Connect with us

Berita Kaltara

Nomor Rekening Nur Asyifa Bocah Penderita Tumor Mata Dari Mansalong Nunukan Kaltara

Published

on

Nur Asyifa Bocah Penderita Tumor Mata dari Mamsalong Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara, tengah digendong ibundanya.

MANSALONG – Dengan dirujuk nya Nur Asyifa (2,7 thn) bocah pengidap penyakit tumor mata yang beralamat di RT 4 Eks PKMT Pagatason, Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, ke RSUD di Jogjakarta, besok, Sabtu, 3/10/2020, diharapkan bantuan dari donatur yang bersimpati terus mengalir.

Guna meringankan beban , Ikhsan dan Nurhani ayah dan Ibu Nur Asyifa. Lantaran biaya yang akan digunakan untuk perawatan belum bisa diketahui jumlahnya.

“Kita masih membuka donasi atau bantuan kepada adik Nur Asyifa, ” ujar Pangeran Eddy, ketua Forum Peduli Desa Mansalong (FPDM).

Pangeran Eddy yang mewakili keluarga, menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak yang sudah sudi memberikan bantuan. Sehingga Nur Asyifa bisa dirujuk ke Jogjakarta.

“Untuk yang ingin meringankan beban keluarga ini silahkan kirim ke rekening Donasi Untuk Adik Nur Asyifa 2,7th ( Anak dari pasangan Ikhsan dan Nurhaini )..
No. 1312000365 Bank BPD KALTIM an.Sudirman. ( Bendahara Kantor Kec.Lumbis)..
Bukti transfer hrp di kirim ke nomor WA sy 082153561976, ” kata Edy. *

Reporter : Sahri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DPRD Kaltara

Sungai Selor Dan Putusnya Urat Nadi Perekonomian Warga Pedalaman Kaltara

Published

on

Alberthus SM Baya ST Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Utara.

TANJUNG SELOR – Sungai Selor, di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantaj Utara sebagai salah satu urat nadi perekonomian masyarakat yang sangat legendaris kondisinya saat ini sangat memperihatinkan. Lantaran terjadi sedimentasi akibat lautan hamparan eceng gondok yang kian menebal disepanjang alur sungai itu.

Akibatnya masyarakat yang bermukim disepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS), merasa ada sesuatu barang berharga yang hilang serta berdampak terhadap ekonomi mereka, maklum saja disana lah tempat warga dari generasi kegenerasi selama ini beraktifitas dengan berbagai kepentingan nya.

Lantaran tak ada perhatian dari pemangku kepentingan (Pemerintah,red), warga spontanitas menyampaikan keluhannya terkait kondisi sungai saat berlangsungnya agenda Reses, Alberthus SM Baya ST, Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Utara di RT 8 Tanjung Selor Hulu Kecamatan Tanjung Selor, kemarin.

Hamparan Eceng Gondok yang menutupi permukaan alur sungai Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara.

Menanggapi keluhan warga, Albert sapaan akrabnya membenarkan. Bahwa sejak dulu semasa alur sungai Selor masih normal sebelum terjadi pendangkalan besar-besaran, merupakan aksesbilitas warga Kecamatan Tanjung Palas Barat, Peso Hilir dan Kecamatan Peso untuk mengangkut berbagai jenis barang kebutuhan dengan menggunakan long boat.

“Sembako yang dibelanjakan oleh pemilik warung ditiga kecamatan dipehuluan Sungai Kayan, bahkan menuju Kecamatan Pujungan di Kabupaten Malinau pada masa itu diangkut melalui Sungai Selor tersebut, ” tutur Albert.

Oleh sebab itu dengan kondisi sungai sekarang lanjut nya, sudah harus menjadi pertimbangan pemerintah guna mencari solusi bagaimana mengatasi pendangkalan ini. Itu lah yang menjadi harapan besar dari masyarakat untuk mengembalikan fungsi sungai seperti sediakala.

Karenanya dalam hal ini pihak DPRD akan terus menyerap aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat, selanjutnya mensinergikan dan menggiringnya dalam kerangka kerja pemerintah, baik Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara maupun kerangka kerja Pemkab Bulungan.

Mengingat untuk menormalkan kembali fungsi sungai Selor tentu membutuhkan biaya yang sangat besar, sehingga perlu keterpaduan bersama untuk mencari solusi bagaimana anggaran yang digunakan bisa tercukupi dengan baik pula.

“Karena menyangkut soal pengerukan sungai yang sedimentasi nya sudah cukup membuat alur nya semakin sempit tentu pula membutuhkan biaya yang tidak sedikit , ” ungkap Alberthus.

Disinu Instansi terkait juga harus menyamakan persepsi, melaksanakan kajian-kajian secara komprehensif, serta langkah-langkah tekhnis yang akan dilakukan untuk mengatasi persoalan.

Baik dari sisi perencanaan tahapan awal sampai dengan solusi dari penyelesaian akhir dari permasalahan. *

Reporter : Sahri.

Continue Reading

Bulungan

Tiga Lubang di Jalan Bulu Perindu Bulungan Malam Ini Spontan Diperbaiki

Published

on

Perbaikan kerusakan jalan Bulu Perindu menuju jalan Merant Tanjung Selor Bulungan, Kaliltara, malam ini Minggu 27/2/2021.

TANJUNG SELOR – Tiga buah lubang jalan menciptakan gundukan yang menyulitkan kendaraan saat berpapasan di jalan Bulu Perindu menuju jalan Meranti Kabupaten Bulungan hanya dalam hitungan jam setelah disorot media ini, langsung mendapat respon perbaikan.

