Connect with us

Berita Sorot Peristiwa

Permohonan Maaf Paul Mauregar Lalong Untuk Umat Muslim

Published

on

Paul Mauregar Lalong.

MALINAU – Paul Mauregar Lalong (61 THN), dari relung hati yang paling dalam, menyampaikan permohonan maaf setinggi-tingginya kepada seluruh umat Islam umum nya, dan umat muslim se Kalimantan Utara khususnya.

Atas cuitannya di media sosial Facebook, yang bedampak hukum baginya, sesuai Laporan Polisi nomor LP/A/51xi/2019Kaltara/KSPKT, tanggal 19 November 2019.

Pada kasus ini Paul Mauregar Lalong juga mengaku, sempat menjalani masa penahanan selama 10 hari, sebelum ada nya permintaan penangguhan oleh Isteri dan saudara kandung yang bersangkutan.

“Dengan kerendahan hati dibulan suci Ramadhan ini, saya memohon maaf kepada seluruh umat Muslim se Kaltara, ” ucap Paul.

Kepada pihak pelapor tentang kasus ITE yang menjeratnya, ia juga memohon kiranya dapat dimaafkan.

“Kepada saudara saya umat muslim saya mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1442 H, mohon maaf lahir dan bathin,” tutup Paul Mauregar Lalong. *

Reporter : Sahri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sorot Peristiwa

Soal Kasus Penistaan Agama, Paul Mauregar Lalong Dimaafkan

Published

on

Paul Mauregar Lalong (kanan), H Salafa Hepa Ketua FKUB Kaltara (kiri).

– Proses hukum tetap berjalan

TANJUNG SELOR – Terkait kasus permohonan maaf, Paul Mauregar Lalong (61 thn), kepada seluruh umat Muslim, soal penistaan agama yang diunggahnya di media sosial Facebook tahun 2019 silam, pihaknya sudah menyampaikan permohonan maaf secara tertulis kepada Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Provinsi Kalimantan Utara.

“Hari Senin, 3/5/2021 kemarin saya sudah menemui bapak H Salafa Hepa, Ketua FKUB Provinsi Kalimantan Utara untuk menyampaikan permohonan maaf, ” tegas Paul Mauregar Lalong, kepada media ini, 6/5/2021.

Dimana lanjut Paul, pada islah kemarin, pihak FKUB telah memberikan maaf yang tertuang lewat surat tertanggal, 23 Maret 2019, yang diberikan secara langsung kepadanya.

“Saya juga pantas menyampaikan ucapan terima kasih dan rasa sukur yang setinggi-tingginya kepada pihak FKUB Kaltara, ” kata Paul.

Bersangkutan dengan permohonan maaf itu, Paul Mauregar Lalong juga mengaku, telah menyampaikan melalui dua media online, masing-masing di jurnal kaltara com dan kita teropong com, serta dalam bentuk video yang disampaikan melalui media sosial face book.

“Saya juga menyampaikan permohonan maaf melalui radio Kaltara FM, ” imbuh Paul Mauregar Lalong.

Karena nya harap Paul, melalui permohonan maaf yang sudah disampaikan melalui media secara terbuka itu, ia berharap sebagai tersangka penistaan agama hukuman atau vonis yang dijatuhkan kelak tidak terlalu berat. *

Reporter : Sahri.

 

Continue Reading

Sorot Peristiwa

Mantan PTT Humasprov Kaltara Belum Terima Gaji Terakhir Bulan Maret

Published

on

  • Paska dirumahkan lewat pesan WhatsAPP tanggal 1 April 2021 silam

TANJUNG SELOR – Tidak hanya dirumah kan sejak 1 April 2021 lalu, ternyata puluhan Pegawai Tidak Tetap (PTT) atau tenaga Honorer Humas Protokol sebelum berganti nama menjadi Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) belum menerima upah atau gaji terakhir bulan Maret, setelah pemutusan hubungan kerja.

Sebut saja, namanya bang Iman, salah satu mantan PTT Humasprov Kaltara kepada media ini menceritakan, bahwa dasar Pemprov Kaltara merumahkan mereka sejak tanggal 1 April lalu hanya melalui pesan WhatsAPP, bukan pemberitahuan resmi melalui surat.

“Terus terang kami saat ini kelimpungan dan berharap evaluasi yang dilakukan bisa segera ada jawaban, apakah masih direkrut atau dirumahkan secara permanen, ” ujarnya.

Berikut isi pesan WhatsAPP tersebut,

Assalamualaikum
Selamat Malam

Ijin menyampaikan,

Sesuai Hasil rapat dengan Sekretaris Daerah Prov Kaltara pada hari Rabu 31 Maret 2021 di ruang rapat kerja Sekda, terkait perubahan Nomenklatur Biro Humas & Protokol menjadi Biro Administrasi Pimpinan

Dengan ini disampaikan bahwa
TMT 1 April 2021 seluruh tenaga kontrak / PTT akan di Evaluasi, sampai pada pemberitahuan lebih lanjut.

