Connect with us

Berita Pemprov Kaltara

Rata-Rata Rp 50 Miliar Pertahun APBD Kaltara Untuk SOA Perbatasan

Published

on

Ilustrasi.

TANJUNG SELOR – Sejak tahun anggaran 2016, Pemprov Kaltara melalui APBD nya terus menggelontorkan anggaran Subsidi Ongkos Angkut (SOA) didaerah-daerah perbatasan diwilayah Kaltara, yang rata-rata dianggarkan pertahun sebesar Rp 50 Miliar.

Rincian anggarannya, pada 2016 sebesar Rp 2,34 miliar, 2017 Rp 11 miliar, 2018 Rp 12 miliar, 2019 Rp 12 miliar, dan tahun ini Rp 13,66 miliar.
Sesuai data Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara, periode 2017 hingga Agustus 2020, tercatat 15.208 orang sudah terlayani.

Dengan jumlah frekuensi sebanyak 2.192 flight. Selain mengurangi disparitas harga, hadirnya program ini memudahkan arus transportasi masyarakat di daerah perbatasan dengan harga jauh lebih murah.

Demikian disampaikan Kepala Dishub Kaltara Taupan Madjid yang didampingi Kepala Bidang (Kabid) Udara dan Perkeretaapian Andi Nasuha, Selasa (6/10).

Selain bersumber dari APBD, Taupan mengungkapkan, program SOA penumpang juga ada yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dimana, sejak pertama kali masuk ke Kaltara pada tahun 2015 silam, hingga saat ini, Pemerintah Pusat telah mengucurkan dana sebesar Rp 166 miliar lebih untuk program tersebut.

Adapun rinciannya, 2015 dialokasikan Rp 23,7 miliar, 2016 Rp 24,03 miliar, 2017 Rp 29,15 miliar, 2018 Rp 22,44 miliar, 2019 Rp 35 miliar dan 2020 Rp 32,51 miliar. “Kalau dana yang bersumber dari APBN, berdasarkan laporan Bandar Udara Juwata Tarakan, sejak 2015 hingga Agustus 2020 tercatat 104.550 warga yang terlayani. Dengan jumlah frekuensi sebanyak 12.100 flight,” jelas Taupan.

Masih dari SOA penumpang APBN, selain SOA perintis untuk orang, pada 2018 juga dilakukan penerbangan subsidi pada barang/kargo. Dimana sejak 2018 hingga Agustus 2020, realisasinya sudah 510 flight dengan jumlah barang yang terangkut 273.530 kilogram. * Nina AF.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pemprov Kaltara

46 Ekor Sapi Bantuan Pemprov Kaltara Ke Kelompok Peternak

Published

on

Pjs Gubernur Kaltara Dr Teguh Setyabudi M Pd secara simbolis menyerahkan bantuan ternak sapi kepada kelompok peternak desa Pejalin Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan.

TANJUNG PALAS – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, kembali memberikan bantuan ternak Sapi kepada masyarakat untuk dikembangkan, kali ini bantuan itu diberikan kepada warga Desa Pejalin, Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan.

Selain Peternak di Desa Pejalin, bantuan serupa juga diberikan kepada peternak yang ada di Kabupaten Nunukan.

Untuk Desa Pejalin diberikan sebanyak 15 ekorx terdiri dari 14 ekor sapi betina dan 1 ekor sapi jantan. Sedangkan untuk Nunukan sebanyak 31 ekor, dengan total keseluruhan sapi untuk dia kabupaten tersebut sebanyak 46 ekor.

Saat penyerahan sapi, Pjs Gubernur Kaltara Dr Teguh Setyabudi M Pd berpesan kepada para petani yang telah menerima bantuan agar benar – benar memelihara secara serius dan dikembangbiakkan hingga menghasilkan ternak sapi yang banyak.

“Hal penting yang perlu diperhatikan dalam beternak adalah, ketersediaan pakan berkualitas, memperhatikan kandang, kesehatan dan juga sistem perkawinannya. Baik itu secara alami atau melalui inseminasi buatan,” pesan Pjs Gubernur.

Melalui bantuan ternak ini, Teguh berharap, dapat menunjang perkembangan peternakan dan berhasil meningkatkan kesejahteraan petani. “Tujuan lain untuk meningkatkan ketersediaan daging, sehingga menjadikan Kaltara sebagai daerah swasembada daging,” imbuhnya 23/10/2020 lalu.

Turut hadir dalam penyerahan bantuan ternak di desa Pejalin tersebut, Sekretaris Provinsi H Suriansyah, Bupati Bulungan H Sudjati, para pejabat terkait, serta sejumlah petani dan masyarakat di desa itu. * Nina AF.