Perbaikan tersebut dilaksanakan oleh PT Karya Indah Permata (KIP) melalui program Company Responsibility Service (CSR).

Hasil pantauan media ini di ruas jalan tersebut pada pukul 10.00 Wita malam ini, tampak alat berat jenis eksavator meratakan gundukan dan dumpruck yang mengangkut bahan material.

“Kita sengaja kerjakan malam hari menunggu lalu lintas berkurang untuk menghindari kemacetan kendaraan, ” ujar pengawas pekerjaan kepada media ini beberapa waktu yang lalu.

Ia juga menambahkan untuk besok pagi, pihaknya akan menurunkan lagi alat berat jenis gradder dan pibro roller.

Melihat konktur tanah yang berdekatan dengan tepian sungai pasang surut, menurutnya penimbunan bisa dilaksanakan dengan telpot makadan, baru diakukan timbujan agregat.

Sebelum nya media ini menyoroti kerusakan  ruas jalan Bulu Perindu menuju jalan Meranti kondisinya saat ini mulai berlubang, hal itu terjadi akibat dampak akhir-akhir ini musim hujan yang sering mengguyuri Kota Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, ditambah padatnya kendaraan yang melintasi ruas jalan tersebut.

Maklum saja ruas jalan ini masih berupa jalan tanah dengan konstruksi agregat, lantaran belum diaspal sebagaimana mestinya.

Hasil pantauan media ini sedikitnya sudah ada tiga buah lubang yang cukup lumayan, sehingga kendaran dari arah berlawanan terpaksa bergantian melintas memilih jalan yang bagus untuk menghindari lubang dimaksud.

Mencermati terjadinya gundukan disekitar lubang dimaksud, sepertinya sudah ada upaya penimbunan. Tapi lantaran tak ada pemadatan tanah timbunan (Urugan) kembali bergeser saat dilintasi kendaraan, khususnya kendaraan berat seperti truck yang mengangkut bahan material, akibat nya terciptalah lubang yang cukup lumayan itu.

Terkait ruas jalan tersebut, perhatian pemerintah tampak nya juga cukup lumayan, buktinya hampir setiap berapa jam ruas jalan Bulu Perindu menuju jalan Meranti ini selalu disiram dengan menggunakan, tujuan nya agar tak berdebu.

Sayang nya, sehabis penyiraman tanpa dibarengi dengan pemadatan. Akibat nya bekas siraman maupun akibat hujan mulai menciptakan lubang yang tak nyaman dilintasi oleh berbagai jenis kendaraan.

Kendati demikian, ruas jalan ini sudah cukup membantu masyarakat dari arah Tanjung Palas dan KM 2 Jelarai menuju kota Tanjung Selor.

Maklum hanya melalui jalan ini lah satu-satunya pilihan untuk mencapai pusat kota, lantaran jalan dari arah kilo dua menuju Tanjung Selor belum bisa dilewati dikarenakan jembatan penghubung antara Jelarai – Tanjung Selor masih dalam tahap perbaikan. *

Reporter : Sahri.

Continue Reading

Bulungan

Tiga Titik Lubang di Ruas Jalan Bulu Perindu Bulungan

Published

on

Tiga titik lubang diruas jalan Bulu Perindu menuju Meranti Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara Butuh Perhatian untuk ditimbun.

TANJUNG SELOR – Ruas jalan Bulu Perindu menuju jalan Meranti kondisinya saat ini mulai berlubang, hal itu terjadi akibat dampak akhir-akhir ini musim hujan yang sering mengguyuri Kota Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, ditambah padatnya kendaraan yang melintasi ruas jalan tersebut.

Maklum saja ruas jalan ini masih berupa jalan tanah dengan konstruksi agregat, lantaran belum diaspal sebagaimana mestinya.

Hasil pantauan media ini sedikitnya sudah ada tiga buah lubang yang cukup lumayan, sehingga kendaran dari arah berlawanan terpaksa bergantian melintas memilih jalan yang bagus untuk menghindari lubang dimaksud.

Mencermati terjadinya gundukan disekitar lubang dimaksud, sepertinya sudah ada upaya penimbunan. Tapi lantaran tak ada pemadatan tanah timbunan (Urugan) kembali bergeser saat dilintasi kendaraan, khususnya kendaraan berat seperti truck yang mengangkut bahan material, akibat nya terciptalah lubang yang cukup lumayan itu.

Terkait ruas jalan tersebut, perhatian pemerintah tampak nya juga cukup lumayan, buktinya hampir setiap berapa jam ruas jalan Bulu Perindu menuju jalan Meranti ini selalu disiram dengan menggunakan, tujuan nya agar tak berdebu.

Sayang nya, sehabis penyiraman tanpa dibarengi dengan pemadatan. Akibat nya bekas siraman maupun akibat hujan mulai menciptakan lubang yang tak nyaman dilintasi oleh berbagai jenis kendaraan.

Kendati demikian, ruas jalan ini sudah cukup membantu masyarakat dari arah Tanjung Palas dan KM 2 Jelarai menuju kota Tanjung Selor.

Maklum hanya melalui jalan ini lah satu-satunya pilihan untuk mencapai pusat kota, lantaran jalan dari arah kilo dua menuju Tanjung Selor belum bisa dilewati dikarenakan jembatan penghubung antara Jelarai – Tanjung Selor masih dalam tahap perbaikan. *

Reporter : Sahri.

Continue Reading

Trending

Copyright © 2020 JurnalKaltara.com, Web Design by Ciptamedia Kreasi