Connect with us

Berita Ruang Aspirasi

Norhayati Andris : Tujuh Tahun Kaltara Hanya Harapan?

Published

on

Norhayati Andris Srikandi PDIP Provinsi Kalimantan Utara.

Selamat Pagi …Salam Sehat dan Salam Persaudaraan…

Untuk Kalimantan Utara yang Baru ,Mari Bersama REBUT Kembali Lewat Pilkada 2020 ini ….

Bersama kita bisa
Bersatu kita kuat ,
Berkerja ,Berdoa dan Iklas
Kita ada ,kita bisa ,Kita semua Aku ,Kamu Dia ,Mereka Bersama …

Mewujudkan Harapan Para Tokoh-Rokoh , Para Pejuang Kaltara ,Para Senior ,Presedium Pembentukan Kaltara
Tokoh Pemuda ,Mahasiswa , dan Seluruh Masyarakat Kalimantan Utara…

Ato kita Tata Kembali Tujuan Kaltara yang sebenarnya

7 Tahun KALTARA…
Cukup lah membawa kita Ke sebuah harapan…

Dengan Harapan :
Menjadi yang Terdepan ,
Harapan KIPI , Harapan PLTA ,Harapan Jembatan Bulan , Harapan ….Harapan …,?

Terimakasih sudah memberikan Kami Harapan …

Tarakan ,20 Juli 2020

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ruang Aspirasi

Lomba Berhadiah, “Menulis Surat Untuk Gubernur Kaltara”

Published

on

Mahmud Bali, Ketua Panitia Pelaksana Lomba Menulis Surat Untuk Gubernur Kaltara.

– Kaltara Maju, Kaltara Rumah Kita

Kabar gembira untuk para pelajar Kaltara. Yang Ingin menyampaikan pikiran, gagasan, harapan atau saran untuk Kaltara ke depan?.

Sekarang saatnya, melalui Cretive Wraiting Program, Lomba Menulis Surat Untuk Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara. Lewat Program pembinaan literasi dan kreatifitas kerja sama antara PT Mitrabara Adiperdana (MA) – PT Baradinamika Muda Sukses (BDMS) dan Cokoliat Literasi Program.

Lomba Menulis Surat ini terbuka untuk seluruh pelajar Kaltara; pelajar yang bersekolah di Kalimantan Utara (Nunukan, Tarakan, Malinau, Kabupaten Tana Tidung dan Bulungan) atau pelajar asal Kaltara yang bersekolah di luar Provinsi Kaltara.

Ada 2 kategori peserta, yaitu pelajar SMP/sederjat dan pelajar SMU/SMK/sederajat.
Para pelajar Kaltara dipersilahkan ikut ajang ini. Mengungkapkan pikiran dan isi hati kepada pemimpin baru Kaltara.

Tema surat adalah, Kaltara Maju, Kaltara Rumah Kita. Surat dibuat dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik, santun, beretika, inspiratif, membangun dan tak mengandung konten SARA.

Surat dibuat sepanjang 2-6 halaman HVS A4, Font Time New Roman 12, spasi 1,5. File surat dikirim melalui pesan whats app kepada panitia. Untuk kategori SMU ke nomor: 082159524300 (Bu Fira) dan kategori SMP ke nomor : 081350829302 (Rahma). Pendaftaran atau pengiriman naskah dapat dilakukan mulai Februari hingga 28 April 2021. Pemenang akan diumumkan pada 2 Mei 2021 melalui media.

Ketua Panitia, Machmud Bali mengungkapkan, Lomba Menulis Surat ini diharapkan dapat diikuti oleh seluruh pelajar Kaltara. Di tengah pandemi, lomba ini menjadi bagian dari proses edukasi, penyalur kreatifitas para pelajar khususnya dalam dunia literasi.

“Karya para juara dan karya terpilih akan dibukukan oleh panitia. Itu penting karena pemikiran, ide, dan suara hati para pelajar akan sangat bermakna untuk kemajuan Kaltara. Untuk pemimpin kita dalam membangun Kaltara,” ungkap Ketua Panitia, Machmud Bali.

Panitia memberikan penghargaan pada para pemenang. Kategori SMP/sederajat dan SMU/sederajat: Juara I (1.500.000) Juara II (1.250.000) Juara III (1.000.000) dan 5 harapan (@200.000).

#Selamat berlomba. (more…)

Continue Reading

Ruang Aspirasi

Mendesak Ibukota Bulungan Kembali ke Tanjung Palas

Published

on

Drs Datu Buyung Perkasa MPd Ketua Lembaga Adat Kesultanan Bulungan (LAKB) Provinsi Kalimantan Utara.