Demikian
Terima kasih.

Hasil pantauan media ini, rata-rata PTT yang dirumahkan sudah berkeluarga, tentu mereka memiliki tanggungjawab yang cukup besar, bahkan konon ada diantaranya sudah memiliki putera yang masih sekolah.

Belum lagi untuk membayar kontrak rumah yang ditempati, tentu disaat pandemi Covid -19 seperti sekarang semua nya serba kesulitan.

Terutama untuk mencari pekerjaan baru, serba sulit pula, mengingat semua sektor usaha juga nyaris lumpuh.

Oleh sebab itu, diantara para mantan PTT tersebut tetap berharap, akan ada sebuah kejelasan menyangkut nasib mereka dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. *

Reporter : Sahri.

 

Continue Reading

Sorot Peristiwa

Soal Limbah, Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi Kembali Kejalan

Published

on

Demontrasi mahasiwa yang tergabung dalam LMND di depan Kantor Penggung Pemprov Kaltara di kota Tarakan, Seninz 12/3/2021.

– Mereka meminta Gubernur Kaltara berdialog langsung dengan rakyat

TANJUNG SELOR – Demonstasi Mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Borneo Tarakan (UBT), Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM), Forum Keluarga Mahasiswa Dayak Agabag Tarakan, didepan GTM – Badan Penghubung Provinsi, berlangsung damai, aman dan tertib.

Ada lima tuntututan yang disampaikan oleh Mahasiswa, diantaranya,
Cabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT. KPUC, Transparansi pertanggung jawaban PT.KPUC kepada masyarakat, Transparansi penyelidikan kasus dan Sikap tegas PEMPROV. KALTARA terkait persoalan PT. KPUC dan PT. KHL, serta Bebaskan Tanpa Syarat Masyarakat adat Dayak Agabag Kecamatan Sebuku.

Aksi dimulai pukul 13.30 dan berakhir pukul 17.00, Senin, 12/4/2021.

Demi Mahasiswa yang tergabung dalam LMND di kantor Penghubung Pemprov Kaltara di kota Tarakan.

Dalam. Orasinya, Supardi selaku penanggungjawab dan koordinator lapangan menyebut, bahwa spesies ikan sungai Kalimantan adalah jenis tertentu. Tidak ada jenis ikan lain yang bisa berkembang biak disini.

Diwawancarai disela Demo damai, Supardi, mengaku sangat menyayangkan ketidakhadiran Gubernur dan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menemui mereka.

Yang menemui mahasiswa untuk Hearing hanya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi, yang diwakili oleh Sekretarisnya, Ir Nurhamdi.

“Kita berharap Dinas Lingkungan Hidup benar-benar mendengar dan mau menyampaikan aspirasi Mahasiswa kepada Pemprov dna Gubernur, harus diketahui bahwa aksi ini tidak hanya sampai disini saja, namun ada kelanjutan nya khusus nya mengevaluasi tuntutan-tuntutan yang kami sampaikan, ” kata Supardi.

Artinya kata dia, melalui pesan WhatsAPP, harapan hasil dari hering bersama Dinas Lingkungan Hidup dapat menyampaikan aspirasi kepada lembaga tekait, dan pemprov harus lebih memperhatikan kondisi setiap lapisan masyarakat. Dan di harapkan jugaa Gubernur Kaltara bisa langsung berdialog mendengar aspirasi masyarakat.

Sementara itu, Ir Nurhamdi Sekretaris DLH Kaltara, didepan para Mahasiswa saat Hearing mengatakan, bahwa apa yang bisa dijawab akan dijawab.

Sementara itu, Supardi selaku Korlap Mahasiswa mengawali penyampaian nya mengatakan, salam gotong royong, hidup rakyat Indonesia.

“Pertama sangat disayangkan Gubernur Kaltara tidak bisa hadir berdialog dengan kita, ” papar Supardi.

Pergantian kepemimpinan Provinsi Kaltara, lanjutnya, ternyata tidak banyak mengubah dalam tatanan sosial maupun ekonomi dalam masyarakat menjadi lebih baik, khusus nya bagi masyarakat Malinau maupun kabupaten Nunukan.

Sejak pada hari Minggu 7 Februari 2021 terjadi peristiwa penampungan limbah yang jebol diduga berasal dari kolam tuyak PT Kayan Putera Utama Coal (KPUC), limbah tambang mengalir kesungai Malinau yang mengakibatkan pencemaran. *

Reporter : Sahri.

 

Continue Reading

Trending

Copyright © 2020 JurnalKaltara.com, Web Design by Ciptamedia Kreasi