Continue Reading

Pemprov Kaltara

Kepasar Induk, Pjs Gubernur Kaltara Ingatkan Soal Protokol Kesehatan

Published

on

Pjs Gubernur Kaltara Dr H Teguh Setyabudi M Pd Mengunjungi Dan Membagikan Masker kepada pengunjung pasar Induk Tanjung Selor Kabupaten Bulungan.

TANJUNG SELOR – Perhatian Pjs Gubernur Kaltara Dr Teguh Setyabudi M Pd, terhadap percepatan penanganan atau memutus mata rantai penyebaran Pandemi Covid – 19 diwilayah kerjanya cukup tinggi sekali.

Misalnya saja, Sabtu, 24/10/2020, ia terjun langsung ke pasar Induk Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, untuk mensosialisasikan pentingnya bagi setiap orang untuk mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Kunjungan Pjs Gubernur kepasar induk itu, didampingi oleh Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara Andi Santiaji dan tim untuk membagikan masker kepada pedagang pasar dan pengunjung.

“Ini saya akukan sebagai bagian dari sosialiasi penggunaan masker, dan kecintaan saya kepada masyarakat Kaltara, ” kata Teguh.

Dalam kunjungan itu ia juga menyusuri setiap bagian dari Pasar Induk dan menyapa kepada pedagang dan pengunjung.

Mereka yang tidak memakai masker, tidak segan ditegur. Itu juga dilakukan kepada yang tidak memakai masker dengan benar atau hanya dicantolkan di dagu.

“Tetap pakai masker dan pakai dengan benar. Ini saya katakan bukan demi kepentingan sendiri tapi bagi banyak orang, demi kesehatan bersama,” ucapnya.

Di akhir kunjungannya, Teguh meminta kepada Kalak BPBD Kaltara untuk selalu melakukan kegiatan bagi masker.

“Tetap terus-menerus disosialisasikan pemakaian masker dan juga pembagian masker. Jangan bosan-bosan. Buat tim juga untuk menjaga kesehatan biar menjadi contoh kepada masyarakat,” tutupnya.

Selanjutnya, Kalak BPBD Kaltara dan Kadis Sosial beserta tim melanjutkan sosialisasi dan pembagian masker di pelabuhan speedboat Tanjung Selor. *humas/Nina AF.

Continue Reading

Pemprov Kaltara

Antisipasi Kluster Liburan, Warga Kaltara Sebaiknya Dirumah Saja

Published

on

Pjs Gubernur Kaltara, Dr Teguh Setyabudi M Pd (kanan).

TANJUNG SELOR – Pjs Gubernur Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Dr Teguh Setyabudi M Pd, meminta masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, agar terhindar dari paparan Virus Corona yang sampai saat ini belum ditemukan vaksin nya.

“Ini suasana libur panjang , tentu banyak yang ingin mengisi liburan nya bersama keluarga, ” ucap Teguh Setyabudi.

Kendati demikian, lanjutnya, semua wajib untuk mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

Sesuai hasil rakor agar seluruh Pemda, termasuk di Kaltara harus mengantisipasi klaster baru penyebaran Covid – 19 saat libur panjang akhir Oktober 2020.

Salah satunya, dengan melakukan pengaturan lalu lintas untuk mengantisipasi arus mudik selama libur panjang.

“Ada beberapa titik kerawanan yang patut menjadi perhatian, memiliki pusat yang dapat, moda transportasi dan tempat rekreasi,” ujarnya.

Teguh juga meminta seluruh pimpinan daerah dan masyarakat di Kaltara untuk memperhatikan beberapa hal. Pertama, melaksanakan protokol kesehatan dengan menjauhi kerumunan, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun.

Lalu, kepada kepala daerah agar memastikan kesiapan pelayanan kesehatan selama libur panjang.

“Perlunya melibatkan TNI / Polri mengedukasi masyarakat di tempat-tempat wisata, pusat perbelanjaan dan moda transportasi umum,” ungkapnya.

Arahan lainnya, adalah memperbanyak pos pengawasan “patuh protokol kesehatan” di lokasi rawan penyebaran covid-19 (moda transportasi, pusat serta tempat rekreasi atau hiburan); menjaga kewaspadaan dan tidak lengah selama liburan sebagai antisipasi peningkatan kasus setelah libur panjang, Polri perlu meningkatkan patroli lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan jalur arus mudik atau balik dan memberikan rasa aman selama libur panjang.

