Connect with us

Berita Ruang Aspirasi

Projomas “Membangun Desa Menata Kota”

Published

on

Mulyadi Lalo SKM.

Oleh : Mulyadi SKM.

Berbicara Konsep pasangan Projomas (Djoko Susilo SH – Kosmas Kajan SS) pasangan bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Bulungan periode masa bakti 2021 – 2024, “MEMBANGUN DESA MENATA KOTA”, selain terarah juga cocok untuk wilayah Kabupaten Bulungan yang terdiri dari wilayah pesisir (Kota) dan wilayah pedalaman (desa/kampung).

Visi itu juga tak secara langsung nantinya terkoneksi dengan program Nawacita program nya Presiden Republik Indonesia Jokowidodo.

Kenapa pembangunan didesa selama kurun waktu 75 tahun Indonesia Merdeka sedikit melambat, karena selama ini para kepala daerah dan wakil kepala daerah sebagian besar hanya memfokuskan pembangunan diwilayah pesisir atau perkotaan dengan pertimbangan lebih mudah dan murah.

Wajar apa bila ditinjau dari segi penguatan ekonomi dan sosial budaya kerap terjadi ketimpangan. Maka solusi melalui visi membangun desa menata kota bila nantinya dijalankan dengan sungguh akan terjadi penguatan ekonomi dan sosial budaya yang terpadu antara wilayah pedalaman dan perkotaan di Kabupaten Bulungan secara merata dan tertata baik secara administrasi maupun fakta dilapangan.

Kenapa harus ada keterpaduan, karena sistem ekonomi antara wilayah pedalaman dan pesisir jauh berbeda tapi memiliki azas dan motif yang sama, bila dikota kita selalu meggunakan mata uang, namun diwilayah Pedalaman masih bisa dengan sistem barter atau menyesuaikan kondisi dan kebutuhan setiap wilayah.

Untuk memperkuat simpul ekonomi tidak hanya melalui bantuan permodalan, pembangunan akses jalan penghubung antar desa menuju ibukota kecamatan selanjutnya menuju ibukota kabupaten juga harua dipercepat, guna memudahkan mobilisasi masyarakat untuk mengangkut hasil pertanian dan perikanan yang dikelolanya.

Selain itu, percepatan SDM juga harus menjadi prioritas. Sektor kesehatan yang maksimal dan ketersediaan kebutuhan vital masyarakat seperti air bersih, listrik maupun sistem sanitasi lingkungan yang bersih. *

Editor : Nina AF.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ruang Aspirasi

Lomba Berhadiah, “Menulis Surat Untuk Gubernur Kaltara”

Published

on

Mahmud Bali, Ketua Panitia Pelaksana Lomba Menulis Surat Untuk Gubernur Kaltara.

– Kaltara Maju, Kaltara Rumah Kita

Kabar gembira untuk para pelajar Kaltara. Yang Ingin menyampaikan pikiran, gagasan, harapan atau saran untuk Kaltara ke depan?.

Sekarang saatnya, melalui Cretive Wraiting Program, Lomba Menulis Surat Untuk Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara. Lewat Program pembinaan literasi dan kreatifitas kerja sama antara PT Mitrabara Adiperdana (MA) – PT Baradinamika Muda Sukses (BDMS) dan Cokoliat Literasi Program.

Lomba Menulis Surat ini terbuka untuk seluruh pelajar Kaltara; pelajar yang bersekolah di Kalimantan Utara (Nunukan, Tarakan, Malinau, Kabupaten Tana Tidung dan Bulungan) atau pelajar asal Kaltara yang bersekolah di luar Provinsi Kaltara.

Ada 2 kategori peserta, yaitu pelajar SMP/sederjat dan pelajar SMU/SMK/sederajat.
Para pelajar Kaltara dipersilahkan ikut ajang ini. Mengungkapkan pikiran dan isi hati kepada pemimpin baru Kaltara.

Tema surat adalah, Kaltara Maju, Kaltara Rumah Kita. Surat dibuat dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik, santun, beretika, inspiratif, membangun dan tak mengandung konten SARA.

Surat dibuat sepanjang 2-6 halaman HVS A4, Font Time New Roman 12, spasi 1,5. File surat dikirim melalui pesan whats app kepada panitia. Untuk kategori SMU ke nomor: 082159524300 (Bu Fira) dan kategori SMP ke nomor : 081350829302 (Rahma). Pendaftaran atau pengiriman naskah dapat dilakukan mulai Februari hingga 28 April 2021. Pemenang akan diumumkan pada 2 Mei 2021 melalui media.

Ketua Panitia, Machmud Bali mengungkapkan, Lomba Menulis Surat ini diharapkan dapat diikuti oleh seluruh pelajar Kaltara. Di tengah pandemi, lomba ini menjadi bagian dari proses edukasi, penyalur kreatifitas para pelajar khususnya dalam dunia literasi.

“Karya para juara dan karya terpilih akan dibukukan oleh panitia. Itu penting karena pemikiran, ide, dan suara hati para pelajar akan sangat bermakna untuk kemajuan Kaltara. Untuk pemimpin kita dalam membangun Kaltara,” ungkap Ketua Panitia, Machmud Bali.

Panitia memberikan penghargaan pada para pemenang. Kategori SMP/sederajat dan SMU/sederajat: Juara I (1.500.000) Juara II (1.250.000) Juara III (1.000.000) dan 5 harapan (@200.000).

