Connect with us

Nunukan

Tanggap Darurat COVID-19 Di Cabut, Ini Kata Bupati Nunukan

Hj Asmin Laura Hafid Bupati Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara.

NUNUKAN – Setelah adanya tanggap darurat COVID-19 resmi dicabut presiden. Karena fungsinya kini diemban oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 yang berada di bawah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Pembagian sembako tahap II dari Pemerintah Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara akan dikomunikasikan kembali ke BPKP

Hal tersebut berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2020 tentang Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Bupati Nunukan, Hj Asmin Laura Hafid mengatakan alasan lainnya, disebutkan tim gugus tugas juga telah dibubarkan oleh Pemerintah pusat sehingga tidak memiliki landasan hukum untuk membagi anggaran COVID-19.

Selain itu, Kabupaten Nunukan telah dinyatakan masuk status zona hijau COVID-19 sehingga bantuan yang berkaitan dengan bantuan sembako tidak diadakan lagi pasca dicabutnya tanggap darurat COVID-19. Namun terkait pembagian BLT tahap II akan dikomunikasikan kembali ke Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Saat ini status tanggap darurat itu sudah dicabut dan presiden secara resmi sudah membubarkan tim gugus tugas COVID-19,”ujar Laura

Namun, Pemerintah daerah Nunukan tetap akan mengusahakan bantuan dalam bentuk lainnya seperti bantuan langsung tunai (BLT). Bahkan, kata Laura sapaan Bupati Nunukan, Pemkab Nunukan masih berusaha mendapatkan beras untuk bantuan kepada warga. *

Reporter : MDF/Humas.
Editor.     : Sahri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kaltara

Ribuan Alat Rapid Test Bantuan Deddy Sitorus Untuk Kaltara

Poto bersama tenaga ahli Deddy Sitorus Anggota Komisi VI DPR RI dengan staf RSUD Nunukan Kaltara usai penyerahan alat Rapid Test.

NUNUKAN – Tim Rumah Sakit Umum Daerah (RS-UD) Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, mendapat bantuan 200 alat Rapid Test dari Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Ir Deddy Yevri Hanteru Sitorus MA melalui staf ahli, Saddam Husain, didampingi Ketua DPC PDI-P Lewi.

Penyerahan bantuan di RS-UD Nunukan, diterima langsung oleh direktur RS-UD dr Dulman, selasa, (28/07)

dr.Dulman dalam suasana yang sederhana menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas bantuan alat rapid test yang diberikan oleh Deddy Sitorus tersebut.

“Kita sangat berterima kasih atas bantuan ini, terimakasih kepada bapak Deddy Sitorus selaku Anggota DPR RI dapil Kaltara dan PDI Perjuangan Nunukan. Bantuan ini tentu memberikan semangat dan manfaat bagi kita semua dari pihak rumah sakit dapat mengambil langkah yang tepat bagaimana mencegah penyebaran COVID-19 di Nunukan,” kata Dulman

dr.Dulman berharap, sinergitas antara pemerintah daerah khususnya kabupaten Nunukan dapat terus berjalan selaras dengan DPR RI.

“Sinergitas dengan DPR RI. ini kita harap terus berlanjut dimasa- masa yang akan datang, “kata Dulman (28/07)

Sedangkan Saddam Husain yang mewakili Bang Deddy sapaan akrab Anggota DPR-RI menjelaskan bahwa bantuan alat Rapit Test tersebut tidak hanya dibagikan untuk Kabupaten Nunukan. namun juga nantinya ada untuk daerah lain di Kaltara.

“Terimakasih buat Deddy Sitorus, yang sangat peduli terhadap masyarakat Kalimantan Utara, Alat Rapid Test ini dibagikan ada ribuan jumlahnya, baik itu yang dibagikan di Kabupaten Malinau, Tanjung Selor (Bulungan), Kabupaten Tanah Tidung, Kota Tarakan dan Nunukan,” pungkasnya.

Reporter : MDF.
Editor      : Sahri.

Continue Reading

Hukum

Aparat Diminta Berantas Habis Peredaran Narkoba di Sebatik

Hamsing, anggota DPRD Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara.

NUNUKAN – Anggota DPRD Nunukan, Hamsing, dari Dapil II Sebatik mendesak aparat Kepolisian untuk memutus mata rantai peredaran Narkoba jenis sabu di Pulau Sebatik

Hamsing mengatakan, bahwa Polri dalam hal ini Satresnarkoba harus lakukan penyeliidikan secara komprehensif, menelusuri dan membasmi. Bukan sekedar “kulitnya” namun harus bisa sampai ke akarnya.

“Soal bagaimana caranya, mereka lebih tau karena sudah diberikan pengetahuan untuk melakukan hal itu,”ujar Hamsing Senin Sore (27/07).

Hamsing memberikan apresiasi kinerja kepada aparat keamanan dalam hal ini satgas pamtas 623 BWI RI-Malaysia yang berhasil menggagalkan peredaran sabu seberat 7,1 Kg di Pulau Sebatik.

“Ini menjadi catatan penting bagi semua pihak, terutama petugas untuk bisa memberantas peredaran narkoba di pulau perbatasan Sebatik,” katanya

Di sisi lainnya ia berpesan bahwa penangkapan kurir sabu-sabu ini harus di ungkap sampe ke akar-akarnya agar bisa di berantas peredaran narkoba, jangan cuma kurirnya yang di jadikan tumbal.