“Masyarakat juga perlu mengantisipasi ancaman La Nina, hindari daerah bencana bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Dan, Kesiap-siagaan BPBD dan perangkatnya termasuk antisipasi jika terjadi bencana seperti pendirian dapur umum,” tutur Teguh.
Dari pelaksanaan rakor sendiri, dalam pengantarnya, Mendagri menyatakan bahwa pekan depan ada cuti bersama dan libur. Libur itu pada 29 Oktober 2020 (Maulid Nabi Muhammad SAW), dan ada dua hari cuti bersama pada pekan itu yakni pada 28 dan 30 Oktober. Ini sesuai SKB 3 Menteri.

“Mengingat waktu liburan yang cukup panjang, maka perlu dilakukan antisipasi terhadap kerawanan di bidang lalu lintas udara, darat dan udara. Termasuk antisipasi kerawanan pada kegiatan kepariwisataan, keagamaan dan lainnya.

Sementara itu, dalam arahannya Menko Bidang Polhukam Machfud MD menyatakan, libur panjang dan cuti bersama akhir Oktober ini sangat rentan atau potensi kesalahan protokol kesehatan. Seperti kerumunan kerumunan massa di tempat, reunian, Anugerah Maulid Nabi Muhammad SAW, dan lainnya.

“Ini harus diantisipasi agar tidak terjadi penularan Covid-19,” ungkapnya.

Machfud juga menyebutkan, berkaitan dengan kompetisi, negara sangat menghormati dan mendudukkannya dengan layak. Oleh sebab itu, penetapan libur untuk upacara peringatan. Pun demikian, pernyataan negara agama, juga bukan negara sekuler.

“Indonesia adalah negara yang beragama,” ungkapnya.
Soal Anugerah Maulid Nabi sendiri, Machfud berharap tahun ini dapat diambil hikmahnya, tanpa melanggar protokol kesehatan.

“Harusnya ada perubahan yang lebih baik dari sebelumnya atas peringatan Maulid Nabi ini. Salah satunya dengan tidak melanggar protokol kesehatan,” ulasnya.

Untuk itu, Machfud meminta agar para pimpinan daerah dan Forkopimda dapat berkoordinasi untuk meningkatkan antisipasi potensi protokol kesehatan selama libur panjang dan cuti bersama Oktober ini di daerah masing-masing.

Masukkan lainnya, datang dari Waka BIN Letjen TNI (Purn.) Teddy Lhaksmana Widya Kusuma. Saran itu di antaranya, perusahaan harus mendata karyawannya yang akan melakukan perjalanan keluar daerah, utama yang berada di zona merah. Dan, perlu melakukan karantina mandiri ada gejala.
BIN juga berharap para pelaku industri pariwisata untuk memperkirakan, memantau dalam kampanye wisata yang aman dan sehat.

“Pemerintah daerah mengawasi melakukan pengawasan protokol kesehatan di seluruh kerumunan atau wisata, penegakan hukum yang tegas atas protokol kesehatan,” katanya.
Giliran selanjutnya, adalah Kepala BNPB Doni Monardo.

Doni menyebutkan, pentingnya antisipasi peningkatan penyebaran Covid-19 pada libur panjang karena pengalaman yang terjadi pada libur panjang sebelumnya.

“Hingga September lalu, memang menunjukkan kasus aktif Covid-19 menurun hingga 6,7 ​​persen. Angka kesembuhan juga meningkat 7,23 persen, dan angka kematian turun 0,45 persen tapi masih belum bisa mencapai angka kematian global,” tuturnya.

Pencapaian itu, tak lepas dari kegigihan kinerja pimpinan daerah, tenaga kesehatan juga pihak terkait lainnya.

Atas prestasi ini, Doni memohon dengan sangat agar seluruh pihak tetap mendukung dan mendukung penanganan penanganan Covid-19 di Indonesia. Tentu saja, masyarakat mengurus untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, dan tidak mengabaikan 3M, “ucapnya.

Doni juga mengaruhi agar masyarakat mewaspadai cuaca ekstrim dan dampak La Nina 2020, utama wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan lainnya.

“Melihat kondisi itu, kami mengabaikan masyarakat untuk memilih opsi liburan di rumah saja. Lakukan aktivitas fisik untuk meningkatkan imun tubuh, menanam pohon dan lainnya di rumah,” ulasnya.

Di bidang perhubungan sendiri, Kemenhub memprediksi puncak kemacetan atau arus libur panjang akan terjadi pada 27 Oktober dan 28 Oktober.

Sementara angkutan yang diprediksi paling banyak digunakan, adalah angkutan udara dan kereta api. Khusus angkutan kereta api, dasar 70 persen penumpang.

Dishub bersama TNI dan Polri juga diharapkan melakukan pemeriksaan acak terhadap bus penumpang. Utamanya, penerapan protokol kesehatan. * Humas/Nina AF.

Continue Reading

Trending

Copyright © 2020 JurnalKaltara.com, Web Design by Ciptamedia Kreasi