Connect with us

Berita Ragam Kaltara

Lengkapan Dan Ambi Alat Panen Padi Kaum Tidung Yang Melegenda

Published

on

Ilustrasi Lengkapan alat panen padi kaum Tidung.

“Lengkapan” dalam bahasa Tidung dan ani-ani dalam bahasa Indonesia merupakan sebuah peralatan panen padi oleh yang kerap digunakan oleh orang Tidung.

Alat ini sangat melegenda sekali pada masanya. Dimana setiap musim panen tiba Lengkapan selalu dibuat dalam jumlah yang banyak.

Modelnya pun bermacam-macam, ada yang terbuat dari kaleng bekas ada pula yang tebruat dari kayu dengan menggunakan pisah silet yan lg tajam.

Cara menggunakan nya juga sangat sederhana sekali, cukup dengan menjepit tangkai padi sna menjentik nya maka buah padi akan terlepas dari tangkainya.

Biasanya saat memotong padi setiap orang menggunakan lanjung untuk tempat menaruh padi yang sudab dipanen.

Dimana lanjung dalam bahasa Tidung ada lah sebuah bakul yang terbuat dari daun pucuk Nipah yang muda.

Selain lanjung , tikar besar sebagai tempat menjemur padi juga tebruat dari pucuk daun Nipah yang muda, untuk tikar ini orang Tidung menyebutnya Ambi.

Saat Ambi dimaksud sudah langka untuk dilihat, padahal kalau ada dorongan dari pemangku kepentingan didaerah, prodak Ambi ini juga bisa menjadi home industri yang bisa bersaing dikancah nasional. Karena selain bahan membuatnya masih mudah untuk didapat, Ambi juga bisa menjadi tikar serbaguna untuk berbagai kepentingan. *

Penulis : Sahri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ragam Kaltara

BEM Nusantara Ajak Warga Kawal Pelantikan Gubernur Dan Wakil Gubernur Kaltara

Published

on

Pengurus BEM Nusantara Provinsi Kalimantan Utara.

TARAKAN – Koordinator Daerah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) NUSANTARA, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Muh Nur Arisan, mengajak seluruh elemen Pemuda dan Masyarakat untuk mengawal dan mendukung pelaksanaan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih, agar berjalan aman dan kondusif.

Dimana agenda pelantikan tersebut rencananya akan diagendakan pada bulan Februari ini.

“Semoga Prov. Kalimantan Utara semakin maju dan segera diangkat dari wabah covid-19. Aamiin, ” ujarnya, kemarin.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada, Zainal Arifin Paliwang sebagai Gubernur dan Yansen TP sebagai Wakil Gubernur Kaltara untuk masa bakti tahun 2021 – 2024.

Reporter : Sahri.

Continue Reading

Ragam Kaltara

“Sama Impapak” Wasiat Leluhur Bangsa Tidung Masih Terjaga Hingga Kini

Published

on

Ilustrasi tarian Bebalon bangsa Tidung Kaltara.

“Sama Impapak” bahasa Tidung yang artinya jangan Terbelah, khususnya dalam mengambil suatu keputusan bersama untuk mencapai suatu tujuan wasiat atau pesan dari leluhur bangsa Tidung yang masih relevan hingga sekarang.

Faktanya wasiat para leluhur itu juga masih dipegang teguh oleh generasi muda (Mileniall) bangsa Tidung hingga sekarang.

“Sama Impapak” ini juga masih berkorelasi dengan semboyan “Intimung Taka Tagas, Insuai Taka Tapu” yang artinya bersatu kita teguh bercerai kita runtuh, juga masih terjaga baik, khusus nya dalam memgaman kan keinginan bersama guna meraih hasil yang maksimal, contoh kecil dalam membangun sebuah tempat usaha seperti memasannv tiang belayan tugu dan tiang Kelong atau dalam bahasa Tidung disebut dengan sebutan Tamba.

Karena semboyan itulah selalu menjadi penyemangat bangsa Tidung dari masa kemasa.

Diketahui, bangsa Tidung juga sangat menjunjung adat istiadat nya, buktinya dengan terbangun nya beberapa rumah adat Tidung dibeberapa kabupaten dan kota di Kaltara menandakan bahwa bangsa Tidung sangat mencintai budaya yang diwariskan oleh para leluhur.

Termasuk kesenian khas mereka, dimana tarian Bebalon bangsa Tidung sangat terkenal, tidak hanya di Indonesia melainkan hingga kemanca negara.

“Ku Bangga Ku Tidung, Aku Kaltara, Aku Indonesia”…***

Penulis : Sahri.

Continue Reading

Ragam Kaltara

“Titik Badan” Dan “Kutika” Isarat Sakral Orang Tidung Kaltara

Published

on

Poto Ilustrasi, Padaw Tuju Dukung.

“Titik Badan” adalah jenis suara atau isarat yang masih dipercaya oleh orang Tidung dibeberapa tempat apa bila berbunyi, baik untuk pertanda kebaikan maupun pertanda sebuah keburukan bila dilanggar.

Dimana suara “Titik Badan” dianggap sangat menentukan keberhasilan atau gagalnya suatu misi yang dilaksanakan. Baik misi berusaha untuk penghidupan keluarga, maupun ketika terjadinya perang Ayau atau Mengayaw tempo dulu sebelum adanya pemerintahan resmi, baik dimasa pemerintahan kesultanan atau raja-raja maupun sistem pemerintahan sekarang.

Bunyi “Titik Badan” yang baik adalah yang hanya berbunyi sekali atau dua kali. Namun bila suaranya sambung menyambung maka si yang empunya misi harus segera kembali berbalik kearah semula, karena bila dipaksakan dipercaya akan timbul musibah yang besar.

Tidak hanya suara “Titik Badan”, orang Tidung juga masih percaya dengan “Kutika” atau hitung-hitungan bila ingin bepergian untuk berusaha mencari penghidupan.

Biasanya setelah menghitung “Kutika” dengan hitungan bilangan tertentu, baik hari maupun jam keberangkatan sudah bisa terlihat sesuai ramalan, Kutika ini juga dianggap sangat menentukan sebuah keberhasilan.

Sesuai semboyan “Intimung Taka Tagas Insuai Taka Tapu” secara perlahan tapi pasti generasi muda Tidung kian mampu menjawab tantangan jaman melalui percepatan Sumber Daya Manusia (SDM) disegala bidang. *

Penulis : Sahri.

Continue Reading

Trending

Copyright © 2020 JurnalKaltara.com, Web Design by Ciptamedia Kreasi