“Saya sangat prihatin dengan kondisi generasi muda kita kedepan jika peredaran narkoba ini tidak cepat di cegah atau di atasi, ” terang Hamsing.

Ia juga memohon kepada Kapolri mau pun Kepala BNN RI harus mendengar kondisi di perbatasan Kalimantan Utara (Kabupaten Nunukan).

“Jujur saya katakan, Kondisi kita di Sebatik sudah dalam kondisi darurat peredaran narkoba, dari dulu sampai sekarang Pulau Sebatik selalu di jadikan tempat jalur masuknya Narkotika jenis (Sabu-sabu), ” bebernya.

Tak lupa ia menambahkan peredaran narkoba atau jalur masuknya sabu di Pulau Sebatik ibarat menjual kacang goreng, atau jual beli kacang goreng dengan mudah bisa saja kecolongan, dan kita belum maksimal menumpas secara masif peredaran Narkobanya itu.

Kedepan lanjutnya, penting adanya sikap dan bentuk nyata keprihatinan bersama, baik dari Pemerintahan Kabupaten Nunukan, yaitu pemerintah dan DPRD, maupun aparat keamanan, baik itu TNI-Polri dan BNNK serta masyarakat atas maraknya peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba di wilayah ini.

Dalam rangka mengantisipasi dan melakukan pencegahan terhadap peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba secara dini tidak mungkin dengan hanya menyerahkan pada BNN dan Polri saja tapi harus melibatkan banyak pihak, terutama masyarakat. *

Reporter : MDF.
Editor      : Sahri.

Continue Reading

Hukum

Sabu Seberat 7,1 KG Diamankan Satgas Pamtas Yonif 623/BWU

Barang bukti sabu 7,1 Kg yang digagalkan oleh Satgas Pamtas Yonif 623/BWU di Sebatik Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara.

– Kurir juga disebut sebagai mantan Dosen 

NUNUKAN – Kasus Sabu seberat 7,1 Kg diungkap oleh Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 623/BWU Letkol Inf Yordania, berawal dari tugas seperti biasa yakni rutinitas di wilayah perbatasan seperti pemeriksaan barang bawaan penumpang atau pelintas yang sedang melintas baik itu pengecekan pada kendaraan roda dua dan roda empat sebagai bentuk pencegahan peredaran narkotika maupun barang ilegal lainnya.

Menurut Yordania mengatakan awalnya sekitar pukul 10.30 Wita tersangka, Bahri, melintas di depan pos dalduk Desa Aji Kuning dan anggota pos Aji Kuning melaksanakan pemeriksaan dan barang yang dibawa. Hingga dari hasil pengecekkan ditemukan 7 bungkus plastik bewarna transparan berukuran besar yang diduga narkotika Gol. I jenis sabu dengan berat 7,1 kg.

“Pada saat penumpang naik dari pelabuhan dan menuju salah satu mobil, anggota kami langsung melakukan pemanggilan dan seperti biasa melakukan pemeriksaan sesuai prosedur. Setelah kita lakukan pembongkaran barang namun si Bahri ini tidak ingin dilakukan pengecekan di luar kepada anggota, malah meminta dilakukan pemeriksaan di dalam ruangan, anggota kami sempat kebingungan. Tidak ada nego, karena kita di lapangan bersikap tegas tidak sama sekali memberikan ruang kepada si terduga untuk berbicara lebih banyak. sudah berkomitmen akan membantu dalam pengamanan di Kabupaten Nunukan dalam hal memerangi narkoba,” ungkap Yordani Senin (27/7).

Awal barang tersebut sempat diduga tawas, dugaan itu karena anggotanya yang bertugas saat itu menjaga pos belum pernah melihat narkotika. Pada akhirnya langsung berkoordinasi dengan atasannya sehingga berdasarkan laporan tersebut, Yordania langsung meluncur ke wilayah Sebatik di Desa Aji Kuning Kecamatan Sebatik Tengah.

“Akhirnya saya datang ke Pulau Sebatik dan saya cek, dan melihat langsung barang tersebut ternyata betul-betul yakin itu adalah narkotika,” jelasnya.

Diketahui, Bahri, merupakan mantan dosen di salah satu universitas di Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Sebagai pembawa sabu sebanyak 7,1 kilogram (kg) yang digagalkan oleh Satgas Pamtas Yonif 623/BWU di Desa Aji Kuning Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan.

Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar SIK, mengatakan, bahwa Bahri memang benar merupakan warga Polman. Dan mendapat barang tersebut dari Kota Tawau, Malaysia.

“Ini bukan sekali-kali terjadi, arus masuknya barang haram ini dari Malaysia sangat deras sekali, baik itu barang besar maupun kecil,” terangnya.

Sementara itu, Kasat Resnarkoba IPTU Lusgi Simanungkalit, menjelaskan, bahwa Bahri juga adalah salah satu mantan dosen di salah satu universitas Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, setatusnya sudah tidak aktif lagi.

“Bahri ini berperan sebagai kurir, dia juga sudah berhasil meloloskan narkotika sebanyak 15 kg menuju Sulawesi melalui jalur laut, namun barang yang ia bawa sebanyak 7 kg, berhasil diamankan oleh Satgas Pamtas Yonif 623/BWU di Desa Aji Kuning. Bahri ini akan di upah dalam 1 kg Rp. 40 Juta, jika lolos,”Pungkasnya. *

Reporter : MDF
Editor.     : Sahri.

Continue Reading

Trending

Copyright © 2020 JurnalKaltara.com, Web Design by Ciptamedia Kreasi