Connect with us

Ekonomi

Perusahaan Swasta di Kabudaya Diminta Wajib Rekrut Naker Lokal

Hendrawan (kiri) anggota Komisi II DPRD Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara.

NUNUKAN – Perusahaan swasta yang beroperasi diwilayah calon Kabupaten Bumi Daya Perbatasan (Kabudaya) diminta memprioritaskan untuk merekrut putra/i lokal sebagai tenaga kerja (Naker).

Perihal itu disampaikan oleh Hendrawan anggota Komisi II DPRD Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, kemarin.

Menurut politisi Partai Nasdem itu menyebutkan, kenapa harus atau wajib merekrut naker lokal?, tujuannya agar dapat menekan angka pengangguran, serta menjadi sokuguru penguatan ekonomi masyarakat khususnya di wilayah tiga.

Selain itu lanjutnya, pihak perusahaan dalam melaksanakan kegiatan baru wajib berkoordinasi dengan tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh pemuda. Agar kebersamaan dalam cara pandang kedepan dapat terbangun dengan baik.

Hendrawan yang terkenal dengan salam restorasinya (perubahan) itu mengingatkan, bahwa ditengah situasi seperti sekarang perlu ada solusi kongkrit bagi setiap perusahaan yang beroperasi diwilayah III tersebut, untuk cepat tanggap membantu masyarakat memberikan solusi terbaik ditengah pandemik Covid – 19 yang berdampak langsung pada ekonomi masyarakat.

“Oleh karena itu menurut saya di masa kondisi pandemi ini, keberadaan perusahaan swasta di lingkungan wilayah III harus terasa kehadirannya, artinya mampu menjadi solusi kongrkit bagi masyarakat di wilayah III Nunukan,”bebernya

Intinya kita ingin perusahaan menjadi bagian dari motor penggerak ekonomi masyarakat lokal di wilayah III Nunukan. Tujuannya hanya satu, agar perusahaan yang ada bisa menciptakan peluang pekerjaan untuk kesejahteraan masyarakat lokal.

Kedepannya Ia akan terus berkeliling di semua perusahaan yang beroperasi di lingkungan wilayah III khususnya kabudaya untuk terus mengawasi dan memastikan agar masyarakat lokal betul-betul bisa diberi peluang dalam bekerja.*

Reporter : MDF.
Editor      : Sahri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ekonomi

Kelangkaan BBM di Krayan Nunukan Kaltara Sudah Teratasi

Pesawat Air Tractor Untuk Memgangkut BBM ke Krayan Kabupaten Nunukan Kaltara.

– Hari ini  PT Pertamina angkut 4.000 L Premium

TANJUNG SELOR – Persoalan antrean Bahan Bakar Minyak BBM, di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, sudah teratasi dengan kembali mengudaranya peswat PT Pertamina Air Tracktor untuk melayani angkutan kewilayah itu.

Perihal kembali mengudaranya pesawat air tractor pertama kali diunggah oleh Akun Facebook Yacob Palung, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara beberapa waktu lalu.

Menurut pihak Air Tractor menyebutkan, peswatnya harini sudah mengangkut BBM sebanyak 4.000 Liter Premium ke Krayan,

Sementara pada pagi harinya, sudah ada pula pengiriman ke Krayan Selatan sebanyak 1.200 Liter.

Diakhir chating nya Yakob Alung dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyampaikan ucapan terima kasih kepada PT Pertamina.

“Baik pak Abil, terima kasih atas kerjasamanya, semoga kembali lancar operasional suplay BBM ke Krayan, ” unggah Yacob Palung.

Diketahui sebelum nya, setibanya Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid dari perjalanan dinas di Jakarta, ia langsung secara khusus menemui pihak Pertamina di Kota Tarakan, kamis (16/7), kemarin, untuk membahas persoalan kelangkaan BBM di wilayah Krayan sehingga menyebabkan terjadinya antrian panjang di masyarakat.

Kedatangan Bupati Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara itu ditemui oleh pihak Pertamina di Fuel Terminal Tarakan. Selain menanyakan alasan terjadinya kelangkaan BBM di wilayah Krayan, Laura dalam pertemuan tersebut meminta Pertamina segera melakukan upaya percepatan untuk mengatasi persoalan BBM tersebut.

Laura berpendapat, kelangkaan BBM sudah sangat menganggu aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Krayan.

“Satu-satunya BBM yang ditunggu masyarakat saat ini adalah yang berasal dari Pertamina, karena BBM dari Malaysia juga tidak bisa masuk akibat kebijakan lockdown ketat di Negara Malaysia. Kalau pasokan dari Pertamina terganggu, maka seluruh aktivitas masyarakat pun ikut terganggu, untuk itu saya meminta Pertamina segera mencari solusi untuk mengatasi masalah ini,” kata Laura.

Menanggapi permintaan tersebut,
Robert, Manajer Humas Pertamina MOR VI Tarakan menyampaikan kronologis penyebab terjadinya kelangkaan BBM di Krayan.

Kelangkaan BBM di wilayah Krayan dikarenakan pesawat Air Tractor AT-802 PK-PAY dengan kapasitas angkut 4.000 liter yang biasa mengangkut BBM sejak tanggal 29 Juni 2020 lalu dipindah tugaskan untuk melayani wilayah Papua.

Pertamina menggunakan pesawat pengganti dengan pesawat Cassa 212 PK-PCT, dengan kapasitas angkutnya sebanyak 1.200 liter per sekali terbang. Pesawat pengganti dengan kapasitas angkut yang lebih kecil inilah yang menyebabkan pasokan BBM di wilayah Krayan berkurang dan menimbulkan antrian panjang di masyarakat.