TANJUNG SELOR – Permintaan para tokoh masyarakat agar pusat pemerintahan Kabupaten Bulungan dikembalikan ke Tanjung Palas, merupakan satu keharusan, mengingat Tanjung Selor sudah menjadi pusat Pemerintahan Provinsi Kalimantan Utara, yang sebentar lagi akan berdiri Pemerintahan Kota (Pemkot) disana.

“Kembalinya pusat pemerintahan Kabupaten Bulungan ke Tanjung Palas sudah sewajarnya berdasarkan historis diawal terbentuknya, dan hal itu tidak ada kata tawar menawar lagi, ” terang Ketua Lembaga Adat Kesultanan Bulungan, Drs Datu Buyung PerkasabM Pd, kepada media ini kemarin.

Menurut Datu Buyung, yang juga putera bungsu Perdana Menteri Kesultanan Bulungan terakhir ini menyebut, ketika Kesultanan Bulungan menyatakan bergabung dengan NKRI pada tanggal 17 Agustus 1949, maka pada tahun 1950 dengan Surat Keputusan Mendagri No. C.17/15/3 tgl 29 Juni 1950 tentang pembentukan Swapraja Kutai, Bulungan dan Berau. Yang diperkuat lagi dengan SK Gubernur Kalimantan Timur Nomor 186/opb/92/14, tanggal 14 Agustus 1950, bahwa Swapraja di Kaltim berstatus Daerah Istimewa setingkat Kabupaten.

Dimana Kabupaten Bulungan, Kepala Daerah ditetapkan yaitu Sultan Bulungan DYMM MM Jalaluddin yang menjalankan roda Pemerintahan Daerah Istimewa, dengan Pusat Pemerintahan di Tanjung Palas.

Perkembangan selanjutnya, sesuai UU No.27 tahun 1959 dan Penetapan Presiden No.6 thn 1959, tanggal 7 September 1959, Daerah Istimewa Bulungan menjadi Pemerintahan Kabupaten Bulungan dan Bupati pertama terpilih, YM Andi Tjatjo gelar Datu Wihardja.

“Beliau dilantik pada tanggal 12 Oktober 1960 di Tanjung Selor, serta Pusat Pemerintahan Bulungan dipindahkan ke Tanjung Selor Bulungan, ” ujar Datu Buyung.

Olleh karena itu, mama setiap tanggal 12 Oktober diadakan ritual adat Kesultanan Bulungan, yang disebut “Birau Bulungan”. dirangkai dengan HUT Kabupaten Bulungan dan Kota Tanjung Selor.

Oleh sebab itu, sudah selayaknya dan seharusnya secara historis Pusat Pemerintahan Kabupaten Bulungan dikembalikan ke Tanjung Palas.

“Kami mendukung anak muda Bulungan Ananda Alwan Saputra yang menyuarakan untuk segera mengembalikan Pusat Pemerintahan Kabupaten Bulungan ke Tanjung Palas. Karena Tanjung Selor sudah menjadi Ibu Kota Provinsi Kalimantan Utara dan Pusat Pemerintahan Provinsi Kalimantan Utara, ” tegas Datu Buyung.

Ingat pesan Bung Karno pendiri Republik ini “JAS MERAH” – Jangan Sekali Melupakan Sejarah. *

Reporter : Sahri.

Continue Reading

Ruang Aspirasi

“Bebilin” Lagu Tidung Yang Berisi Nasehat Dan Petuah Leluhur

Published

on

Poto Ilustrasi.

“Dindang”atau dendang “Bebilin” lagu Daerah Tidung berisi petuah atau nasehat, atau pesan dari nenek moyang kaum Tidung.

Irama lagu tersebut pasti berbunyi “Bebilin Yaki Yadu” yang artinya dalam bahasa Indonesia pesan kakek dan nenek. Ini bermakna bagi setiap orang Tidung harus selalu ingat petuah leluhurnya, rendah hati dan ulet dalam segala hal.

Masih terngiang dalam benak penulis,. Ketika masih kecil dikampung biasanya lagu bebilin ini kerap dinyanyi kan warga Tidung saat waktu panen padi.

Untuk mengurangi kesuntukan berkerja biasanya setiap orang atau kelompok bernyanyi riang dengan cara bergantian atau berbalas lagu.

Maka tak heran kaum Tidung itu dimana saja berada mereka tak pernah lupa kampung nya, Selalu menjaga soliditas bersama dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Untuk di Kalimantan Utara sendiri, kaum Tidung tersebar di empat Kabupaten dan satu Kota.

Bahkan untuk mengenang sejarah terkait pembagian wilayah yang disebut Afdeling Tana Tidung, dimasa penjajahan Belanda, nama Tana Tidung kini tetap di abadikan sebagai salah satu nama Kabupaten di Provinsi ke 34 di Indonesia itu. *

Oleh : Sahri

Continue Reading

Trending

Copyright © 2020 JurnalKaltara.com, Web Design by Ciptamedia Kreasi