Connect with us

Berita Ekonomi

Tak Boleh Bangun Pasar Ramadhan Dilapangan A Yani Tanjung Selor

Published

on

Yanti.

– Karena Pandemi Covid – 19 belum teratasi

TANJUNG SELOR – Selama dua belas tahunan setiap bulan Ramadhan, warga kota Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, untuk mempersiapkan menu buka puasa selalu berbelanja takjil di Pasar Ramadhan yang biasa dibangun disisi bagian depan Lapangan Achmad Yani. Tapi khabarnya pada bulan Ramadhan 1442 H atau tepatnya tanggal 13 April 2021 ini, pasar dimaksud sudah tak ada lagi disana, konon tak mendapatkan restu dari pemerintah untuk dibangun, dengan alasan masih dalam suasana melawan wabah pandemic Covid – 19.

Menurut Yanti, salah satu pedagang takjil setiap bulan Ramadhan, kepada media ini melalui pesan WhatsAPP, Sabtu,10/4/2021 menjelaskan, pihaknya sudah berupaya bermohon kepada Bupati Bulungan agar dijinkan membangun pasar Ramadhan ditempat dimana biasa dibangun setiap menjelang bulan Puasa, yaitu disisi bagian depan Lapangan Sepak Bola Achmad Yani Tanjung Selor, tapi tak dijinkan.

“Saya dan teman-teman meminta ijin kepada bapak Bupati, karena dimana pasar Ramadhan setiap tahun dibangun merupakan asset Pemkab. Namun keinginan kami tak distujui, dengan alasan Pandemi Covid – 19 masih belum teratasi, “ ujar Yanti.

Menurut bapak Bupati, lanjut Yanti lagi, untuk tahun ini tak ada pasar Ramadhan yang menggunakan asset daerah, yang menimbulkan kerumunan ditengah masih belum teratasinya wabah Pandemi Covid – 19.

Kalau memang itu menjadi landasan, tambahnya, apakah pasar-pasar liar tidak menciptakan kerumunan, kenapa itu tidak ditertibkan, apa dijamin disana tidak menyebarkan wabah virus corona?.

Terpaksa agar bisa tetap berjualan, dirinya berencana menjajakan jualan Takjilnya dijalan Jenderal Soedirman Tanjung Selor Hilir, persis didepan kantor pemadam kebakaran.

“Saya berencana hanya meggelar meja saja, yang bisa diangkut atau dipindahkan setelah jualan selesai, “ ungkapnya.

Seharusnya, ditengah menurunnya pendapat warga, yang berimbas terhadap perekonomian, tak ada pencekalan terhadap masyarakat yang mau berusaha. Terutama kepada pedagang musiman yang hanya memanfaatkan suasana bulan Ramadhan untuk menambah penghasilan.

“Masyarakat kecil hanya butuh kebijakan pemimpin yang berpihak terhadap mereka, bukan minta “disuapi”, “ kata Yanti.

Kalau berbicara wabah Covid – 19 semua memahami itu, kan ada yang namanya Protokol Kesehatan, tinggal bagaimana regulasi yang diterapkan. “Adaptasi kebiasaan baru” sudah jelas, harus ditaati dan dipatuhi tanpa kecuali.

“Jadi dengan menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes), seharusnya semua bisa berjalan beriringan, Adaptasi kebiasan baru yang mendukung terhadap pemulihan ekonomi, “ tutup Yanti. *

Reporter : Sahri.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ekonomi

Berkah Usaha Parut Kelapa Ditengah Pandemi Covid – 19

Published

on

Ibu Salamah Sedang Memarut Kelapa di Tempat Usaha Eumahannya.

MALINAU – Ibu Salamah salah satu pengusaha kelapa parut (Usaha rumahan), yang beroperasi di jalan A Kosasih Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, mendapat rejeki yang cukup baik, pada H – 1 idul Adha 1442 H.

Sejak pagi buta, para pemesan kelapa parut hingga menjelang sore hari terus berdatangan, ia pun nyaris kewalahan melayani pembeli.

“Sejak tengah malam menjelang pagi kelapa nya sudah dikupas sebagian, kalau tidak begitu yakin tak mampu melayani pembeli, ” ujarnya saat berbincang dengan media ini, Senin 19/7/2021.

Terpaksa, agar memudahkan ia memperkerja kan orang untuk mengikuti kelapa tersebut.

“Alhamdulillah dari pagi hingga menjelang sore sekitar lebih kurang 300 butir kelapa parut terjual, ” imbuhnya.

Untuk buah kelapa yang besar dihargai Rp 12.000/buah dan yang ukuran sedang Rp 10.000/buah.