#Selamat berlomba. (more…)

Continue Reading

Ruang Aspirasi

Mendesak Ibukota Bulungan Kembali ke Tanjung Palas

Published

on

Drs Datu Buyung Perkasa MPd Ketua Lembaga Adat Kesultanan Bulungan (LAKB) Provinsi Kalimantan Utara.

TANJUNG SELOR – Permintaan para tokoh masyarakat agar pusat pemerintahan Kabupaten Bulungan dikembalikan ke Tanjung Palas, merupakan satu keharusan, mengingat Tanjung Selor sudah menjadi pusat Pemerintahan Provinsi Kalimantan Utara, yang sebentar lagi akan berdiri Pemerintahan Kota (Pemkot) disana.

“Kembalinya pusat pemerintahan Kabupaten Bulungan ke Tanjung Palas sudah sewajarnya berdasarkan historis diawal terbentuknya, dan hal itu tidak ada kata tawar menawar lagi, ” terang Ketua Lembaga Adat Kesultanan Bulungan, Drs Datu Buyung PerkasabM Pd, kepada media ini kemarin.

Menurut Datu Buyung, yang juga putera bungsu Perdana Menteri Kesultanan Bulungan terakhir ini menyebut, ketika Kesultanan Bulungan menyatakan bergabung dengan NKRI pada tanggal 17 Agustus 1949, maka pada tahun 1950 dengan Surat Keputusan Mendagri No. C.17/15/3 tgl 29 Juni 1950 tentang pembentukan Swapraja Kutai, Bulungan dan Berau. Yang diperkuat lagi dengan SK Gubernur Kalimantan Timur Nomor 186/opb/92/14, tanggal 14 Agustus 1950, bahwa Swapraja di Kaltim berstatus Daerah Istimewa setingkat Kabupaten.

Dimana Kabupaten Bulungan, Kepala Daerah ditetapkan yaitu Sultan Bulungan DYMM MM Jalaluddin yang menjalankan roda Pemerintahan Daerah Istimewa, dengan Pusat Pemerintahan di Tanjung Palas.

Perkembangan selanjutnya, sesuai UU No.27 tahun 1959 dan Penetapan Presiden No.6 thn 1959, tanggal 7 September 1959, Daerah Istimewa Bulungan menjadi Pemerintahan Kabupaten Bulungan dan Bupati pertama terpilih, YM Andi Tjatjo gelar Datu Wihardja.

“Beliau dilantik pada tanggal 12 Oktober 1960 di Tanjung Selor, serta Pusat Pemerintahan Bulungan dipindahkan ke Tanjung Selor Bulungan, ” ujar Datu Buyung.

Olleh karena itu, mama setiap tanggal 12 Oktober diadakan ritual adat Kesultanan Bulungan, yang disebut “Birau Bulungan”. dirangkai dengan HUT Kabupaten Bulungan dan Kota Tanjung Selor.

Oleh sebab itu, sudah selayaknya dan seharusnya secara historis Pusat Pemerintahan Kabupaten Bulungan dikembalikan ke Tanjung Palas.

“Kami mendukung anak muda Bulungan Ananda Alwan Saputra yang menyuarakan untuk segera mengembalikan Pusat Pemerintahan Kabupaten Bulungan ke Tanjung Palas. Karena Tanjung Selor sudah menjadi Ibu Kota Provinsi Kalimantan Utara dan Pusat Pemerintahan Provinsi Kalimantan Utara, ” tegas Datu Buyung.

Ingat pesan Bung Karno pendiri Republik ini “JAS MERAH” – Jangan Sekali Melupakan Sejarah. *

Reporter : Sahri.

Continue Reading

Ruang Aspirasi

“Bebilin” Lagu Tidung Yang Berisi Nasehat Dan Petuah Leluhur

Published

on

Poto Ilustrasi.

“Dindang”atau dendang “Bebilin” lagu Daerah Tidung berisi petuah atau nasehat, atau pesan dari nenek moyang kaum Tidung.

Irama lagu tersebut pasti berbunyi “Bebilin Yaki Yadu” yang artinya dalam bahasa Indonesia pesan kakek dan nenek. Ini bermakna bagi setiap orang Tidung harus selalu ingat petuah leluhurnya, rendah hati dan ulet dalam segala hal.

Masih terngiang dalam benak penulis,. Ketika masih kecil dikampung biasanya lagu bebilin ini kerap dinyanyi kan warga Tidung saat waktu panen padi.

Untuk mengurangi kesuntukan berkerja biasanya setiap orang atau kelompok bernyanyi riang dengan cara bergantian atau berbalas lagu.

Maka tak heran kaum Tidung itu dimana saja berada mereka tak pernah lupa kampung nya, Selalu menjaga soliditas bersama dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Untuk di Kalimantan Utara sendiri, kaum Tidung tersebar di empat Kabupaten dan satu Kota.

Bahkan untuk mengenang sejarah terkait pembagian wilayah yang disebut Afdeling Tana Tidung, dimasa penjajahan Belanda, nama Tana Tidung kini tetap di abadikan sebagai salah satu nama Kabupaten di Provinsi ke 34 di Indonesia itu. *

Oleh : Sahri

Continue Reading

Trending

Copyright © 2020 JurnalKaltara.com, Web Design by Ciptamedia Kreasi