Alternatifnya memulihkan pasokan BBM di wilayah Krayan, Pertamina akan kembali menggunakan pesawat Air Tractor AT-802 PK-PAY untuk mengangkut BBM di wilayah Krayan agar pasokan di masyarakat bisa kembali normal.

Reporter : Sahri
Sumber : FB Yacob Palung dan Humas Pemkab Nunukan.

Continue Reading

Ekonomi

Pasar Sore Tanjung Palas Pasarnya Rakyat Kecil

Suasana kegiatan jual beli di pasar sore Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara.

TANJUNG SELOR – Pasar sore Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, saat ini menjadi sentra jual beli bagi masyarakat ekonomi menengah kebawah.

Pasar yang berada disimpang Tiga, jalan Kasimuddin itu, tidak hanya menjual berbagai macam jenis sayuran, ikan dan bumbu dapur saja. Para penjaja makanan pun mulai memenuhi tepian sungai Kayan yang ada disana.

Rata-rata para penjaja dipasar sore Tanjung Palas ada lah masyarakat tempatan. Mereka mulai membuka lapak jualan nya pada sore hari, dan menutupnya pukul 22.00 Wita malam, dengan terlebih dahulu membersihkan areanya masing-masing.

Puncak keramaian pasar sore tersebut apabila memasuki musim buah-buahan, beragam jenis buah lokal banyak dijajakan disana, harganya pun masih terjangkau oleh kantong.

Dengan keberadaan pasar sore ini, sangat memacu perekonomian masyarakat. Karena hasil pertanian yang dikelola bisa langsung dijajakan disana setiap harinya. *

Reporter : Sahri.

Continue Reading

Ekonomi

Kue HAU Penganan Asli Suku Dayak Kenyah

Kini Sudah Memiliki Sertifikat Halal, Cocok Buat Oleh-Oleh Khas Kaltara

TANJUNG SELOR – Masih ingat kue Hau, penganan asli Suku Dayak Kenyah, salah satu sub suku Dayak Pulau Borneo, atau tepatnya di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, kini sudah memiliki label sertifikasi halal.

Prodak kue Hau ini diusahakan oleh ibu Noviani, salah satu warga Tanjung Selor yang beralamat, diJalan Sabanar Lama, RT 67 RW 25 Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara.

“Kalau ingin membeli kue Hau hasil home industri kami sekarang bisa didapat disejumlah mini market yang tersebar di Tanjung Selor, ” ungkap ibu Noviani.

Kue Hau yang sudah memiliki sertifikasi kehalalan nya ini, bisa bertahan lebih dari sebulan.

“Setiap kita drop ke warung-warung atau mini market setiap bulan kita teliti, bila sudah mendekati kadaluarsa prodaknya akan kita tarik, agar keamanan masyarakat yang mengkonsumsi dapat terjamin dengan baik, ” kata Ibu Noviani.

Diketahui, suku Dayak Kenyah tidak hanya terkenal dengan seni budaya dan ukirannya, ternyata suku dayak Kenyah salah satu sub suku dayak yang menghuni pulau Borneo, atau tepatnya di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara diam-diam jauh sebelumnya juga sudah memiliki penganan yang cukup dikenal dikalangan suku dayak, yakni Kue Hau.

Dimana kue Hau ini kerap disajikan ketika ada acara kenduri, upacara adat, dan perkawinan dikalangan mereka.

“ Semua suku Dayak mengenal Kue Hau ini, jadi pada umum nya kerap disajikan pada even-even besar seperti acara perkawinan, Natal dan Tahun Baru, dimana kebiasaan tersebut bisa dilihat dikampung-kampung, “ terang ibu Novi sapaan akrabnya.

Sayangnya tambah Novi lagi, seiring dengan perkembangan zaman sekarang sudah mulai hilang kebiasaan dimaksud. Bahkan hampir tidak ditemukan lagi kue Hau pada acara khusus yang digelar suku Dayak Kenyah, walaupun masih ada juga yang masih pintar membuat kue Hau tersebut.

Sehingga kata Novi yang mengaku asli suku Dayak Kenyah ini sangat kawatir jika kue Hau tidak dipertahankan atau tidak dipublikasikan sebagai penganan khas dayak, tidak menututp kemungkinan suatu waktu diklam oleh suku lain dan sebagainya.

“Oh ya saya muallaf insya Allah kue Hau yang saya tawarkan dijamin kehalalannya, “ ujar Novi.

Ia juga menambahkan, bahan baku Kue Hau antara lain adalah tepung ketan, gula halus & minyak goreng. Jenis penganan ringan ini mudah dapat dibawa kemana-mana, bentuknya tampak seperti kerupuk namun masih masuk kategori penganan kue atau roti.

“Sejak zaman nenek moyang saya belum lahir Kue Hau sdh ada tuh? “ , tukas Novi seraya menambahkan bahwa dirinya beralamat dijalan. Sabanar lama RT.31 Tanjung Selor, Bulungan Kalimantan Utara.

*Pesan saya buat bapak Gubernur Kaltara paling tidak pada acara birau kue Hau bisa menjadi salah satu penganan yang ditawarkan kepada tamu-tamu untuk oleh-oleh. Karena jenis penganan ini tahan lama bisa sampai satu bulan dijamin tanpa bahan pengawet, ” ujar Ibu Noviani seraya berulang mengatakan kue Hau prodaknya sudah memiliki sertifikat kehalalan. *

Reporter : Sahri

Continue Reading

Trending

Copyright © 2020 JurnalKaltara.com, Web Design by Ciptamedia Kreasi