Kalau hari-hari biasa bisa laku hingga mencapai 100 buah lebih. Terkadang bisa juga mencapai 150 an.

“Kalau sebelum Pandemi Covid – 19 penjualan agak meningkat, ” tutur nya. *

Reporter : Sahri.

Continue Reading

Ekonomi

Mengais Rejeki Ditaman Tepian Kayan Bulungan Kaltara

Published

on

Suasana Taman Tepian Kayan Tanjung Selor Bulungan Kaltara malam hari.

TANJUNG SELOR – Keberadaan taman Tepian Kayan, di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Berbagai kegiatan bisa dilakukan disana, mulai menjadi tempat arena bersantai, olahraga hingga mengais rejeki bagi para penjual jajanan ringan serta wahana tempat bermain anak-anak.

Tidak lah berlebihan bila saat ini Taman Tepian Kayan, menjadi wadah banyak orang untuk “mengais rejeki ditengah pandemi Covid – 19 yang belum kunjung teratasi”.

Diketahui, taman kebanggaan warga Tanjung Selor ini, mulai dibangun diperiode kedua masa kepemimpinan mantan Bupati Bulungan, Drs H Budiman Arifin M Si.
Dengan pelaksana konstruksi kontraktor lokal.

Wajar saja bila saat ini beberapa bagian lantainya yang menggunakan keramik ada yang mulai rusak, tentu membutuhkan perbaikan supaya Taman Tepian Kayan tetap indah.

Dimasa Budiman Arifin, juga dibangun Kuliner Tepian Kayan (Kulteka) yang berada di Sabanar Lama.

Selain Kulteka menjadi sarana tempat menjual makanan, tempat ini juga berfungsi sebagai pelabuhan keberangkatan speed boat kecil muatan 20 orang tujuan Tanjung Selor – Tarakan. *

Reporter : Sahri.

Continue Reading

Ekonomi

Ini Dia Peluang Investasi Yang Siap Masuk di Kaltara

Published

on

TANJUNG SELOR – Rapat kerjasama ekonomi sub regional Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Philipines East Asean Growth Area (BIMP-EAGA) dan Indonesia, Malaysia, Thailand Growth Triangle (IMT-GT), Selasa, 20/4/202, diikuti oleh perwakilan Republik Indonesia, dalam rangka penguatan kerjasama ekonomi sub regional.

Rapat dimulai pagi hari dan berakhir menjelang sore itu, tak disia-siakan oleh perwakilan, Indonesia, termasuk dari Kalimantan Utara (Kaltara}. dipaparkan profil dan peluang investasi – kerjasama yang ada di masing-masing wilayah konsulat jenderal republik Indonesia (KJRI), dimana untuk Provinsi ke 34 di Indonesia itu lebih mudah dan terbilang dekat dengan KJRI di Sabah Malaysia, lantaran posisi Kalimantan Utara bertetangga dekat dengan Negara tersebut.

Acara dipandu langsung oleh Asisten Deputi Kerjasama Ekonomi Regional dan Sub Regional Kemenko Bidang Perekonomian RI, Nety.


dalam presentasi pembuka, indonesia membagi economic corridor kedalam 6 koridor. Sementara untuk BIMPE-AGA dibagi dalam 3 kelompok economic corridor, dimana Kaltara masuk dalam west borneo economic corridor.

Kerjasama koridor ekonomi ini dimaksudkan untuk membangun penguatan kerjasama ekonomi berbasis wilayah, “umumnya wilayah yang saling berdekatan atau yang memiliki kesamaan tertentu,” kata Nety.

Sementara itu, Fitriana, PLT Kabid Perencanaan Promosi dan Kerjasama Penanaman Modal mengungkapkan, dari hasil rapat koordinasi tadi, dapat tindaklanjut rencana investasi oleh perusahaan dari Malaysia melalui KJRI Kinabalu, Sabah Malaysia Timur.

Dimana sebelimnya. dari Kim Teck Cheong Consolidated Berhad. berencana ingin membangun pabrik Roti di Kaltara Indonesia.

“Ada beberapa informasi yang diminta langsung oleh calon investor antara lain, terkait peraturan penanaman modal asing (PMA), ketersediaan lahan yang lokasinya dekat pusat kegiatan masyarakat dan lembaga yang melakukan riset pasar di Kaltara,” tandasnya.

Kegiatan rapat ini juga dihadiri oleh KJRI Tawau Sabah, KJRI Kinabalu, KJRI kuching, KJRI Kuala Lumpur, KJRI Manila, KJRI Davao, KJRI bandar Sri Begawan dan lainnya. *

Editor : Sahri.

Continue Reading

Trending

Copyright © 2020 JurnalKaltara.com, Web Design by Ciptamedia Kreasi