untuk kita tetap mempertahankan adanya persatuan dan kesatuan dan meningkatkan sikap saling menghargai ditengah perbedaan yang ada,”ujar Hanafiah.

Jadi walaupun ada arus tantangan tersebut kita tetap sebagai warga negara yang baik agar tetap mempertahankan dan menjaga persatuan dan kesatuan ditengah perbedaan selain itu kita harus memegang teguh prinsip Bhineeka Tunggal Ika. Maka wajib hukumnya menghargai segala perbedaan yang ada. Ia sosok sederhana dan murah senyum ketika bertemu masyarakat, itulah kesan bagi mereka yang sudah berjumpa dan mengenalnya.

H. Hanafiah SE, M.Si yang lahir di Bulungan (Tanjung Selor) pada 22 Juli 1961, tepat 58 tahun yang lalu, ia lahir dari Suku Asli Tidung Kalimantan Utara. Terhitung sejak tiga kali pergantian Bupati Nunukan banyak kontribusi yang telah ditorehkan yakni salah satunya adalah inisiasi program ekonomi kerakyatan yang memberdayakan masyarakat Nunukan untuk menanam sawit dikala itu.

Hobi beliau suka berdiskusi dan bercengkrama dengan bawahan dan atasannya pada saat masih aktif sebagai Pegawai Negeri Sipil, pendidikan terakhir Strata II Administrasi Negara.

Ia mulai mengabdi untuk pertama kalinya di Kabupaten Nunukan pada tanggal 25 oktober tahun 1999 yang mana pada saat itu jumlah PNS hanya berjumlah 14 orang di nahkodai sekretaris daerah Nunukan Budiman Arifin beserta Pj Bupati Nunukan almarhum Bustaman Arham barulah kemudian di tahun 2001 H.Abdul Hafid Achmad memimpin Kabupaten Nunukan untuk pertama kalinya sebagai Bupati Nunukan.

Sosok H.Hanafiah tumbuh dari keluarga sederhana namun punya kontribusi sebagai putra putri daerah yang membangun Nunukan dalam ranah yang berbeda, tantenya Hj. Asmah Ghani adalah mantan wakil bupati Nunukan periode 2011-2015 serta Pamannya H. Arsyad yang merupakan perintis partai Golongan Karya (Golkar) di Nunukan.

Riwayat Pendidikan :

1. SD Negeri 1968-1973
2. SMP Tarakan 1974-1977
3. SMEA Negeri Tarakan 1977-1980
4. Strata I Ilmu Ekonomi Universitas Mulawarman 1980-1987
5. Strata II Administrasi Negara Universitas Mulawarman 2003-2005

Istri : Hj. Sri Kustarwati
Anak : Fitri

Riwayat Organisasi :

1. Ketua LPTQ Kabupaten Nunukan 2016-2019
2. Ketua Badan Pengelola Islamic Center Nunukan 2016-2019
3. Ketua Koperasi KPN Sejahtera 2005-2016
4. Ketua Badan Usaha Wakaf Indonesia Kab.Nunukan 2019-

Pengalaman Kerja:

1. Dinas PMD : Kasi Perekonomian Dpmd Bulungan 1993-1999
2. Dinas Perkebunan Bulungan : Kasi Produksi 1999-1999
3. Sekretariat Daerah : Pj. Kepala Sosek Setkab Nunukan 1999-2001
4. Sekretariat Daerah : Pj. Kepala Bagian Ekonomi Nunukan 2000-2002
5. Sekretariat Daerah : Pj. Asisten Ekonomi dan Pembangunan Nunukan 2002-2002
6. Sekretariat Daerah : Asisten Ekonomi dan Pembangunan Nunukan 2002-2005
7. Bappeda : Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Nunukan 2005-20012
8. Sekretariat Daerah : Asisten Ekonomi dan Pembangunan Nunukan 2012-2014
9. Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Nunukan 2014-2016
10. Kepala Dinas Perhubungan Nunukan 2016-2017
11. Sekretariat Daerah : Asisten Kesejahteraan Rakyat Nunukan 2017-2019
12. Sekretariat Daerah : Asisten Administrasi Umum Nunukan 2019
13. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayan Terpadu Satu Pintu Nunukan 2019-2020

Tanda Penghargaan :

1. Satya Lencana Karya Satya 10 Tahun Oleh Presiden RI Tahun 1999
2. Satya Lencana Karya Satya 20 Tahun Oleh Presiden RI Tahun 2011
3. Satya Lencana Karya Satya 30 Oleh Presiden RI Tahun 2017

Saat disinggung langkah apa yang akan dilakukan kedepannya H.Hanafiah menyampaikan soal harga dirinya sebagai salah satu putra daerah, ia merasa ada keterpanggilan untuk berkontribusi terhadap masyarakat demi menjaga kelestarian budaya dan memberdayakan putra putri asli Nunukan serta akan berusaha memberdayakan dan memaksimalkan ekonomi menengah kebawah.

“pertama, harus menjaga dan memelihara solidaritas dan sinergitas semua pihak. kedua, menjaga dan memelihara keharmonisan seluruh elemen masyarakat Nunukan. Ketiga, bagaimana nantinya mengoptimalkan dan membimbing pelaku UMKM di Nunukan serta bagaimana mewujudkan ASN yang berintegritas,”pungkasnya.

Motto :

“Jika Keberagaman Masyarakat Adalah Keharusan Maka Bersatu Kita Lebih Kuat Untuk Membangun Nunukan Yang Lebih Unggul”

Sumber: DIDI FEBRIYANDI, S.IP, M.AP.

Continue Reading

Tokoh Kaltara

Sosok Hj Asmin Laura Hafid Dimata Tokoh Pemuda

NUNUKAN – Murah senyum, ketika ketemu warga saling bertegur sapa, itulah Kebiasaan yang melekat pada sosok Hj Asmin Laura Hafid, Bupati Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara yang akrab disapa Laura.

Salah seorang tokoh pemuda tidung Nunukan, Japarudin ini punya cerita tersendiri tentang Laura. Bagi Apoy sapaan akrabnya, Laura adalah anak muda yang berproses dan ditempah oleh latar belakang politik dan pengalaman mumpuni sehingga bisa seperti sekarang ini.

“Yang saya kenal sosok Laura itu tegas, track recordnya juga bagus didunia politik, bukan karbitan tapi memiliki pengalaman yang jelas. Ia tidak membuat blok-blok diantara sesama masyarakat, welcome dengan siapa saja,” jelas Apoy, belum lama ini.

Sebagai tokoh pemuda tidung Nunukan Apoy juga mengenal sosok Laura yang mewakili wanita muda di Kalimantan utara yang punya sikap sebagai orang yang tidak memandang suku tertentu

“Saya juga mengenal beliau selama ini terbuka dengan siapa saja, bahkan ada yang datang diterima dengan senyum ramah,” terangnya.

Saat disinggung soal Laura, Apoy yang juga aktif di kegiatan-kegiatan adat berpesan kepada Laura agar tetap bisa fokus menyelesaikan masa kepemimpinannya saat ini. Dan di akhir kalimatnya Apoy berharap bisa bergerak bersama sebagai bentuk melanjutkan pembangunan dikabupaten Nunukan.

“Membangun sesuatu itu ada tahapannya, jadi yang sudah berpengalaman memimpin Kabupaten itu layak untuk kembali melakukan pembangunan di Nunukan sesuai dengan aturan yang ada,”tutupnya

Reporter : DDF.
Editor : Sahri.

Continue Reading

Trending

Copyright © 2020 JurnalKaltara.com, Web Design by Ciptamedia Kreasi